Sebanyak 75 alumni ITN Malang mengikuti uji sertifikasi kompetensi bidang konstruksi.

Bersama Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, ITN Malang Proaktif Beri Sertifikasi Kompetensi Bidang Konstruksi ke Alumni

Sebanyak 75 alumni ITN Malang mengikuti uji sertifikasi kompetensi bidang konstruksi.


Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) memfasilitasi Uji Sertifikasi Kompetensi Bagi Lulusan Perguruan Tinggi Bidang Konstruksi (Jenjang 6) bersama Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Bina Konstruksi. Kegiatan ini atas kerja sama Pusat Karir ITN Malang dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) IV Surabaya. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Subbag Umum & Tata Usaha, BJKW IV Surabaya, Esthy Dwinda P, S.Sos., MT.

Sebagai perguruan tinggi yang proaktif dalam mendukung program sertifikasi tenaga kerja konstruksi, ITN Malang mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, BJKW IV Surabaya. Uji sertifikasi kompetensi dilaksanakan secara luring di Aula Kampus 1 ITN Malang pada Kamis (21/11/2024).

Diikuti 75 alumni dari berbagai jurusan di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan Fakultas Teknologi Industri (FTI). Dengan tujuan untuk meningkatkan dan menghasilkan sumber daya manusia di bidang konstruksi yang kompeten dan bersertifikat sesuai standar nasional maupun internasional.

Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., mengapresiasi Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Bina Konstruksi yang telah memberikan hibah uji sertifikasi kompetensi secara gratis. Menurutnya ini merupakan kesempatan yang baik bagi lulusan ITN Malang untuk bisa memperoleh pengakuan kompetensi bidang konstruksi.

“Terima kasih kementerian dan balai jasa konstruksi bisa memfasilitasi alumni kami. Kesempatan ini juga mohon digunakan sebaik-baiknya untuk melengkapi portofolio alumni, sehingga bisa mendukung dalam berkarir. Karena memang biayanya tidak murah,” ujar rektor saat membuka acara.

Baca juga:Kuliah Lapangan 2024 Teknik Sipil Kunjungi Empat Tempat, Mulai Perusahaan Hingga Bendungan

Menurut rektor, sertifikasi penting untuk menghadapi persaingan didunia kerja. Karena persaingan saat ini tidak hanya bersaing dengan sesama teman, namun juga artificial intelligence (AI) dan tenaga kerja dari luar negeri.

Rektor berharap kedepan tiap program studi di ITN Malang mempunyai studi kompetensi masing-masing. Beberapa prodi sudah konsisten menyelenggarakan uji kompetensi bekerja sama dengan lembaga sertifikasi profesi. Untuk menghadapi uji kompetensi tersebut ITN Malang berkomitmen menyiapkan skill mahasiswa lewat perkuliahan, praktikum, tugas, dan pembekalan.

Bersama Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, ITN Malang fasilitasi uji sertifikasi kompetensi bidang konstruksi. 

“Sehingga pada waktu uji kompetensi mereka sudah siap, dan bisa lulus 100 persen. Harapan kami nanti bisa dilaksanakan secara rutin, dan banyak yang mengikuti,” ujarnya.

Esthy Dwinda P, S.Sos ., MT., saat membacakan sambutan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, BJKW IV Surabaya menyatakan hal senada dengan rektor. Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, sektor konstruksi menghadapi tantangan yang kian kompleks. Maka, dibutuhkan tenaga kerja konstruksi yang berkompeten, dan memiliki kualifikasi yang diakui secara nasional maupun internasional.

“Dengan adanya jenjang sertifikasi 6, kami harapkan lulusan konstruksi di ITN Malang dapat menjadi tenaga profesional yang berdaya saing, berkualitas, dan siap terjun ke lapangan,” katanya.

Menurut Esthy, BJKW IV Surabaya dibawah Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR memiliki alokasi anggaran untuk ikut bertugas membina dan mencetak tenaga kerja konstruksi melalui kegiatan sertifikasi. Pada uji sertifikasi kali ini ada tiga bidang sertifikasi. Yakni, Manajer Lapangan Pelaksanaan Pekerjaan Gedung, Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Mitra kerjanya meliputi organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi, kabupaten, dan kota, SMK, perguruan tinggi khususnya yang memiliki bidang konstruksi. BJKW IV Surabaya telah melakukan uji sertifikasi di berbagai universitas di 6 provinsi di bawah wilayah kerjanya.

“Sesuai dengan amanat undang-undang. Misal kita bergerak di bidang konstruksi mau melamar di kontraktor/bidang jasa wajib memiliki sertifikat konstruksi. Berlaku juga pada pelaku jasa konstruksi, penyedia, tukang, maupun pemilik proyek harus bersertifikat,” ujarnya.

Baca juga:Teknik Listrik D-3 ITN Malang dan LSP Elektronika Nasional Gelar Sertifikasi PLC, Operator Connecting, dan Operator Fitting

Untuk itu BJKW menunjuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Bina Konstruksi Nusantara, dan Manajemen Konstruksi Nusantara untuk melaksanakan sertifikasi di ITN Malang. Dimana untuk jenjang 1-6 merupakan jenjang terampil, dan 7-9 merupakan jenjang ahli. Sertifikasi jenjang 6 berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang kembali.

“Kami berharap institusi perguruan tinggi, dan SMK yang memiliki bidang konstruksi bisa proaktif dalam memberikan sertifikasi kepada anak didiknya. Bisa langsung ke kami mengajukan permohonan pemberian sertifikat. Nanti akan kami tindak lanjuti pelaksanaan kegiatannya. Kita bersama bisa cetak tenaga kerja konstruksi agar mereka mampu bersaing,” pungkasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

 




ITN Malang dan PT Guna Bangun Perkasa resmi bersinergi

Kokohkan Sinergi, ITN Malang – PT Guna Bangun Perkasa Tandatangan MoU

ITN Malang dan PT Guna Bangun Perkasa resmi bersinergi.


Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dan PT Guna Bangun Perkasa Malang mengokohkan sinergi dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama (NKB) atau Memorandum of Understanding (MoU). Ditandatangani oleh Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D, dan Direktur Utama PT Guna Bangun Perkasa, Ir. R. Agoes Soerjanto, MT., di Ruang Sidang Pascasarjana, Kampus 1, Kamis (21/11/2024).

Rektor bersyukur ITN Malang dengan PT Guna Bangun Perkasa akhirnya bisa meresmikan kerja sama dengan penandatanganan MoU. Selama ini rektor memandang sudah banyak kontribusi yang diberikan oleh Pak Agoes selaku Direktur Utama PT Guna Bangun Perkasa ke ITN Malang. “Kami melihat selama ini Pak Agoes sudah banyak membantu dan berkontribusi dalam pengembangan ITN Malang,” ujar rektor.

Rektor berharapan, dengan kerja sama yang terjalin selama ini PT Guna Bangun Perkasa dapat memberikan saran dan masukan. Mengingat kondisi ITN sekarang sedang berusaha bangkit kembali di tengah persaingan dengan perguruan tinggi di Malang.

Harapan rektor disambut baik oleh Agoes. Sebagai alumnus Teknik Sipil S1, dan S2 ITN Malang Agoes tidak tanggung-tanggung dalam mensupport almamaternya. Menurutnya selama ini dia bisa berkembang, juga karena ITN Malang.  “Apa yang bisa saya support, akan saya bantu sesuai kemampuan saya. Tidak hanya sekedar tanda tangan (kerja sama), yang bisa saya komunikasikan dengan pemerintah daerah maupun pusat (terkait pengembangan ITN Malang), akan saya lakukan,” ujarnya.

Baca juga:Kukuhkan 578 Wisudawan, ITN Malang Komitmen Cetak SDM Unggul Di Bidang Teknologi

Dikatakan Agoes, melihat almamaternya semakin maju membawa kebanggaan tersendiri baginya. Agoes berharap mahasiswa-mahasiswa ITN Malang juga makin bisa bersaing dengan mahasiswa kampus ternama lainnya.

Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kaprodi Arsitektur S1 ITN Malang, Ir. Gaguk Sukowiyono, MT., dan Direktur Utama PT Guna Bangun Perkasa, Ir. R. Agoes Soerjanto, MT.

Sinergi antara ITN Malang dan PT Guna Bangun Perkasa telah terjalin lama, khususnya dalam program magang mahasiswa. PT Guna Bangun Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha khusus jasa konstruksi dan telah berkomitmen untuk menerapkan ISO 9001:2008 Quality Management System Tahun 2010.

Dengan track record tersebut maka ruang lingkup kerja sama kali ini pada kegiatan pembangunan kelembagaan perguruan tinggi dan bidang jasa konsultansi pemasaran, penempatan mahasiswa kuliah praktek (KP), praktik kerja lapangan (PKL) dan magang, serta pengembangan capacity building untuk penerapan pembelajaran hibrid dalam rangka implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dll.

Baca juga:LPPM ITN Malang Kenalkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) atau Good Manufacturing Practices (GMP)

Selain penandatanganan NKB, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Kaprodi Teknik Sipil S1, Dr. Yosimson P Manaha, ST., MT, dan Kaprodi Arsitektur S1 Ir. Gaguk Sukowiyono, MT.

Kaprodi Teknik Sipil S1 mengungkapkan, sinergi antara PT Guna Bangun Perkasa dengan ITN Malang khususnya Teknik Sipil sudah berjalan sejak lama. Selain mahasiswa bisa magang, tidak sedikit proyek yang telah dilakukan bersama. “Selama ini peran Pak Agoes untuk mahasiswa kami tidak kurang-kurang. Selain perusahaannya menjadi tempat magang, beliau juga memberi bantuan dana pendidikan baik UKT, SPP, dan lainnya,” ungkap Yosimson. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Mahasiswa ITN Malang meraih 5 medali dari Kejuaraan Taekwondo KBPP Polri Jatim Cup 2 2024

Mahasiswa ITN Malang Bawa Pulang 5 Medali dari Kejuaraan Taekwondo KBPP Polri Jatim Cup 2 2024

Mahasiswa ITN Malang meraih 5 medali dari Kejuaraan Taekwondo KBPP Polri Jatim Cup 2 2024.


Malang, ITN.AC.ID – Atlet Taekwondo Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) meraih 5 medali pada Kejuaraan Taekwondo Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Jatim Cup 2 2024. Terdiri dari dua medali emas dan tiga medali perak. Event tingkat nasional ini diikuti tujuh provinsi dengan lebih dari 1.500 peserta. Berlangsung mulai Jumat-Minggu (08-10/11/2024) di GOR Futsal ITS Surabaya.

Mahasiswa ITN Malang peraih medali emas adalah Diantok Rifai (Teknik Informatika, 2218011) kyorugi pemula U68, dan Rafi Ahmad Maulana (Bisnis Digital, 2419023) kyorugi pemula U58. Sedangkan medali perak diraih oleh Mubarok Alpatah (Arsitektur, 2122049) kyorugi pemula U54, Mehdi Satrio Hadi (Arsitektur, 2422009) kyorugi pemula U87, dan Vicka Humaidi (Teknik Sipil, 2321094) kyorugi pemula U58.

Diantok Rifai peraih medali emas sekaligus Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo ITN Malang mengatakan, UKM Taekwondo secara konsisten setiap tahun mengikuti berbagai event kejuaraan baik di tingkat regional, dan nasional. Bahkan tingkat internasional juga mereka ikuti selama lokasi penyelenggaraannya masih bisa dijangkau.

“Paling tidak maksimal tiga bulan sekali kalau ada event kami ikuti. Ini untuk meningkatkan prestasi individu, mencari pengalaman, dan pertemanan. Namun tetap disesuaikan dengan jadwal kuliah masing-masing, karena yang utama adalah kuliah,” ujarnya saat ditemui di Kampus 2 ITN Malang, Selasa (12/11/2024).

Baca juga:Tiga Atlet Taekwondo ITN Malang Raih 3 Medali Kejuaraan Taekwondo Piala PJ Wali Kota Malang 2024

Pada kejuaraan kali ini Diantok turun pada kelas kyorugi pemula U68. Dia bertanding satu kali pertandingan dengan tiga ronde melawan atlet dari Surabaya. Dalam pertandingan yang sengit tersebut Diantok sempat terkena tendangan di pipi kirinya hingga mengakibatkan lecet.

Mahasiswa ITN Malang turut berlaga pada Kejuaraan Taekwondo KBPP Polri Jatim Cup 2 2024.

“Saya ronde ke-3 terasa sudah habis nafas. Namanya juga pertandingan, cedera sudah lumrah. Saya juga cedera kaki dua kali karena ditangkis lawan. Harusnya menangkis dengan tangan yang berpelindung, namun ini dengan siku,” tambahnya.

Bukan kali pertama Diantok mendapatkan emas di kejuaraan taekwondo. Sebelumnya di Tangerang dia juga menyabet emas pada Kejuaraan Nasional Indonesia Big Fest Taekwondo Challenge 2023, dan di Madiun pada akhir 2023. Prestasi lainnya, medali perunggu di Jogjakarta Taekwondo International Open 2023.

Awal masuk kuliah di ITN Malang Diantok sudah tertarik dengan UKM Taekwondo. Menurutnya UKM Taekwondo merupakan salah satu UKM yang banyak prestasi. Anggotanya juga banyak dibanding UKM lainnya. “Melihat prestasi taekwondo ITN, maka saya memutuskan bergabung,” ujarnya.

Untuk menghadapi KBPP Polri Jatim Cup 2 2024 mereka berlima selain latihan rutin di kampus juga berlatih di Dojo Malang Rhino Fighter. Mereka dilatih oleh sabeum Amri Mahardika Pujana. Amri merupakan alumnus Teknik Geodesi ITN Malang.

Berbeda dengan Diantok, Rafi sudah mulai latihan taekwondo sejak kelas 4 sekolah dasar, dan sempat break pada musim pandemi Covid-19. Berlatih taekwondo sebenarnya bukan atas kemauan Rafi sendiri, namun atas desakan dari ayahnya. Setelah mengikuti latihan taekwondo Rafi akhirnya mulai terbiasa dengan kedisiplinan, dia juga mengaku tidak gampang sakit. Memang berlatih taekwondo dapat memberikan manfaat kesehatan fisik dan mental.

“Saya sewaktu kecil anaknya penakut, cengeng, gampang nangisan. Dibentak dikit nangis. Makanya ayah yang waktu itu juga pelatih taekwondo mendesak saya untuk ikut latihan, dan berlanjut sampai sekarang,” ungkapnya. Prestasi yang diperoleh selama sekolah Rafi pernah dua kali menyabet emas, dan dua kali menyabet perak.

Baca juga:Atlet Perisai Diri ITN Malang Raih 2 Juara pada Kejuaraan Satria Airlangga Cup IX 2024

Mahasiswa semester 1 ini dalam kompetisi KBPP Polri Jatim Cup tidak menghadapi kendala yang berarti. Rafi berhadapan dengan lawan dari Taekwondo Taman Madiun satu kali main dengan dua ronde, dan meraih 40 poin.

Selain latihan rutin di dua tempat (kampus dan dojo), Rafi juga rutin berlatih fisik. Biasanya dia melakukan jogging di sekitar Araya. “Kendala berarti sih tidak ada, tapi saya terkena tendangan kaki dan dipukul kiri-kanan. Alhamdulillah masih dalam taraf wajar,” ungkapnya. Selain olahraga seni bela diri, Rafi juga suka bermain badminton. Dia berkeinginan bisa menorehkan prestasi di olahraga tersebut. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

 




Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., PhD bersebelahan dengan Kepala Subdirektorat Pemetaan dan Pengelolaan Data Dasar, Dirjen SPPR, Kementerian ATRBPN, Vitriani, (2)

Bahas Implementasi Kerja Sama, ITN Malang Terima Kunjungan Kepala Subdirektorat Pemetaan dan Pengelolaan Data Dasar, Dirjen SPPR, ATR/BPN

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., PhD (lima dari kanan), bersebelahan dengan Kepala Subdirektorat Pemetaan dan Pengelolaan Data Dasar, Dirjen SPPR, Kementerian ATR/BPN, Vitriani, S.T., M.T., M.Sc., saat berkunjung ke ITN Malang.


Malang, ITN.AC.ID – Rektor Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menerima kunjungan Kepala Subdirektorat Pemetaan dan Pengelolaan Data Dasar, Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (Dirjen SPPR) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Vitriani, S.T., M.T., M.Sc. Vitriani beserta rombongan diterima di Ruang Sidang Rektorat Kampus 1 ITN Malang, pada Rabu (30/10)2024) lalu.

Kunjungan tersebut sebagai follow up hibah drone yang diterima oleh ITN Malang lewat Prodi Teknik Geodesi S-1. Perlu diketahui pada Oktober 2024 kemarin Teknik Geodesi telah menerima satu buah drone tipe DJI Mavic 3 Enterprise (M3E) sebagai peralatan survei dan pemetaan dari ATR/BPN. Selain ITN Malang juga ada delapan perguruan tinggi lainnya yang menerima.

Baca juga:ITN Malang Kawal Penyusunan Dokumen Dampak Lingkungan Lalu Lintas Jalan Mahakam Ulu, Kalimantan Timur

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., PhD menyatakan kesiapannya men-support badan pertanahan nasional dalam survei dan pemetaan. Menurutnya, ini adalah titik awal bagi ITN dan Kementerian ATR/BPN dalam kolaborasi.

“ITN Malang memiliki delapan center of excellence (COE). Salah satunya adalah DConS Center (The Center for Digital Construction and Smart Urban Management) yang nantinya bisa men-support kegiatan survei dan pemetaan,” ujar rektor.

Suasana diskusi ITN Malang dengan Kementerian ATR/BPN ke ITN Malang.

Senada dengan rektor, Vitriani juga berharap adanya hibah drone bukan menjadi akhir, tapi menjadi titik awal saling berkolaborasi untuk tujuan bersama. Dia menyebutkan, Kementerian ATR/BPN sekarang dalam tahap penyelesaian target pendaftaran tanah dan penataan ruang di seluruh Indonesia.

“Untuk itu terobosan kami salah satunya adalah menjalin kolaborasi dengan perguruan tinggi, dan akademisi untuk bisa ikut serta dalam percepatan program tersebut,” katanya.

Pihaknya berharap perguruan tinggi selain bisa berkontribusi menyelesaikan target kegiatan ATR/BPN, juga bisa memberikan masukan secara akademis terhadap hal-hal yang perlu diperbaiki dalam teknologi maupun sistem dalam survei dan pemetaan. “Harapannya dari ATR/BPN bisa menyelesaikan tugas dan fungsi target penyelesaian pekerjaan, dan kami bisa memberikan kontribusi kepada kampus untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi,” harapnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Dr. Debby Budi Susanti, ST., MT., Kaprodi Teknik Geodesi S-1, Dedy Kurnia Sunaryo, ST., MT., Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Kerjasama (LP2K), Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., dan Ir. Ketut Tomy Suhari, ST., MT., IPP, Kepala Center for Digitalisation Construction and Smart Urban Management (DConS Center).

Baca juga:Dukung Survei dan Pemetaan, ITN Malang Dapat Hibah Drone DJI Mavic 3 Enterprise Series dari Kementerian ATR/BPN

Kaprodi Teknik Geodesi S-1, Dedy Kurnia Sunaryo, mengatakan, dengan kerja sama ini ITN Malang bisa berkontribusi untuk pemetaan daerah-daerah yang belum memiliki peta 3D, maupun meng-update peta yang sudah ada. “Kami siap membantu mensukseskan program ATR/BPN. Kedepan harapannya juga ada kolaborasi riset yang bisa kita kembangkan bersama-sama antara ITN dan ATR/BPN,” tuntasnya.

Di akhir kunjungan, Rektor ITN Malang mengajak rombongan ATR/BPN untuk meninjau langsung DConS Center di Lt 2 Gedung Serbaguna Kampus 1 ITN Malang. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Dekan FTSP ITN Malang, Dr. Debby Budi Susanti, ST., MT., bersebelahan dengan Kaprodi Arsitektur S-1 ITN Malang, Ir. Gaguk Sukowiyono, MT., dan Kades Pongangan Aang Chunaifi

Tim Mahasiswa ITN Malang Buat Site Plan Wisata Desa Tebing Lowo, Pongangan, Gresik

Dekan FTSP ITN Malang, Dr. Debby Budi Susanti, ST., MT., (empat dari kanan) bersebelahan dengan Kaprodi Arsitektur S-1 ITN Malang, Ir. Gaguk Sukowiyono, MT., dan Kades Pongangan Aang Chunaifi.


Malang, ITN.AC.ID – Tim mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) berhasil menyelesaikan rancangan site plan wisata Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Hasil site plan wisata yang diberi nama “Tebing Lowo” ini dipresentasikan pada focus group discussion (FGD) antara pihak kampus, pemerintah desa, dan masyarakat setempat pada akhir Oktober 2024 lalu.

Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), ITN Malang, Dr. Debby Budi Susanti, ST., MT., menyatakan, desain/site plan wisata desa merupakan kerja sama antara FTSP ITN Malang dengan Desa Pongangan. FGD akhir antara kampus dengan pihak desa telah terlaksana dengan lancar. Bahkan pihak desa menyetujui desain yang dibuat oleh mahasiswa ITN Malang. Selanjutnya akan berlanjut ke tahap penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa Teknik Sipil S-1 ITN Malang.

“Dengan adanya RAB nantinya bisa diajukan sebagai anggaran pembangunan desa tahun depan. Menurut Bapak Kades rencananya awal tahun depan akan membuka jalur akses menuju ke lokasi tersebut,” jelas Debby saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang, Senin, (04/11/2024). Saat FGD Debby didampingi oleh Kaprodi Arsitektur S-1 ITN Malang, Ir. Gaguk Sukowiyono, MT., dan beberapa dosen FTSP lainnya.

Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN T) melibatkan 14 mahasiswa FTSP ITN Malang. Terdiri dari Prodi Arsitektur 4 mahasiswa, Teknik Geodesi 9 mahasiswa, dan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) satu mahasiswa. Mereka selama dua bulan tinggal di Desa Pongangan untuk menggali potensi desa. Mahasiswa berbagi tugas untuk mewujudkan keinginan warga desa memiliki tempat wisata.

Baca juga:ITN Malang Siap Dampingi Tiga Desa dalam Pembangunan Desa di Jawa Timur

Menurut Debby, dengan adanya KKN T ITN Malang khususnya FTSP bisa melihat skill mahasiswa dalam mengadopsi secara langsung masukan dari masyarakat dan menuangkannya ke dalam desain. Dari sini mahasiswa akan terlatih dalam mengidentifikasi permasalahan dan menggali potensi di desa, meningkatkan kemampuan adaptasi dengan situasi dan kondisi masyarakat, meningkatkan kepedulian, serta mampu meningkatkan soft skill mahasiswa seperti kemitraan, kerja sama tim, dll.

“Harapannya study base by project FTSP ITN Malang terus berlanjut. Mahasiswa benar-benar terjun ke lapangan untuk studi langsung, tidak hanya di bangku kuliah. Mereka bisa terlibat langsung di masyarakat, mitra, maupun stakeholder. Nantinya kerja sama tidak hanya dengan desa, tapi juga mitra, dan daerah,” lanjutnya.

Site plan wisata desa “Tebing Lowo” mengangkat konsep bioklimatik. Bioklimatik adalah pendekatan desain bangunan yang mempertimbangkan kondisi iklim dan lingkungan setempat. Tujuannya untuk menciptakan bangunan yang nyaman dan sehat bagi penghuni, dengan tetap menjaga lingkungan.

Menurut Yusdihadi Rahawarin, dengan konsep bioklimatik desain dirancang mempertimbangkan kontur alam, lingkungan, dan iklim yang ada di Tebing Lowo. Tebing lowo sendiri diambil dari nama lokasi yang dijadikan site plan. Kawasan Tebing Lowo awalnya merupakan kawasan bekas galian tambang kapur yang menghasilkan lubang seperti goa. Lokasi ini mangkrak bertahun-tahun dan menjadi habitat bagi kawanan kelelawar (lowo dalam bahasa Jawa).

Tim KKN T ITN Malang presentasi site plan wisata desa Tebing Lowo, di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik.

“Lokasi ini oleh masyarakat setempat disebut Goa Lowo. Awalnya pihak desa mengusulkan (nama) wisata Gua Lowo. Namun setelah kami survei sekarang lowonya sudah tidak ada, maka kami menamakan desain wisata ini dengan nama “Tebing Lowo”. Tempatnya memang berpotensi sebagai tempat wisata karena ikonik,” ujar mahasiswa Arsitektur S-1 ITN Malang ini saat ditemui di tempat terpisah.

Menurut Yusdi, kawasan Tebing Lowo memiliki luas 1,2 hektar. Terdapat dua tebing tinggi, dan jika sore tiba akan menampilkan pemandangan senja yang indah. Desain Tebing Lowo memiliki beberapa fasilitas, seperti kolam renang, gedung serbaguna, waterboom, amphitheater, grand house, area glamping, flaying flog, playground, tempat makan, dan lain-lain. Mahasiswa arsitektur tidak lupa menambahkan desain sayap lowo untuk transformasi bentuk atap bangunan. Desain lowo juga ditempatkan di gapura masuk dan tempat parkir sebagai lambang ikonik.

Membuat site plan wisata desa tidak hanya membuat desain saja, mahasiswa ITN Malang juga harus memperhitungkan akses ke lokasi. Pasalnya, untuk menuju ke Tebing Lowo warga Desa Pongangan belum memiliki akses jalan sendiri. Mereka harus memutar dan melewati desa yang bersebelahan. Hal ini tentunya akan menyulitkan akses wisatawan di kemudian hari. Untuk itu peran mahasiswa Teknik Geodesi S-1 ITN Malang sangat diperlukan untuk menentukan jalur akses masuk yang aman.

“Bersyukur ada data dari teman-teman teknik geodesi. Mereka melihat bahwa ada potensi jalur untuk akses jalan dengan melewati rumah warga. Jadi, kami yang dari arsitektur bagian mendesain, teknik geodesi mengambil data kontur, dan PWK pemetaan wilayah lokasi wisata, serta diskusi terkait aksesibilitas (ukuran kemudahan untuk mencapai suatu lokasi atau tempat),” beber Yusdi.

Baca juga:KKN Tematik Arsitektur Desa Kemantren Bidik Wisatawan Bromo

Aditya Chesta Adabi, mahasiswa Teknik Geodesi S-1 menambahkan, tim teknik geodesi melakukan pengukuran langsung di Desa Pongangan kurang lebih satu minggu. Sementara untuk mengolah data dilakukan secara berkala. Pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran GPS metode statik dan RTK (Real Time Kinematik). Serta, pengukuran survey topografi menggunakan Total Station untuk mendapatkan koordinat polygon dan detail lokasi.

Alhamdulillah tim kami tidak menghadapi kendala yang berarti. Hanya saja kami sempat mengajukan peminjaman alat GPS di kampus. Karena kondisi lapangan yang tidak memungkinkan untuk dilakukannya pengukuran topografi menggunakan TS (Total Station). TS hanya bisa mengcover 40 persen, sedangkan sisanya kami mengambil sampel ketinggian tanah menggunakan alat GPS,” terangnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)