Luh Kadek Dera Erlinda, Mahasiswa Teknik Geodesi S-1 ITN Malang, Angkatan 2022

Digital Twin: Sentuhan Teknologi LiDAR Menyelamatkan Memori Sejarah Sumbawa

Luh Kadek Dera Erlinda, Mahasiswa Teknik Geodesi S-1 ITN Malang, Angkatan 2022. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Di tengah arus modernisasi yang kian deras, kita kerap lupa bahwa jati diri sebuah daerah tidak hanya dibentuk oleh gedung-gedung baru yang menjulang, tetapi juga oleh bangunan lama yang menyimpan jejak sejarah dan ingatan kolektif masyarakatnya. Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah salah satu wilayah yang kaya akan warisan arsitektur kayu, mulai dari rumah adat, istana kesultanan, hingga bangunan pemerintahan tradisional yang menjadi simbol kejayaan Kesultanan Sumbawa. Sayangnya, warisan ini terus berada dalam tekanan waktu, cuaca tropis, dan sifat material kayu yang rentan lapuk serta berubah bentuk seiring usia.

Di sinilah teknologi hadir, bukan untuk menggantikan budaya, melainkan untuk menjaganya tetap hidup. Melalui pendekatan Scan-to-BIM, berbagai teknologi mutakhir seperti LiDAR, fotogrametri, GNSS, SLAM, dan pemodelan digital digunakan untuk mendokumentasikan tiga bangunan bersejarah di Sumbawa Besar, yakni Bala Datu Ranga, Istana Dalam Loka, dan Istana Bala Puti. Hasilnya bukan sekadar visual tiga dimensi, melainkan representasi digital dengan ketelitian hingga tingkat milimeter yang dapat dijadikan fondasi penting bagi upaya pelestarian jangka panjang.

Presisi Digital: Melampaui Dokumentasi Manual

Menariknya, pendekatan ini tidak hanya berbicara soal kecepatan pengukuran bangunan. Ia menandai perubahan cara pandang terhadap pelestarian warisan budaya. Jika dulu dokumentasi dilakukan secara manual, terbatas, dan sering kali tidak menyeluruh, kini setiap sudut bangunan termasuk kolong rumah panggung, sambungan kayu, hingga detail struktur atap dapat direkam dengan padat dan presisi tinggi. Sebagai contoh, atap Bala Datu Ranga berhasil dipindai dengan kepadatan lebih dari 136 ribu titik per meter persegi. Ini bukan sekadar kumpulan angka, melainkan memori budaya yang disimpan dalam bentuk digital.

Baca juga : ITN Malang Sukses Selenggarakan Konferensi Internasional Bergengsi ICDSG 2025 di Bali, Gaet Peneliti Global

Istana Dalam Loka, bangunan kayu terbesar dan paling kompleks di Sumbawa, menjadi bukti nyata bagaimana teknologi mampu menembus batas yang sebelumnya sulit dicapai. Dengan menggabungkan Terrestrial Laser Scanner (TLS), SLAM, dan foto udara. Seluruh elemen bangunan dari atap bertingkat, deretan kolom panjang, hingga detail ukiran dapat direkam tanpa area kosong. Lebih jauh lagi, analisis geometrik mengungkap adanya kemiringan struktur akibat faktor usia, sebuah informasi yang sangat penting bagi restorasi berbasis data, bukan sekadar perkiraan visual.

Ilustrasi Istana Dalam Loka warisan budaya di Sumbawa, NTB. (Foto: Istimewa)

H-BIM: Jembatan Masa Lalu dan Masa Depan

Seluruh data hasil pemindaian kemudian dilebur ke dalam model H-BIM (Heritage Building Information Modeling) sebuah digital twin dari bangunan nyata. Pendekatan ini secara nyata menghapus batas antara dunia arsitektur, teknologi geospasial, dan pelestarian budaya. Model H-BIM memungkinkan pemantauan perubahan struktur dari waktu ke waktu, simulasi risiko kebencanaan, hingga penyusunan strategi konservasi berbasis bukti ilmiah.

Keberhasilan ini merujuk pada riset Tim Peneliti Geodesi S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) yang berkolaborasi dengan Leica Geosystem Indonesia, PT Indonav, Gintec, dan PT Amertha Geospasial Indonesia. Studi bertajuk “A Multi-Sensor LiDAR–Photogrammetry Workflow for 3D Documentation of Sumbawa Besar Heritage Sites Toward H-BIM Development” ini menegaskan bahwa penggunaan TLS adalah kebutuhan mendesak bagi bangunan kayu yang rentan deformasi.

Tantangan dan Harapan

Namun, ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian yakni teknologi ini tidak seharusnya hanya berhenti di tangan para ahli. Ketika model H-BIM diintegrasikan dengan WebGIS atau platform visual interaktif, masyarakat umum, pelajar, hingga wisatawan dapat ikut mengakses dan memahami nilai sejarah bangunan tersebut. Jika suatu hari bangunan kayu ini tak lagi bertahan akibat usia atau bencana, setidaknya kita tidak hanya mewariskan foto buram atau cerita yang tercerai-berai, melainkan arsip digital yang utuh dan dapat dipelajari lintas generasi.

Sangat disayangkan jika data seakurat dan sedetail ini tidak dimanfaatkan secara maksimal. Pemerintah daerah seharusnya menjadikan data H-BIM sebagai blueprint utama dalam setiap kebijakan restorasi dan pengelolaan cagar budaya. Tanpa integrasi ke dalam perencanaan dan kebijakan nyata, teknologi secanggih apapun berisiko berhenti sebagai proyek dokumentasi semata.

Baca juga : Arsitektur Sebagai Sarana Pelestarian Rumah Adat: Interaksi Budaya Lintas Generasi Menembus Ruang dan Peradaban (Beyond Interaction)

Penutup

Masa depan pelestarian warisan budaya tidak lagi hanya bertumpu pada pengrajin kayu, tapi juga pada insinyur geospasial, dan teknolog digital. Teknologi dan budaya bukan dua dunia yang saling bertentangan. Justru ketika keduanya berjalan bersama, kita dapat membangun jembatan kuat antara masa lalu dan masa depan. Dalam konteks Sumbawa, jembatan itu tersusun dari jutaan titik digital yang merekam setiap serat kayu, setiap kemiringan tiang, dan setiap jejak sejarah yang tak boleh hilang ditelan zaman. (*)

Catatan Redaksi: Opini ini didasarkan pada riset Luh Kadek Dera Erlinda yang berhasil meraih penghargaan Best Paper pada The 1st International Conference on Data Science and Geoinformatics (ICDSG) 2025 di Bali dan telah dipublikasikan pada jurnal IEEE Indonesia Section.




Moch. Ridho Kautsar, mahasiswa Teknik Sipil S-1 ITN Malang lolos program Magang Berdampak 2025

Dari Drafter ke Pengawas Proyek, Mahasiswa Teknik Sipil ITN Malang Lolos Magang Berdampak di Kementerian PUPR

Moch. Ridho Kautsar, mahasiswa Teknik Sipil S-1 ITN Malang lolos program Magang Berdampak 2025.


Malang, ITN.AC.ID – Moch. Ridho Kautsar, mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) kembali menunjukkan kompetensinya di tingkat nasional. Mahasiswa Teknik Sipil S-1 angkatan 2022 ini berhasil lolos dan menyelesaikan program Magang Berdampak 2025 di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tepatnya di Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) Wilayah VI Surabaya.

Ridho, menjalani program ini selama lima bulan penuh, terhitung sejak Agustus hingga Desember 2025. Motivasi utama mengikuti program ini adalah keinginannya yang kuat untuk mendapatkan pengalaman praktis yang jauh dari bangku kuliah serta menyerap ilmu dunia kerja secara langsung di instansi pemerintah sekelas Kementerian PUPR.

“Proses seleksinya cukup mudah dan terbuka bagi semua mahasiswa yang mau berusaha. Kuncinya ada pada kelengkapan administrasi yang teliti, seperti Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), dan tentu saja, CV yang menonjolkan keahlian spesifik kita,” jelas Ridho.

Awalnya, Ridho mendaftar untuk posisi Drafter CAD. Namun, di lapangan ia mendapatkan kepercayaan yang lebih besar.

“Saya diberikan tanggung jawab untuk menjadi pengawas pekerjaan. Tugas saya meliputi pengawasan konstruksi harian dan melakukan opname (pemeriksaan volume pekerjaan) pada beberapa proyek renovasi dan pembangunan di lingkungan Bapekom,” ungkap mahasiswa asal Kabupaten Malang ini.

Baca juga : Belajar Bersama Pakar, Siswa SMAN 4 Malang Eksplorasi 6 Program Studi di ITN Malang

Perubahan peran ini menjadi momen paling berkesan baginya. Ia merasa didukung penuh oleh lingkungan kerja yang suportif. “Meskipun instansi pemerintahan, suasananya sangat kekeluargaan dan welcome. Para mentor tidak menganggap saya orang luar, melainkan bagian dari tim. Dukungan inilah yang membuat saya percaya diri,” kenangnya.

Mahasiswa Teknik Sipil S-1 ITN Malang, Moch. Ridho Kautsar (paling kiri), lolos seleksi program Magang Berdampak 2025 bersama rekan tim lintas kampus. (Foto: Istimewa)

Selama magang, Ridho banyak menerapkan ilmu yang didapatkan di perkuliahan, terutama mata kuliah Manajemen Proyek dan Konstruksi Bangunan. Ilmu ini sangat terpakai saat memastikan kualitas bangunan dan mengecek gambar kerja di lapangan.

Sebagai peserta program “Magang Berdampak”, Ridho menetapkan target kontribusi nyata. Ia berupaya memastikan akurasi pengawasan proyek melalui opname yang teliti, sehingga volume pekerjaan sesuai kontrak dan kualitas bangunan terjaga.

Dengan mengikuti program ini Ridho ingin membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Sipil ITN Malang memiliki kompetensi teknis siap pakai dan adaptabilitas tinggi, demi menjaga nama baik kampus dan membuka jalan bagi adik tingkat untuk bisa magang di instansi bergengsi ini di masa depan.

“Secara hard skill, saya semakin paham bagaimana cara melakukan stock opname proyek pemerintah, membaca gambar kerja versus realisasi, dan memahami standar mutu Kementerian PU. Secara soft skill, saya belajar komunikasi profesional dan kepemimpinan. Saya harus berani menegur atau memberi arahan kepada pekerja di lapangan dengan cara yang baik,” katanya.

Menutup wawancara, Ridho memberikan pesan bagi mahasiswa ITN Malang yang ingin mengikuti jejaknya. Menurutnya, jangan ragu untuk melangkah, serta mempersiapkan administrasi dan portofolio sebaik mungkin sejak awal.

Baca juga : PUPR Pasuruan Perkuat Laboratorium, Gandeng ITN Malang dalam Pelatihan Teknis

“Buat CV yang jujur dan menonjolkan skill teknis kalian. Selain itu, jadilah mahasiswa yang fleksibel dan mau belajar. Di dunia kerja, peran kita bisa berubah sesuai kebutuhan proyek. Justru di situlah kita akan mendapatkan ilmu termahal. Tetap rendah hati dan jaga etika, karena sikap yang baik akan membuat kita diterima dengan tangan terbuka oleh lingkungan kerja,” pungkasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




The Winner Duta Kampus ITN Malang 2025, Oemboe Toenggoe Mbili Desmas dan Audrey Shabuna Jarsiy Sanjaya

Oemboe Toenggoe dan Audrey Shabuna Terpilih Sebagai Brand Ambassador ITN Malang 2025

The Winner Duta Kampus ITN Malang 2025, Oemboe Toenggoe Mbili Desmas dan Audrey Shabuna Jarsiy Sanjaya. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Aula Kampus 1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menjadi saksi lahirnya ikon baru bagi Kampus Teknologi dan Inovasi. Dalam malam Grand Final yang megah pada Kamis (11/12/2025), Oemboe Toenggoe Mbili Desmas (Arsitektur S-1), dan Audrey Shabuna Jarsiy Sanjaya (Bisnis Digital S-1) resmi dinobatkan sebagai The Winner Duta Kampus ITN Malang 2025.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, ajang pencarian brand ambassador ini mengusung tema “Step with Passion, Impact in Action”. Tema ini menekankan bahwa duta terpilih bukan sekadar wajah promosi, melainkan penggerak yang memberikan dampak nyata melalui aksi nyata.

Oemboe Toenggoe Mbili Desmas (Arsitektur S-1), The Winner Duta Kampus ITN Malang 2025. (Foto: Istimewa)

Oemboe Toenggoe: Inisiasi Program “InTerNet” dan “ITN Berbicara”

Oemboe Toenggoe mengungkapkan, perjalanannya dimulai dari kepercayaan teman-teman yang mendorongnya untuk serius di ajang ini. Sebagai mahasiswa Arsitektur, ia membawa visi besar untuk menjadikan duta sebagai pembimbing dan contoh bagi mahasiswa lain.

“Saya ingin merangkul teman-teman duta untuk mengenalkan ITN lebih luas lagi. Duta bukan sekadar model, melainkan kaki, tangan, dan tubuh bagi kampus untuk menggaet mahasiswa agar turut berkontribusi,” ujar Oemboe.

Baca juga : Ajang Prestisius Duta Kampus ITN Malang 2025 Lahirkan Brand Ambassador Baru

Ia mengusung program kerja unggulan bernama “InTerNet” (Inovasi Terpadu Network) untuk mengoptimalkan media sosial sebagai jendela mendalam bagi kampus. Selain itu, ia menginisiasi program “ITN Berbicara”, sebuah wadah pelatihan public speaking untuk mengatasi rasa minder dan meningkatkan kemampuan komunikasi mahasiswa ITN.

Audrey Shabuna Jarsiy Sanjaya (Bisnis Digital S-1), The Winner Duta Kampus ITN Malang 2025. (Foto: Istimewa)

Audrey Shabuna: Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat dan Potensi Mahasiswa

Senada dengan Oemboe, Audrey Shabuna Jarsiy Sanjaya terpilih berkat ketenangan, jiwa kepemimpinan, dan personal branding positif yang dimilikinya. Ia berkomitmen menjadi jembatan antara akademisi dan masyarakat melalui program pelatihan marketing online.

“Saya berencana menginisiasi pameran karya kolaboratif dan program pelatihan marketing bagi masyarakat dengan menggandeng dosen-dosen ITN yang ahli di bidangnya,” jelas Audrey.

Audrey juga menyoroti tantangan mahasiswa saat ini yang kurang berkontribusi dalam kegiatan kampus karena minimnya ruang. Melalui platform Duta Kampus, ia ingin menciptakan kegiatan yang mampu mewadahi berbagai potensi terpendam mahasiswa ITN.

Keseimbangan Akademik dan Profesionalisme

Sebagai frontliner, keduanya sepakat bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Oemboe menekankan pembagian skala prioritas yang ketat, sementara Audrey mengandalkan komunikasi yang intens dengan dosen dan pembina duta untuk menjaga keseimbangan antara tugas akademik dan tanggung jawab organisasi.

Pesan inspiratif pun mereka sampaikan bagi seluruh mahasiswa ITN Malang. “Jangan pernah menyerah, karena kegagalan merupakan pembelajaran untuk menjadi lebih baik. You belong here,” ungkap Oemboe.

Sementara Audrey menambahkan, “Berani mencoba dan terus cari potensi diri, karena usaha tidak akan mengkhianati hasil,” katanya.

Baca Juga : Kampus Teknik Lestarikan Tradisi: SMAN 8 dan SMPN 4 Malang Raih Juara 1 Festival Tari ITN Malang

Dengan terpilihnya Oemboe dan Audrey, diharapkan Duta Kampus ITN Malang 2025 dapat menjadi garda terdepan dalam membangun citra positif institusi serta menjadi penggerak bagi pengembangan soft skill mahasiswa di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Kepala LP2MB ITN Malang, Adhy Ariyanto, ST., MT., saat mengenalkan keunggulan ITN Malang.

Belajar Bersama Pakar, Siswa SMAN 4 Malang Eksplorasi 6 Program Studi di ITN Malang

Kepala LP2MB ITN Malang, Adhy Ariyanto, ST., MT., saat mengenalkan keunggulan ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Sebanyak 69 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Malang melaksanakan kunjungan studi “Belajar Bersama Pakar” di Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) selama tiga hari, mulai Senin – Rabu, (8–10/12/2025). Kunjungan ini bertujuan memberikan pengalaman praktis dan gambaran nyata dunia perkuliahan di bidang teknik dan teknologi bagi siswa kelas 11 yang memiliki minat khusus di bidang tersebut.

Kunjungan kali ini difokuskan pada enam program studi (prodi) yang diminati siswa, yaitu Teknik Informatika S1, Teknik Mesin S1, Teknik Industri S1, Teknik Elektro S1, Bisnis Digital S1, dan Teknik Sipil S1.

Kepala Lembaga Penerimaan dan Promosi Mahasiswa Baru (LP2MB) ITN Malang, Adhy Ariyanto, ST., MT., menjelaskan, Belajar Bersama Pakar diawali dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan ekosistem SMAN 4 Malang. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan umum ITN Malang oleh LP2MB, dan pengenalan mendalam tentang masing-masing program studi.

“SMAN 4 Malang memiliki hidden curriculum yang berkaitan dengan minat dan langkah karir siswa. Kunjungan ini harapannya dapat memberikan sesuatu yang baru, aplikasi nyata dari apa yang mereka pelajari di sekolah agar terasa kondisi riilnya di perkuliahan,” jelas Adhy.

Para siswa SMAN 4 Malang belajar di Teknik Sipil S-1 ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Setelah pengenalan umum, para siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok sesuai dengan prodi yang mereka minati. Setiap kelompok kemudian menuju prodi masing-masing untuk mendapatkan materi dan praktik yang diserahkan sepenuhnya kepada tim pengajar prodi.

Ndaru Susiatun, penanggung jawab (PJ) SMAN 4 Malang, bersama Putri Ariningtyas selaku PJ Kelas Profesi Mechanical and Digital (MD) menjelaskan, kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan kelas 11 yang berkaitan dengan karir profesi impian.

Baca juga : Hadapi Tantangan Baru Era Digital dan AI, Siswa SMAN 4 Malang Belajar Bersama Pakar di ITN Malang

“Kunjungan pakar ini adalah kelanjutan dan penguatan dari kurikulum baru yang mengelompokkan siswa berdasarkan bakat dan minat. Tujuannya agar mereka punya gambaran nyata dan lebih yakin tentang apa yang akan dipelajari di bidang teknik,” ujar Ndaru, yang sangat berterima kasih sekolahnya diterima dengan hangat di ITN Malang.

Salah satu siswa, Yehosua Yelzaac Salouw dari kelas profesi MD, menyatakan kegembiraannya bisa mengeksplorasi Teknik Sipil. “Awalnya saya tertarik Informatika, tapi ingin tahu juga Teknik Sipil itu seperti apa. Di Sipil, kami bahas bangunan tahan gempa. Ternyata perhitungannya lumayan, dan saya lebih enjoy dengan hitung-hitungan. Ini jadi tantangan tersendiri,” kata Yehosua.

SMAN 4 Malang “Belajar Bersama Pakar” di Prodi Bisnis Digital S-1, ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Di Teknik Sipil, para siswa berkesempatan belajar di berbagai laboratorium seperti Lab Beton, Lab Lalu Lintas, Lab Tanah, Lab Hidrolika, dan Komputer. “Paling menarik di Lab Beton dan Lab Tanah karena kami praktik langsung mencoba alat, seperti pengujian direct shear untuk mencari sudut geser tanah. Harapannya, ini bisa menjadi awal bagaimana kemungkinan yang saya hadapi jika nanti mengambil Sipil,” tambah Yehosua.

Siswa lain, Muh Daffa Rizqi Ramadhan menyatakan dirinya sudah mantap untuk masuk Teknik Sipil. “Peluang kerjanya pasti ada, apalagi Indonesia sedang fokus pada pembangunan infrastruktur. Saya tertarik karena di Teknik Sipil ITN Malang alatnya lengkap dan dosennya asyik,” ungkap Daffa.

Tak hanya program studi teknik, siswa yang memilih Bisnis Digital juga mendapatkan pengalaman berharga. Afdan, siswa peminatan Bisnis Digital merasa kunjungan ini super seru. Ia yang awalnya tidak tahu apa-apa, kini merasa paham.

Baca juga : Siswa Mamumtaza Intip Masa Depan Energi dan Manufaktur di ITN Malang: Terkesan dengan Lab EBT dan Pengujian Material

“Di Bisnis Digital saya belajar bagaimana memulai bisnis, dasar-dasar ekonomi, cara branding, mendapatkan sponsorship, dan bagaimana digitalisasi dalam bisnis,” tutup Afdan.

Kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya bagi SMAN 4 Malang setelah sebelumnya juga pernah melakukan kunjungan pakar ke Teknik Kimia ITN Malang. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan warna tersendiri bagi SMAN 4 Malang dan meningkatkan minat siswa untuk melanjutkan studi di kampus teknik swasta unggulan (ITN Malang) di Malang ini. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., bersama pemenang Duta Kampus ITN Malang 2025

Ajang Prestisius Duta Kampus ITN Malang 2025 Lahirkan Brand Ambassador Baru

Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., bersama pemenang Duta Kampus ITN Malang 2025. (Foto: Istimewa)


Malang. ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) sukses menggelar puncak ajang pencarian brand ambassador kampus melalui Grand Final Pemilihan Duta Kampus ITN Malang 2025. Acara bergengsi ini memasuki tahun ketiga dan diselenggarakan di Aula Kampus 1 ITN Malang pada Kamis malam (11/12/2025).

Sepuluh pasang finalis, yang telah melalui serangkaian tahapan seleksi ketat tampil memukau dan bersaing memperebutkan gelar juara dan Duta Favorit.

Open dance para finalis Duta Kampus ITN Malang. (Foto: Istimewa)

Kolaborasi Fashion dan Penghargaan Menggiurkan

Para finalis tampak gagah dan anggun dalam balutan busana yang menjadi simbol kolaborasi. Pada sesi utama, mereka mengenakan batik modern dari Brian Collection Malang. Khusus untuk babak 5 besar, busana yang dikenakan merupakan hasil kolaborasi spesial dengan SMK Cendika Bangsa, sebagai bentuk branding dan sinergi positif antara ITN Malang dengan SMK.

Baca juga : Lebih dari Sekadar Koneksi: Urgensi Duta Kampus dalam Membangun Citra dan Identitas Mahasiswa

Kompetisi ini menawarkan hadiah yang menarik, yakni gratis UKT 1 semester untuk Top 3, total hadiah uang tunai hingga 12 juta rupiah, serta hadiah hiburan lainnya. Selain itu, terdapat penghargaan khusus yang diberikan atas dukungan terbaik. Juara Suporter Terbaik pada malam grand final berhasil diraih oleh Teknik Sipil, yang langsung mendapatkan apresiasi uang tunai sebesar 1 juta rupiah dari Rektor ITN Malang.

Para juri. Ki-ka: Diankan Harissandy, S.IKOM, Adi Satriya, A.Md, dan Nur Adilla, SE., MM. (Foto: Istimewa)

Tema dan Proses Seleksi

Ketua Pelaksana Acara Pemilihan Duta Kampus 2025, Yosua Liandra Kybernan, menjelaskan bahwa ajang ini mengusung tema “Step with Passion, Impact in Action”. Tema ini menekankan pentingnya seorang duta tidak hanya melangkah dengan passion, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata dalam setiap aksi yang dilakukan.

“Saya berharap kepada finalis duta kampus ITN Malang 2025 menjadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran yang berharga dan tempat menemukan potensi diri masing masing,” kata Yosua yang terlihat gagah dengan jas merah dari FF Suit bersama panitia putra lainnya. Sementara panitia putri anggun dengan gaun merah dari Sunciel design.

Baca juga : Humas ITN Malang Gelar “Meet and Greet” Duta Kampus untuk Tingkatkan Citra Kampus

Proses seleksi Duta Kampus 2025 melalui tiga tahap utama, yakni tes tulis, tes wawancara, dan karantina. Sedangkan pada grand final tiga juri profesional bertugas memilih yang terbaik, yaitu Diankan Harissandy, S.IKOM (Top 10 Mega Bintang Indonesia 2024), Adi Satriya, A.Md (Putera Ekowisata Indonesia), dan Nur Adilla, SE., MM (Dosen Bisnis Digital ITN Malang).

Lima besar Duta Kampus ITN Malang mengenakan busana karya para siswa SMK Cendika Bangsa. (Foto: Istimewa)

Pemenang Duta Kampus ITN Malang 2025

Setelah melalui penilaian yang ketat, berikut adalah hasil akhir dari Grand Final Duta Kampus ITN Malang 2025:

  • The Winner Duta Kampus ITN Malang 2025 diraih oleh Oemboe Toenggoe Mbili Desmas (Arsitektur S-1) dan Audrey Shabuna Jarsiy Sanjaya (Bisnis Digital S-1).
  • Runner Up 1 (RU 1) adalah Satryo Ahmad Shodiq (Teknik Sipil S-1) dan Cut Puan Galuh Angelina (PWK S-1).
  • Runner Up 2 (RU 2) diraih oleh Nabil Muhammad Omar (Arsitektur S-1) dan Dea Stevani (Informatika S-1).
  • Duta Favorit diberikan kepada Raffael Aditya Eklesia Unru (Teknik Industri S-1) dan Desta Alzahia (Arsitektur S-1). (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)