Prodi Teknik Informatika S-1, ITN Malang menyelenggarakan Pelatihan Pemrograman Web di SMKN 2 Singosari Malang

ITN Malang Tingkatkan Skill Pemrograman Web Siswa SMKN 2 Singosari Lewat Abdimas

Prodi Teknik Informatika S-1, ITN Malang menyelenggarakan Pelatihan Pemrograman Web di SMKN 2 Singosari Malang. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Program Studi Teknik Informatika S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menyelenggarakan Pelatihan Pemrograman Web dengan fokus PHP, MySQL, dan Bootstrap. Program pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) internal ITN Malang ini dilaksanakan selama 5 hari, tepatnya pada tanggal 17, 21, 22, 23, dan berakhir pada 24 Juli 2025.

Pelatihan yang berdurasi 15 Jam Pelatihan (JP) ini merupakan program hibah kompetitif, dan telah memasuki tahun kedua pelaksanaannya di SMK Negeri 2 Singosari, Kabupaten Malang. Pelatihan menyasar 108 siswa kelas XI Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Untuk memastikan pembelajaran efektif dan interaktif, siswa dibagi ke dalam tiga kelas, masing-masing berisi 36 siswa.

Tim Abdimas terdiri dari Mira Orisa, ST., MT., (ketua), dengan anggota Karina Auliasari, ST., M.Eng., dan Mariza Kertaningtyas, ST., MT., yang mewakili Prodi Teknik Industri. Keberhasilan program ini juga didukung oleh keterlibatan enam mahasiswa Teknik Informatika ITN Malang sebagai pendamping.

Mira Orisa mengatakan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan abdimas membuktikan kompetensi mereka di bidangnya, dan kemampuan berkolaborasi dengan dosen. “Kegiatan ini selain meningkatkan ilmu siswa, juga bisa menjadi portofolio berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja,” katanya saat dihubungi lewat sambungan Whatsapp, Kamis (24/07/2025).

Baca juga : Teknik Informatika Gelar “Trial Class Augmented Reality” untuk Siswa SMK, Kenalkan Teknologi Interaktif

Dijelaskan Mira, pelatihan bertujuan untuk meningkatkan ilmu dan keahlian siswa kelas XI RPL SMKN 2 Singosari dalam pemrograman web. Serta membekali mereka dengan kemampuan membuat sistem informasi berbasis web dengan fitur dasar CRUD (Create, Retrieve, Update, Delete) data.

Mahasiswa Prodi Teknik Informatika S-1, ITN Malang saat menjadi tutor Pelatihan Pemrograman Web di SMKN 2 Singosari Malang. (Foto: Istimewa)

“Dengan menguasai keahlian tersebut kami harapkan bisa menjadi modal awal bagi siswa untuk berkarir sebagai back-end developer setelah lulus,” lanjutnya.

Karina Auliasari turut menjelaskan, materi yang disampaikan dalam lima hari pelatihan mencakup instalasi Webserver XAMPP, pengenalan Bootstrap, dasar pemrograman PHP, pengenalan database MySQL, hingga pembuatan sistem informasi dengan fitur CRUD.

“Dengan bekal pelatihan, diharapkan siswa menjadi lebih kompeten di bidang pemrograman web. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana aktualisasi keilmuan dosen dan mahasiswa ITN Malang untuk berbagi keahlian kepada mitra SMKN 2 Singosari,” jelasnya.

Baca juga : Bukan Sekadar Promosi: ITN Malang Bangun Ekosistem Kolaborasi Berkelanjutan dengan Sekolah, Dimulai dari Mamumtaza

Setiap sesi disampaikan secara tatap muka langsung selama tiga jam per kelas, dengan detail materi sebagai berikut:

  • Hari 1:Konsep web server, pengantar front-end, instalasi XAMPP, menjalankan file PHP pertama, dan eksplorasi komponen Bootstrap.
  • Hari 2:Struktur dasar HTML, styling CSS, responsive design, serta praktik membuat halaman web lengkap dengan form, tabel, dan layout menarik menggunakan Bootstrap.
  • Hari 3:Sintaks dasar PHP, konsep request (GET/POST), pengantar database MySQL, koneksi PHP dengan MySQL, serta menampilkan data ke halaman web.
  • Hari 4:Alur kerja CRUD, sanitasi input, dasar keamanan database, serta praktik membuat fitur Create (menambah data) dan Read (menampilkan data).
  • Hari 5:Konsep update dan delete data, penanganan error, serta praktik membuat fitur Update (edit data) dan Delete (hapus data), menghasilkan sistem informasi berbasis web sederhana. (Mita/Humas ITN Malang)



Tim mahasiswa PWK ITN Malang saat menerima awarding Juara 3 Esai Social Impact, 2nd Geo Science National Competition 2025 UM

Esai Inklusif Mahasiswa PWK ITN Malang Sabet Juara 3 Nasional Geo Science 2025 UM

Tim mahasiswa PWK ITN Malang saat menerima awarding Juara 3 Esai Social Impact, 2nd Geo Science National Competition 2025 UM. (Tangkapan Layar Zoom Meeting)


Malang, ITN.AC.ID – Lima mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) berhasil meraih Juara 3 Esai Social Impact dalam ajang 2nd Geo Science National Competition 2025. Kompetisi esai tingkat nasional ini diselenggarakan secara daring oleh Prodi Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang (UM), berlangsung dari 6 Juni hingga 7 Juli 2025.

Tim kebanggaan ITN Malang beranggotakan M. Hafidzul Ahkam (2224021), Ester Parmanes (2224034), Muhammad Zaky Naufaldi (2224016), Azra Ulfaturrahmah (2224035), dan Maria Yustina Sriningsih (2224048). Mereka dibimbing langsung oleh dosen Endratno Budi Santosa, ST., MT.

2nd Geo Science National Competition 2025 menjadi platform bagi mahasiswa dari berbagai jurusan di seluruh Indonesia untuk menunjukkan inovasi. Kompetisi ini menarik partisipasi sekitar 80 karya ide dan inovasi. Mengusung tema “Geography in Action for SDGs: Innovations by Generation Z for a Sustainable Future,” melalui kompetisi ini berharap ilmu geografi dapat menjadi alat perubahan nyata dalam pembangunan berkelanjutan.

Selain esai, cabang lomba lain meliputi poster, peta, podcast, media audio visual, dan LKTI yang semuanya berfokus pada isu pendidikan sosial, lingkungan, dan kebencanaan. Para peserta ditantang untuk menggali ide kreatif, membangun solusi konkret, dan menyuarakan gagasan yang relevan dengan pembangunan berkelanjutan.

Baca juga : Modal “Nekat”, Mahasiswa ITN Malang Juara 2 Lomba Kuat Tekan Beton Nasional Petra

Tim PWK ITN Malang berkompetisi dalam kategori Social Impact dengan judul esai yang menarik: “Ruang-Masyarakat Inklusif dan SDGs: Refleksi dari Tata Ruang Era Majapahit.” M. Hafidzul Ahkam menjelaskan, kompetisi ini diikuti oleh banyak kampus dari seluruh Indonesia, dengan juara 1 dan 2 kategori esai diraih oleh tuan rumah, Universitas Negeri Malang.

Tim mahasiswa PWK ITN Malang Juara 3 Esai Social Impact dalam ajang 2nd Geo Science National Competition 2025 UM. (Desain/Humas)

“Kami memilih judul tersebut karena bertepatan dengan Studio Kota berbasis Kultural yang kami dapatkan di PWK, yang mempelajari tentang perkotaan Kerajaan Majapahit,” jelas Hafidz saat dihubungi lewat sambungan whatsapp, Selasa (22/07/2025).

Ia menambahkan, Tim PWK mengikuti kategori esai untuk menambah wawasan serta menghadirkan solusi untuk ruang yang sisi inklusifnya semakin menipis di masa sekarang, agar dapat berkembang lebih baik dan sejalan dengan poin-poin SDGs.

Lebih lanjut Hafidz menjelaskan, esai ini mengangkat isu maraknya penipisan ruang inklusif bagi perbedaan antar masyarakat, termasuk topik hangat seperti ketidak toleransian antar umat beragama di Indonesia. Tim kemudian merujuk kembali pada sejarah Majapahit sebagai titik peradaban yang menunjukkan tingginya sikap toleransi. Dari pelajaran toleransi Majapahit ini, mereka mengambil solusi-solusi yang dapat menghidupkan kembali ruang inklusif serta memperkuat SDGs poin 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan).

Maria Yustina Sriningsih menjelaskan, proses lomba dimulai dengan pengiriman esai, kemudian diumumkan tiga besar dalam kategori yang dipilih. Selanjutnya, ketiga tim finalis melakukan presentasi kepada juri melalui Zoom Meeting. Untuk presentasi, Tim ITN Malang diwakilkan oleh Ester Parmanes dan Maria Yustina Sriningsih.

Baca juga : Perjuangan Mahasiswa ITN Malang Nurul Afni Hanifa Meraih Perunggu di PON 2024

“Masing-masing dari kami mengerjakan pokok pembahasan yang berbeda, dimulai dari latar belakang, kemudian isu-isu yang dikaitkan dengan kilas balik sejarah toleransi pada peradaban Majapahit,” tambah Maria.

Maria berharap, kedepannya mahasiswa PWK dapat terus mengeksplorasi dan menuangkan ide-ide penataan kota dalam perlombaan, serta tetap semangat dalam upaya mencapai tata ruang yang inklusif. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Dr. (Cand). Ir. Gatot Subroto, ST., M.Ars, tenaga ahli ITN Malang menjelaskan materi pada Workshop Pemetaan Rencana Tata Ruang Tingkat Menengah 2025

Dr. Gatot Subroto, Tenaga Ahli ITN Malang Kupas Tuntas Analisis Spasial dalam Tata Ruang

Dr. (Cand). Ir. Gatot Subroto, ST., M.Ars, tenaga ahli ITN Malang menjelaskan materi pada Workshop Pemetaan Rencana Tata Ruang Tingkat Menengah 2025. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menjadi tuan rumah “Workshop Pemetaan Rencana Tata Ruang Tingkat Menengah 2025” yang diperuntukkan bagi perangkat daerah urusan Penataan Ruang Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Bertempat di Ruang Workshop Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) ITN Malang.

Workshop berlangsung selama empat hari, terbagi dalam dua gelombang: Kamis-Jumat, 17-18 Juli, dan Senin-Selasa, 21-22 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari “Workshop Pemetaan Rencana Tata Ruang Tingkat Dasar Tahun 2025” yang telah dilaksanakan pada bulan April 2025 di Surabaya.

Dr. (Cand). Ir. Gatot Subroto, ST., M.Ars, Tim LPKU menjelaskan, workshop ini bertujuan mendampingi pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Timur dalam menyusun analisis spasial tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) tingkat menengah.

“Untuk tingkat dasar sudah kita lakukan bulan April 2025 di Surabaya. Nah, untuk tingkat menengah ini diadakan di Kampus ITN Malang,” ujar Gatsu sapaan akrab Gatot Subroto yang juga merupakan tenaga ahli PWK ITN Malang.

Baca juga : ITN Malang dan Pemprov Jatim Gelar Workshop Tata Ruang Lanjutan, Perkuat Kapasitas Daerah dalam Penataan Wilayah

Ia menambahkan, fokus utama workshop adalah agar peserta dari kabupaten/kota memahami cara membuat dasar pola ruang, seperti peruntukan ruang untuk industri, permukiman, dan lainnya, hingga ke proses validasi data, topologi, layouting, sampai siap cetak. Dalam praktiknya, peserta diajak menganalisis kemampuan lahan, mengidentifikasi zonasi optimal pada kawasan, dan melakukan validasi data.

“Tidak boleh ada ruang yang salah peruntukan, tumpang tindih peruntukan, atau tidak ada peruntukan. Semuanya harus clear and clean,” tegas Gatsu. Peserta juga dilatih dalam pembangunan struktur data rencana tata ruang hingga semiologi dan layouting.

Peserta sedang mengikuti Workshop Pemetaan Rencana Tata Ruang Tingkat Menengah 2025 di LPKU ITN Malang (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Workshop ini melibatkan empat alumni Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN Malang sebagai pendamping. Mulai awal hingga akhir kegiatan berjalan lancar, dan para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. “Setelah sesi materi, peserta diberikan ujian praktik selama dua jam untuk menguji pemahaman mereka,” katanya.

Antusiasme peserta tidak berhenti pada materi workshop yang diberikan. Gatsu mengungkapkan ada banyak permintaan pelatihan tambahan dari peserta, seperti pembuatan webGIS sederhana, analisis citra satelit, dan identifikasi pola ruang ideal. “Banyak request yang harapannya bisa ditindaklanjuti,” katanya.

Menurut Gatsu, LPKU ITN Malang berencana melanjutkan program ini dengan workshop tingkat lanjut pada bulan Oktober/November mendatang, yang kemungkinan besar juga akan diadakan di Kampus ITN Malang.

Baca juga : ITN Malang Beri Pendampingan Workshop Pemetaan Tata Ruang DPRKP Cipta Karya Prov. Jawa Timur

“Jadi ada tiga tingkat: dasar, menengah, dan lanjut. Kami juga menyampaikan best practice beberapa analisis dan memang banyak kajian pelatihan yang bisa kami lakukan di luar dengan pemerintah provinsi,” jelas Gatsu.

Harapannya ITN Malang dapat menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam pembuatan tata ruang yang baik, diawali dari Provinsi Jawa Timur. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Studi Ekskursi PWK ITN Malang ke deHakims Aviary (1)

PWK ITN Malang Studi Ekskursi: Kunjungi deHakims Aviary, Kementerian PU, dan ATR/BPN

Studi Ekskursi PWK ITN Malang ke Kementerian Pekerjaan Umum. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Sebanyak 33 mahasiswa semester 5 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) baru saja merampungkan studi ekskursi selama empat hari di Jakarta, mulai Senin-Kamis, 14-17 Juli 2025.

Kunjungan ini dirancang untuk memperkaya wawasan mahasiswa tentang perencanaan kota, infrastruktur, tata ruang, dan sistem transportasi, dengan mengunjungi tiga tempat strategis: deHakims Aviary, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Belajar Transportasi dan Ekosistem di Ibu Kota

Perjalanan studi ekskursi ini menjadi sarana pembelajaran tentang sistem transportasi kota metropolitan. Mahasiswa merasakan pengalaman perjalanan dari Malang menuju Jakarta menggunakan kereta api, dilanjutkan dengan menjelajahi Jakarta menggunakan berbagai moda transportasi publik seperti TransJakarta (busway), Bus Jakarta Explorer, MRT, dan LRT. Dari satu tempat mereka berpindah dari MRT ke LRT untuk mencapai tujuan berikutnya. Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam beradaptasi dengan beragam moda transportasi massal untuk efisiensi.

“Kami ingin mahasiswa belajar tentang manajemen, dan moda transportasi publik. Di Jakarta yang kerap macet, transportasi umum menawarkan kemudahan dan efisiensi waktu,” ujar Arief Setiyawan, ST., MT., dosen pendamping studi ekskursi. Pengalaman ini diharapkan dapat membekali mahasiswa, dan bisa membandingkan moda wisata di Jakarta dengan daerah, serta memahami pentingnya transportasi massal dalam pengembangan kota.

Pengalaman unik mahasiswa didapat di deHakims Aviary, merupakan kandang burung raksasa milik artis Irfan Hakim. Aviary ini menampung sekitar 300 ekor burung dari 150 jenis, lengkap dengan ekosistem air, ikan, dan kura-kura. Kunjungan ini bertujuan untuk mengajarkan mahasiswa bagaimana menciptakan ekosistem di ruang kota dan menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan.

Baca juga : Lewat Instrumen Suplemen Konversi (ISK), Prodi PWK ITN Malang Raih Akreditasi Unggul

“Kunjungan ke Aviary Irfan Hakim ini tidak lepas dari peran serta Arie Kriting, alumnus PWK ITN Malang (angkatan 2023). Koneksi alumni sangat kami butuhkan untuk mengunjungi ke tempat-tempat diluar jangkauan kami, seperti di aviary ini,” lanjutnya.

PWK ITN Malang mengunjungi Kementerian ATR/BPN. (Foto: Istimewa)

Menjelajahi Infrastruktur dan Tata Ruang Nasional

Kunjungan selanjutnya difokuskan pada pemahaman mengenai infrastruktur dan tata ruang nasional. Tujuannya adalah Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Mahasiswa disambut oleh jajaran Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), yang dipimpin oleh Kepala Bagian Hukum, Kerja Sama, Komunikasi Publik, dan Data dan Teknologi Informasi, Sekretariat BPIW, Setyo Purnomo.

Di Kementerian PU mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam tentang tugas dan fungsi BPIW dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis serta rencana terpadu program pembangunan infrastruktur PU dengan pendekatan wilayah.

“Gedung Kementerian PU menjadi contoh nyata penerapan konsep Bangunan Gedung Hijau (green building), lengkap dengan teknologi smart parking-nya. Mereka juga menjelaskan keberhasilannya menghilangkan negative space. Seperti penutup estetis untuk AC yang juga meredam suara, serta inovasi dalam mengolah embun tetesan AC menjadi air minum,” papar Arief.

Kunjungan terakhir adalah ke Direktorat Jenderal Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN. Rombongan disambut oleh Kepala Bagian Hukum dan Kepegawaian, Gandiwa Yudhistira, yang mewakili Sekretaris Ditjen Tata Ruang. Mahasiswa diberi kesempatan untuk bertanya berbagai hal terkait implementasi ilmu PWK, kebijakan penataan ruang, dan isu-isu lokal dari daerah asal mereka. Pertanyaan datang dari mahasiswa berbagai daerah di Indonesia, seperti Mahakam Ulu, Rote, Madura, Sumba, dan Banjarmasin.

Mahasiswa dari Mahakam Ulu misalnya, bertanya tentang pembangunan di daerahnya yang belum merata, sementara mahasiswa dari Banjarmasin menanyakan tentang penanganan banjir yang kerap melanda wilayahnya.

“Pihak Kementerian ATR/BPN terkesan dengan antusiasme dan wawasan mahasiswa ITN yang berasal dari berbagai pelosok daerah. Kami juga menjelaskan tentang studio PWK ITN yang telah dilaksanakan di Mahakam Ulu, NTT, Sulawesi, dan NTB,” jelas Arief. Penggalian data mahasiswa di daerah-daerah menarik untuk dikerjasamakan dengan kementerian.

Studi Ekskursi PWK ITN Malang ke deHakims Aviary. (Foto: Istimewa)

Harapan Kolaborasi dan Pengembangan Wawasan

Studi ekskursi ini tidak hanya memperkaya wawasan tentang perencanaan wilayah dan kota, pariwisata, dan transportasi, tetapi juga melatih kemampuan koordinasi dan manajemen mahasiswa.

Harapan ke depan, studi ekskursi ini dapat menindaklanjuti atau menjadi potensi kerja sama dengan kementerian terutama dalam hal penyediaan data yang terkelola dengan baik. Kolaborasi antar program studi di lingkungan FTSP, seperti Teknik Lingkungan juga diharapkan dapat terwujud dalam seminar nasional. Misalnya tentang tata ruang berbasis lingkungan dengan Kementerian PU, serta potensi kerja sama dengan deHakims Aviary.

Baca juga : Mahasiswa PWK ITN Malang Hasilkan Rencana Perkotaan Baru Mahakam Ulu, Tuai Apresiasi Pejabat Daerah

“Dengan kerja sama dengan kementerian harapannya ITN Malang dapat menjadi sumber database yang relevan bagi pengembangan infrastruktur dan tata ruang nasional,” pungkasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Ketua Program Studi Teknik Sipil S-1 ITN Malang, Dr. Yosimson P. Manaha, ST., MT., menjelaskan seputar Teknik Sipil pada trial class Teknik Sipil ITN Malang

Siswa dari Berbagai Penjuru Indonesia Antusias Belajar Desain Struktur 3D dan RAB dengan REVIT di Trial Class ITN Malang

Ketua Program Studi Teknik Sipil S-1 ITN Malang, Dr. Yosimson P. Manaha, ST., MT., menjelaskan seputar Teknik Sipil pada trial class Teknik Sipil ITN Malang. (Tangkapan layar Zoom Meeting)


Malang, ITN.AC.ID – Prodi Teknik Sipil S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menyelenggarakan Trial Class Revit for Civil Engineering secara daring. Trial class ini menarik perhatian 40 siswa dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Sumatera Barat. Mereka antusias mempelajari cara membuat model struktur 3D dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) menggunakan perangkat lunak REVIT, layaknya seorang profesional, Kamis (10/07/2025).

Acara ini menghadirkan dua alumni dari Teknik Sipil S1 ITN Malang angkatan 2021, yaitu Mochammad Nuril Faizal Akbar, ST., dan Rakha Radhitya Putra Yudiyanto, ST. Keduanya lulus dalam 3,5 tahun dengan segudang prestasi, yang berbagi pengetahuan dan pengalaman secara langsung.

Ketua Program Studi Teknik Sipil S-1, ITN Malang, Dr. Yosimson P. Manaha, ST., MT., membuka sesi dengan memperkenalkan keunggulan Prodi Teknik Sipil yang telah terakreditasi “Baik Sekali” dari LAM Teknik. Ia menjelaskan, Teknik Sipil ITN Malang membekali mahasiswa dengan tiga bidang utama yaitu struktur, transportasi, dan sumberdaya air, serta didukung oleh geoteknik, dan manajemen konstruksi.

“Lulusan Teknik Sipil memiliki prospek karir yang luas dan bisa bekerja di mana saja, baik sebagai konsultan, kontraktor, ASN, BUMN, bahkan banyak yang sukses berwiraswasta,” ujar Yosimson.

Ia juga merinci cakupan bidang struktur yang meliputi perancangan bangunan tahan gempa seperti rumah tinggal, gedung bertingkat, jembatan, pelabuhan, terowongan, jalan raya, dan bendungan. Bidang transportasi mencakup darat, laut, dan udara, sementara sumber daya air meliputi sistem drainase kota, irigasi, bendungan, dan penyediaan air bersih. Dalam geoteknik, mahasiswa akan mendalami klasifikasi tanah, daya dukung tanah, dan pondasi. Tak kalah penting, manajemen konstruksi mengajarkan cara mengelola proyek agar efisien dari segi biaya, mutu, waktu, serta manajemen risiko dan K3.

Baca juga : Keunggulan Teknik Sipil ITN Malang Diakui LAM Teknik: Capstone Design Studio dan Prestasi Mahasiswa Jadi Sorotan

Yosimson menegaskan bahwa Teknik Sipil S1 ITN Malang menjadi pilihan yang tepat untuk melanjutkan studi. Teknik Sipil ITN berdiri sejak tahun 1969, saat ini telah memiliki lebih dari 10 ribu alumni yang menempati posisi strategis di ASN, BUMN, maupun swasta dan tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri. Teknik Sipil menawarkan kurikulum yang seimbang antara teori dan praktik, dengan 27 praktikum dan 10 laboratorium yang mendukung pembelajaran, termasuk studio tugas akhir dan studio capstone design.

Rakha Radhitya Putra Yudiyanto memberi materi pada trial class Teknik Sipil ITN Malang. (Tangkapan layar Zoom Meeting)

“Kami memiliki jumlah praktikum terbanyak di Teknik Sipil, yang secara khusus diarahkan untuk mempersiapkan mahasiswa terjun langsung ke dunia proyek,” tambahnya.

Sementara, Mochammad Nuril Faizal Akbar menjelaskan secara detail tentang Autodesk Revit, sebuah perangkat lunak Building Information Modeling (BIM) yang dikembangkan oleh Autodesk. Ia menjelaskan keunggulan Revit dalam pengerjaan gambar kerja atau DED (Detail Engineering Design) karena kemampuannya mengintegrasikan berbagai platform dan program pendukung lainnya.

“Autodesk Revit memungkinkan pengerjaan gambar arsitektur, struktur, serta MEP (Mechanical, Electrical, and Plumbing) dalam satu program yang terintegrasi,” terang Nuril. Menurutnya, program ini sangat efektif mempersingkat waktu dalam pemodelan gambar 3D, karena adanya integrasi antara pemodelan gambar 2D dan 3D.

Dikatakan Nuril, Revit dan BIM sangat penting di dunia teknik sipil. Revit adalah program yang mampu mengintegrasikan berbagai platform dalam satu wadah untuk pemodelan bangunan 2D/3D. Sementara itu, BIM adalah proses cepat berbasis 3D yang sangat membantu dalam perencanaan, desain, pembangunan, hingga pengelolaan bangunan secara efisien.

Baca juga : Kuliah Tamu ECIVE 2025 Bahas Peran Vital BIM 6D dalam Transformasi Energi Konstruksi

Ia juga memaparkan manfaat BIM, seperti koordinasi yang lebih baik antar pengguna, efisiensi desain melalui pembaruan otomatis, visualisasi desain yang superior, estimasi biaya yang lebih akurat, serta manajemen operasional dan pemeliharaan konstruksi yang lebih baik.

Di akhir sesi, dibimbing oleh Rakha Radhitya Putra Yudiyanto peserta diajak untuk mempraktekkan aplikasi REVIT, serta memberikan pengalaman langsung dalam mendesain struktur digital. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)