Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., (jas hitam) berdampingan dengan Sekretaris Ditjen Penataan Ruang Laut KKP, Dr. Effin Martiana, SH., MH., beserta para peserta workshop.

Mantapkan Sistem Informasi Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan ITN Malang Gelar Workshop Finalisasi Data

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., (jas hitam) berdampingan dengan Sekretaris Ditjen Penataan Ruang Laut KKP, Dr. Effin Martiana, SH., MH., beserta para peserta workshop. (Foto: Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Kerja sama strategis antara Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berlanjut. Setelah sebelumnya dipercaya menyusun Road Map Ocean Monitoring System (OMS), ITN Malang kini kembali digandeng oleh Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut (DJPRL) KKP untuk memantapkan integrasi basis data perencanaan ruang laut.

Sekretaris Ditjen Penataan Ruang Laut KKP, Dr. Effin Martiana, SH., MH., saat memberi sambutan di ITN MalangSekretaris Ditjen Penataan Ruang Laut KKP, Dr. Effin Martiana, SH., MH., bersama Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., saat memberi sambutan di ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)

Langkah kolaboratif ini sekaligus menegaskan komitmen ITN Malang untuk hadir sebagai kampus yang berdampak nyata, di mana karya akademis dan riset perguruan tinggi dapat memberikan solusi konkrit bagi kebutuhan bangsa. Sinergi tersebut diwujudkan lewat gelaran koordinasi dan workshop finalisasi basis data serta mock-up Sistem Informasi DJPRL yang berlangsung di Ruang Workshop Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) ITN Malang, pada Kamis (30/07/2026).

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan KKP memilih ITN Malang sebagai mitra strategis dalam pengolahan data spasial laut nasional.

“Mewakili seluruh sivitas akademika ITN Malang, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ditjen Penataan Ruang Laut atas kepercayaannya. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi kolaborasi kita kedepannya. Kami juga sudah menyiapkan tim ahli yang siap berkolaborasi langsung dengan kementerian,” ungkapnya.

Baca Juga: ITN Malang Gagas Road Map Ocean Monitoring System: Transformasi Digital Tata Ruang Laut Indonesia

Rektor menambahkan, ITN Malang memiliki berbagai program studi yang sangat relevan untuk menyokong kebutuhan KKP, mulai dari Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Teknik Geodesi, hingga Teknik Informatika, dan analisis data terkait cyber security.

“Harapannya, produk-produk yang dikembangkan bersama ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi penataan ruang laut, khususnya bagi pengembangan wilayah laut Indonesia ke depan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Ditjen Penataan Ruang Laut KKP, Dr. Effin Martiana, SH., MH., yang hadir langsung bersama timnya, menegaskan, pengembangan sistem terintegrasi ini merupakan arahan langsung dari pimpinan KKP demi memperkuat tata kelola ruang laut dari hulu ke hilir.

“Ini merupakan pengembangan dari sistem-sistem yang sudah ada di tempat kami sebelumnya agar semakin kuat dan besar. Arahan pimpinan, kami harus punya sistem sendiri yang terintegrasi. Alhamdulillah bisa bekerja sama dengan ITN Malang untuk membangun sistem yang mengakomodasi seluruh kegiatan tata ruang laut, mulai dari perencanaan hingga pengendalian,” jelas Effin.

Baca juga: Pemkab Mahakam Ulu Percayakan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dukung Penataan Ruang Long Lunuk ke ITN Malang

Tak berhenti di laut, Effin juga membeberkan rencana jangka panjang KKP yang akan merambah penataan perairan darat seperti sungai dan waduk. “Ke depan kami juga berencana menata ruang perairan darat. Sebab kalau perairan darat tidak ditata dengan tepat, kerusakannya akan berdampak ke laut juga. Kami berharap bisa terus bersinergi (dengan ITN), termasuk dengan Kementerian ATR/BPN,” tegasnya.

Sementara itu, tim ahli dari ITN Malang, Ir. Gatot Subroto, ST., M.Ars., menjelaskan, ini merupakan tindak lanjut konkret dari Nota Kesepahaman (MoU) antara ITN Malang dan KKP yang berlaku hingga tahun 2028. Fokus utama acara kali ini adalah memfinalisasi basis data tata ruang laut serta mematangkan mock-up sistem informasi.

Menariknya, sistem informasi hasil kolaborasi ITN Malang dan KKP ini ditargetkan rampung untuk diluncurkan pada ajang internasional bergengsi dalam waktu dekat.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan ITN Malang gelar workshop finalisasi dataKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan ITN Malang gelar workshop finalisasi data. (Foto: Humas ITN Malang)

“Secara prinsip, ITN mendampingi KKP dalam mengembangkan sistem tersebut yang nantinya akan di-launching pada bulan Oktober dalam acara Marine Spatial Planning Summit (MSP Summit). Acara tersebut rencananya akan dibuka langsung oleh Pak Menteri dan dihadiri beberapa negara sahabat,” terang Gatsu akrab disapa.

Dosen PWK ini berharap sistem yang dibangun tak sekadar menjadi alat bantu teknis, melainkan menjadi basis pengambilan keputusan yang efisien bagi para pemangku kepentingan.

“Targetnya, selain mengejar momen MSP Summit, kami ingin membuat sistem di Ditjen Penataan Ruang Laut ini benar-benar memudahkan stakeholder, dan mempermudah proses penataan ruang laut Indonesia di KKP. Harapannya, sistem ini bisa menjadi sarana pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan memudahkan para pengguna,” pungkasnya. (Mita/Humas ITN Malang)




Peserta paparan Laporan Antara Penyusunan Peta Dasar Provinsi Jawa Timur dari perwakilan DPRKPCK Pemprov Jatim bersama tim ahli ITN Malang

On the Track! Progres Peta Dasar RTRW Jatim Tembus 84 Persen, DPRKPCK Jatim Makin Mantap Kolaborasi dengan ITN Malang

Peserta paparan Laporan Antara Penyusunan Peta Dasar Provinsi Jawa Timur dari perwakilan DPRKPCK Pemprov Jatim bersama tim ahli ITN Malang. (Humas ITN Malang).


Malang, ITN.AC.ID – Proyek strategis pemutakhiran Peta Dasar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Timur yang dikawal oleh Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menunjukkan perkembangan signifikan. Hanya berselang sebulan setelah laporan pendahuluan pada awal Juli lalu, progres pengerjaan pemetaan 38 kabupaten/kota di Jawa Timur kini telah mencapai angka 84 persen.

Kepastian ini terkuak dalam paparan Laporan Antara Penyusunan Peta Dasar Provinsi Jawa Timur yang digelar di Ruang Workshop Lembaga Pengembangan Kerjasama dan Usaha (LPKU) ITN Malang, Jumat (31/07/2026).

Staf Ahli ITN Malang dari Prodi Teknik Geodesi, Krishna Himawan Subiyanto, ST., M.Sc., menjelaskan, selain capaian fisik pemetaan yang hampir rampung, timnya juga bergerak cepat melakukan penyesuaian standar teknis terbaru dari Badan Informasi Geospasial (BIG).

Kepala LPKU ITN Malang, Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM., (tengah) bersama Kepala Bidang Penataan Ruang Wilayah DPRKPCK Jatim, Dr. Priyo Nur Cahyo, ST., MT., (kanan)

Kepala LPKU ITN Malang, Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM., (tengah) bersama Kepala Bidang Penataan Ruang Wilayah DPRKPCK Jatim, Dr. Priyo Nur Cahyo, ST., MT., (kanan) saat memberikan sambutan dalam Paparan Laporan Antara Penyusunan Peta Dasar Provinsi Jawa Timur di ITN Malang. (Humas ITN Malang)

“Target kami dalam laporan antara ini adalah menyampaikan progres pengerjaan pemetaan yang sudah menyentuh 84 persen untuk seluruh wilayah kabupaten/kota di Jawa Timur. Kemarin dari BIG ada penyamaan persepsi terkait standar pemetaan SNI yang mengalami updating. Karena kami sudah melakukan asistensi, ini jadi kesempatan untuk langsung menyesuaikan dengan standar terbaru mereka. Targetnya minggu depan penggambaran selesai dan September nanti semua rampung,” terang Krishna yang mengawal proyek ini bersama Ir. Gatot Subroto, ST., M.Ars., dari Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN Malang.

Kelancaran dan ketepatan progres ini makin memperkuat kepercayaan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Provinsi Jawa Timur terhadap kepakaran ITN Malang.

Kepala Bidang Penataan Ruang Wilayah DPRKPCK Jatim, Dr. Priyo Nur Cahyo, ST., MT., secara terbuka mengakui kapasitas akademisi ITN Malang dalam mengawal pekerjaan skala besar di tingkat provinsi.

Baca juga: Mantapkan Sistem Informasi Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan ITN Malang Gelar Workshop Finalisasi Data

“Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak ragu bekerja sama dengan ITN Malang. PWK di Jatim yang pertama berdiri itu di ITN, baru kampus lainnya mengikuti. Sebagai senior, saya yakin ITN bisa mengawal kegiatan skala provinsi,” puji Priyo.

Priyo juga menyoroti sinergi lintas sektor yang dimiliki ITN Malang, termasuk kolaborasi kampus bersama Ditjen Penataan Ruang Laut KKP. Menurutnya, tata ruang darat dan laut memang sudah seharusnya saling melengkapi.

Dari laporan yang disampaikan untuk peta dasar RTRW Jatim, Priyo menilai seluruh proses pengerjaan sudah on the track dan sesuai Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang disepakati, termasuk asistensi teknis bersama BIG yang sudah berjalan tiga kali. Melihat performa positif ini, DPRKPCK Jatim bahkan sudah bersiap memperluas jangkauan kerja sama dengan ITN Malang, mulai dari tahap Peninjauan Kembali (PK) RTRW hingga peluang pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi para ASN.

Suasana paparan Laporan Antara Penyusunan Peta Dasar Provinsi Jawa Timur dihadiri oleh tim ahli ITN Malang serta perwakilan dari DPRKPCK Provinsi Jatim di Ruang Workshop LPKU ITN MalangSuasana paparan Laporan Antara Penyusunan Peta Dasar Provinsi Jawa Timur dihadiri oleh tim ahli ITN Malang serta perwakilan dari DPRKPCK Provinsi Jatim di Ruang Workshop LPKU ITN Malang (Foto: Humas ITN Malang)

“Gayung bersambut, kami di pemerintahan dituntut memenuhi sertifikat minimal 20 JPL per tahun. Kami mengidentifikasi kebutuhan diklat seperti penilaian perwujudan RDTR dan peruntukan tata ruang. Harapan kami, ini bisa kita dikerjasamakan kembali dengan ITN Malang,” tambah Priyo.

Menanggapi kepercayaan besar tersebut, Kepala LPKU ITN Malang, Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM., menegaskan komitmen penuh institusi untuk mengawal proyek hingga tuntas, termasuk memastikan peta dasar tersebut mengantongi rekomendasi resmi dari BIG.

Baca juga: Percayakan Peta Dasar RTRW Jatim ke ITN Malang, DPRKPCK Wanti-Wanti Soal Reklamasi Ilegal

“Terima kasih atas kepercayaan Pemprov Jatim kepada ITN Malang. Bapak Rektor secara khusus berpesan dan berkomitmen mengawal kegiatan ini karena level tanggung jawabnya sangat besar. Kami pastikan tim tidak hanya menyerahkan peta jadi, tetapi akan terus mendampingi prosesnya sampai rekomendasi resmi dari BIG keluar,” tegas Ardiyanto.

Keterlibatan ITN Malang dalam pemutakhiran peta dasar Jawa Timur hingga penyiapan SDM daerah ini semakin mengukuhkan peran ITN Malang sebagai kampus yang berdampak nyata, di mana keahlian akademis dan riset perguruan tinggi memberikan solusi riil dan kontribusi langsung bagi pembangunan daerah. (Mita/Humas ITN Malang)