MALANG KOTA – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar wisuda secara daring Sabtu (27/3). Total ada 885 wisudawan dikukuhkan dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE menyampaikan, ITN terus meningkatkan upaya kualitas sumber daya manusia, melalui proses pembelajaran dalam bentuk karakter dan meningkatkan keilmuan dalam bidang studi yang diikuti mahasiswa.

“Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik akademik maupun terapan dilakukan dengan mendorong penelitian dan hilirisasi hasilnya,” ungkap dia.

Ia menambahkan, pembentukan karakter di ITN Malang dilakukan melalui pemberian wawasan dan pembiasaan. Pembiasaan dilakukan dengan melibatkan mahasiswa dalam berbagai hal diantaranya peribadatan, kewirausahaan, manajerial dan kepemimpinan.

“Untuk mendukung program tersebut, di dalam kampus ITN II telah dibangun masjid, gereja dan pura di lokasi yang berdekatan. Hal tersebut bertujuan untuk membangun toleransi dan kerukunan dalam beragama,” imbuhnya.

Selain itu, ITN juga terus berupaya meningkatkan kompetensi lulusan dengan adanya pembatasan masa studi. Di ITN Malang juga diterapkan sistem yang mengutamakan proses, memberikan penilaian aktivitas akademik maupun non akademik yang akan dimunculkan dalam surat pendamping ijazah.

“Dengan sistem tersebut, diharapkan mahasiswa yang ikut berproses dapat memaksimalkan tingkat kelulusannya dan diharap lulus tepat waktu,” terangnya.

Terkait upaya membangun atmosfir akademik yang sesuai dengan dunia kerja, ITN Malang terus berupaya membangun link dengan industri dan membangun laboratorium skala industri.

“Dalam proses pembelajaran, mahasiswa tidak hanya melakukan pengamatan laboratorium, tetapi langsung melaksanakan praktik di lapangan,” tandas Lomi.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur, Prof Dr Ir Soeprapto DEA mengapresiasi Rektor ITN beserta jajarannya, karena mampu melaksanakan wisuda secara daring di masa sulit seperti ini. Ia juga menyampaikan kepada wisudawan, bahwa dinamika masa depan sulit diperkirakan. Adaptasi harus terus dilakukan karena dunia terus berubah, apalagi ditambah pandemi Covid-19.

“Tetapi, insya Allah kalian bisa berhasil karena hard skill dari ITN, jangan lupa soft skill juga perlu diasah. Saya sering mengatakan soft skill ada 4C yakni critical thinking atau berpikir kritis, creativity, communication dan collaboration,” ujarnya.

Pewarta: Andika Satria Perdana/Joni

Leave a Comment