Ajang gelaran gebyar arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menjadi momen penting untuk membangun jaringan antar sesama alumni. Hal ini mengingat jumlah alumni jurusan arsitektur yang sudah berjumlah banyak dan menyebar di sentero nusantara bahkan hingga ke luar negeri. “Membangun networking (jaringan) adalah salah satu tujuan dari gelaran ini. Dan ini sangat penting bagi alumni khususnya yang baru lulus,” terang c, ketua panitia, saat diwawancarai di sela-sela acara beberapa waktu lalu.
Selain membangun jaringan, pria yang akrab disapa Pindu itu juga menjelaskan beberapa manfaat dari penyelanggaraan acara ini. Di antaranya: dapat menjadi bahan bagi kampus untuk mengevaluasi alumninya dan alumni juga dapat memberikan masukan pada kampus. “Masalnya kampus dapat mengukur berapa lama setelah lulus alumni dapat kerja, kerja dibidang apa saja. Kamudian apakah pelajaran yang diberikan selama ini sudah sesuai dengan kebutuhan kerja, hal ini penting untuk menyusun kurikulum kampus,” terang lulusan Universitas Kanzawa Jepang itu.
Selain itu, dalam acara bertema Mengingat Jejak Membangun Asa itu, juga untuk menentukan ketua dari Ikatan Alumni Teknik Arsitektur serta penetapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Dua hal ini penting bagi sebuah organisasi. “Selain milih ketua, kita ada guyub rukun, gebyar, dan makan-makan,” kata pria yang juga dosen Universitas Merdeka Malang itu.
Acara Ikatan Alumni Arsitektur ITN Malang (IAAI) melibatkan 33 angkatan sejak 1980 hingga sekarang, dan diikuti sebanyak 275 alumni.

