Mahasiswa Arsitektur ITN Malang foto bersama Ar. Andy Rahman, IAI, Principle Andyrahman Architect

Mahasiswa Arsitektur ITN Malang Bedah Inovasi Bata Andyrahman Architect hingga Eksotika Kota Tua Surabaya

Mahasiswa Arsitektur ITN Malang foto bersama Ar. Andy Rahman, IAI, Principle Andyrahman Architect. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Beda dari biasanya, gelaran Archi Tour 3.0 kali ini membawa rombongan mahasiswa Arsitektur S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) keluar dari zona nyaman. Jika sebelumnya mereka hanya mengunjungi di dalam Kota Malang, maka pada pekan pertama Juni 2026 kemarin, sebanyak 24 mahasiswa dari berbagai angkatan bertolak ke Surabaya. Perjalanan lintas kota ini jelas jauh lebih kompleks, tapi setara dengan ilmu yang didapat setelah menyusuri studio arsitek kondang, masjid unik, hingga sudut-sudut kota tua.

Mahasiswa Arsitektur ITN Malang mengunjungi Andyrahman ArchitectMahasiswa Arsitektur ITN Malang mengunjungi Andyrahman Architect. (Foto: Istimewa)

Daya tarik utama perjalanan ini adalah kesempatan melihat langsung dapur perancangan Andyrahman Architect. Koordinator kegiatan dari Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA), Muhammad Arif Wahyu Hidayat, mengungkapkan, biro ini sengaja dipilih karena rekam jejaknya yang kuat dalam mengawinkan arsitektur tropis kontemporer dengan napas Nusantara.

Insight terbesar yang ingin kami capai adalah memahami bagaimana material lokal yang sederhana seperti bata dapat dieksplorasi secara inovatif dan kontekstual di era modern tanpa kehilangan akar nilai Nusantaranya,” ujar Wahyu akrab disapa saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp beberapa waktu lalu.

Secara praktis, Wahyu menambahkan, lewat kunjungan ini mahasiswa ingin mempelajari cara mengolah material tersebut agar mampu merespons iklim tropis dengan baik. Seperti mengoptimalkan pencahayaan alami, ventilasi silang (cross ventilation), dan sirkulasi udara, serta melihat langsung penerapan konsep desain biophilic dalam ruang kerja profesional.

Baca juga: Belajar Survive di Dunia Kerja, Mahasiswa Arsitektur ITN Malang “Ngaji” Proyek ke Biro Alumni

“Eksplorasi bata inovatif tersebut kami saksikan langsung wujud terbangunnya saat mengunjungi Masjid Lego (Masjid Al-Fattah), Ambarteja, dan Larasrasa House. Di Masjid Lego, kamu melihat sistem konstruksi ramah lingkungan menggunakan bata interlock yang disusun presisi tanpa proses pembakaran untuk menekan emisi karbon,” bebernya.

Setelah puas membedah material modern, perjalanan mereka bergeser ke arah sejarah dan tata kota dengan mengunjungi Museum Siola dan kawasan Kota Tua Surabaya. Museum Siola memberi potret utuh mengenai perkembangan regulasi dan tata ruang Kota Pahlawan, sementara kawasan Kota Tua menjadi laboratorium visual terbuka yang kaya dengan koridor bangunan kolonial abad ke-18 hingga ke-20.

Bagi Nafila Azzalia, salah satu peserta, momen di studio Andyrahman dan penjelajahan kota tua menjadi yang paling berkesan. “Momen yang paling berkesan adalah saat berkunjung ke Andyrahman Architect, terutama ketika diajak melihat langsung laboratorium dan beberapa hasil eksperimen material yang mereka kembangkan,” tuturnya.

Rombongan mahasiswa Arsitektur ITN Malang berpose di Kota Tua SurabayaRombongan mahasiswa Arsitektur ITN Malang berpose di Kota Tua Surabaya. (Foto: Istimewa)

Sementara saat keliling kota tua, Nafila dan rombongan belajar tentang sejarah bangunan yang ada di sana, dan mencoba sirup jadul yang katanya pabrik sirup pertama yang didirikan oleh Belanda.

Kunjungan Studio Andyrahman ini pun sukses memicu motivasi belajarnya setelah melihat langsung ekosistem kerja profesional.

“Setelah melihat langsung suasana kerjanya, saya semakin termotivasi untuk menjadi arsitek. Saya melihat profesi arsitek tidak hanya tentang menggambar desain yang menarik, tetapi juga tentang berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, dan mencari solusi untuk berbagai permasalahan yang ada di lapangan. Itu membuat saya sadar bahwa kemampuan yang harus dimiliki arsitek sangat luas,” urai Nafila.

Ia juga mendapat sudut pandang baru mengenai fleksibilitas bahan bangunan lokal yang ternyata sangat dinamis. Salah satunya terkait material bangunan. “Di sana saya melihat bagaimana material bata dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk yang lebih inovatif, seperti bentuk segitiga, modul seperti lego, dan bentuk lainnya yang tidak biasa. Dari situ saya belajar bahwa material juga bisa menjadi bagian dari eksplorasi desain yang kreatif dan mempertimbangkan bahan baku material yang digunakan,” tambahnya.

Baca juga: Intip Pengolahan Air High Rate dan PLTSa Benowo, Mahasiswa Teknik Lingkungan ITN Malang Bedah Teknologi IPAM Modern dan Manajemen Sampah Surabaya

njungan akademik ini dirancang secara umum untuk menunjang Studio Perancangan Arsitektur di kampus, serta sangat membantu mata kuliah Teknologi Bahan Bangunan, Arsitektur Nusantara, Arsitektur Tropis, hingga Kritik Arsitektur. Untuk luaran langsungnya, HMA mewajibkan seluruh peserta membuat karya sketsa dan fotografi real-time di lokasi yang nantinya juga akan dilombakan.

Menurut Nafila, perjalanan ini menyisakan kehangatan tersendiri bagi internal organisasi. “Yang paling berkesan bagi saya adalah kebersamaan selama perjalanan. Mulai dari berangkat bersama, berdiskusi tentang bangunan yang dikunjungi, hingga bercanda bersama teman-teman. Momen-momen sederhana seperti makan bersama, dan selama kegiatan membuat hubungan antar anggota HMA menjadi lebih dekat,” tutup Nafila. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Prodi Bisnis Digital S-1, ITN Malang menggelar seminar bersama PT Victory International Futures (VIF) cabang Malang. (2)

Bukan Main Game, Mahasiswa Bisnis Digital ITN Malang Ramai-Ramai Pantau Pergerakan Emas Global Lewat HP

Prodi Bisnis Digital S-1, ITN Malang menggelar seminar bersama PT Victory International Futures (VIF) cabang Malang. (Foto: Istimewa)


Malang. ITN.AC.ID – Dunia trading dan investasi emas global selama ini mungkin terasa mengawang-awang bagi sebagian mahasiswa. Namun, suasana di Ruang Amphi Mesin Kampus 2, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) pada Jumat, (12/06/2026) kemarin mendadak serius ketika para mahasiswa dan dosen sibuk memandangi layar smartphone masing-masing. Bukan sedang bermain game atau scrolling media sosial, mereka rupanya sedang asyik mempraktikkan langsung kapan momen yang tepat untuk klik ‘Buy’ (beli) atau ‘Sell’ (jual) dalam simulasi investasi emas dunia.

Pengalaman seru ini tersaji dalam seminar bertajuk “Financial Growth In The Digital Era” yang digelar oleh Program Studi Bisnis Digital S-1 ITN Malang. Menariknya, acara edukatif tersebut lahir dari inisiatif mahasiswa Iwan Himawan. Iwan, yang menjadi satu-satunya mahasiswa Bisnis Digital ITN Malang yang Praktik Kerja Nyata (PKN) di PT Victory International Futures (VIF) cabang Malang, sengaja menginisiasi seminar ini.

Selain sebagai syarat selesainya masa PKN di divisi Tim Chief Manager Marketing (DFC Team), Iwan sukses mengalihkan konsep acara ini menjadi agenda resmi Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital.

Baca juga: Serunya Trial Class ITN Malang: Kupas Rahasia Personal Branding hingga Lirik Peluang Bisnis Anak Muda

Kaprodi Bisnis Digital ITN Malang, Dr. Agung Panji Sasmito, S.Pd., M.Pd., menyatakan, ilmu yang datang langsung dari praktisi industri seperti ini sangat mahal harganya, dan dapat membuka cakrawala baru, baik bagi mahasiswa maupun dosen.

“Ini materinya tentang investasi emas dalam dolar, sebuah hal yang benar-benar baru buat kami. Sangat bermanfaat karena langsung didemokan cara tradingnya lewat HP masing-masing,” ujar Agung.

Lebih dari sekadar cuan, Agung menekankan pentingnya bekal etika dalam dunia trading yang ikut diajarkan oleh tim VIF. “Harapannya mahasiswa tidak hanya tahu cara mainnya, tapi paham etikanya agar tidak asal-asalan. Semoga tahun depan komunikasi dan kerja sama seperti ini bisa terus terjalin,” tambahnya.

Kaprodi Bisnis Digital S-1, ITN Malang Agung Panji Sasmito bersama Chief Manager Marketing PT Victory International Futures, Dita Vinda Ratna SantiaKaprodi Bisnis Digital S-1, ITN Malang, Dr. Agung Panji Sasmito, S.Pd., M.Pd., bersama Chief Manager Marketing PT Victory International Futures, Dita Vinda Ratna Santia. (Foto: Istimewa)

PT VIF merupakan perusahaan pialang berjangka resmi yang berdiri sejak 2003 dan berpusat di Surabaya. Selama PKN Iwan mengaku banyak dihadapkan pada realitas dunia kerja. Ia sadar betul bahwa di era sekarang, gelar akademik saja tidak cukup menjamin kesuksesan tanpa diimbangi kepekaan terhadap perkembangan teknologi finansial.

“Selama PKN saya senang sekali, sangat memuaskan. Saya jadi tahu cara kerja trading secara fundamental dan teknikal,” cerita Iwan.

Menariknya, ia juga mengungkapkan kalau materi kuliah seperti Manajemen Risiko dan Manajemen Sumber Daya Manusia yang didapatnya di kampus ternyata sangat terpakai dan relevan di industri trading.

Baca juga: Bisnis Digital ITN Malang Gelar Trial Class, Bekali Gen Z Strategi Wirausaha dan Trading

Apalagi, Prodi Bisnis Digital ITN Malang sebenarnya sudah memiliki fasilitas laboratorium trading sendiri. Hal inilah yang membuat Iwan makin bersemangat untuk mendekatkan ilmu dari VIF ke kampusnya agar fasilitas laboratorium tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh rekan-rekannya.

Hadir sebagai pembicara utama, Chief Manager Marketing PT Victory International Futures, Dita Vinda Ratna Santia, yang membawakan materi “Membangun Mindset Pebisnis di Tengah Perkembangan Ekonomi Digital”. Dita mengupas tuntas rahasia di balik analisis teknikal. Mulai dari cara membaca pergerakan pasar lewat grafik harga, membaca tren, hingga menentukan timing yang pas untuk masuk atau keluar pasar.

Para peserta juga diajak membedah perhitungan harga emas global (XAU/USD) secara real-time. Lewat pemaparan ini, peserta dapat memahami bahwa pergerakan harga emas dunia dan penguatan dolar terhadap rupiah bisa dipantau langsung tanpa harus menunggu perkembangan harga fisik di dalam negeri.

Melalui skema perdagangan dua arah (two-way transaction) yang menjadi salah satu dari enam keunggulan VIF, di samping aspek legalitas, likuiditas tinggi, transparansi, dan pembatasan risiko (limit risk), trading emas digital menawarkan peluang fleksibel yang sangat dinamis.

Melihat suksesnya acara ini, Iwan menaruh harapan besar untuk masa depan jurusannya. Ia berharap Prodi Bisnis Digital ITN Malang kedepan bisa menjalin kemitraan yang lebih luas dengan perusahaan sejenis. Targetnya, angkatan selanjutnya bisa PKN dengan sistem konversi mata kuliah penuh (MBKM), sehingga mahasiswa bisa total menyerap ilmu industri tanpa perlu cemas dengan urusan presensi di kelas. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)