Menurut rektor yang sekaligus ahli pengairan ini, online learning tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi tak terkecuali Kampus Biru. Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) menjadi standar online learning ITN Malang yang ditunjang dengan aplikasi lain seperti ZOOM, email, WA dan lain sebagainya.
“Pada dasarnya secara bertahap semua mengarah ke SPADA. Di sana (SPADA) bahan ajar sudah kami cantumkan linknya, jadi mahasiswa tidak perlu ribet lagi. Namun untuk saat ini mengutamakan yang paling mudah untuk interaktif. Tergantung kesepakatan dosen dan mahasiswa mau memakai apa (pembelajaran online). Yang paling familiar bagi mayoritas orang ya WA untuk diskusi,” imbuh rektor.
Masih menurut rektor, untuk praktek bisa memakai data-data lama, sedangkan kompetensi keterampilan dilaksanakan saat kondisi sudah kondusif. Untuk menunjang pembelajaran, platform online yang bisa diakses mahasiswa adalah fasilitas perpustakaan. Fasilitas akses yang disedikan ialah e-print dan koleksi karya dosen dalam repository.
Menyikapi mahasiswa semester akhir yang akan dan sedang menempuh skripsi rektor menyarankan mahasiswa untuk menggunakan data skunder. Ini untuk membantu mahasiswa dalam penyusunan skripsi mengingat terbatasnya waktu dan kesempatan keluar rumah serta bertemu dosen pembimbing.
