Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., dan Ketua Umum Ikatan Surveyor Indonesia (ISI), Viviani Suhar, ST., melakukan penandatanganan kerja sama di Ruang LPPM, ITN Malang

Tambah Kompetensi Mahasiswa, ITN Malang Buka Kran Kerja Sama dengan Ikatan Surveyor Indonesia

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., dan Ketua Umum Ikatan Surveyor Indonesia (ISI), Viviani Suhar, ST., melakukan penandatanganan kerja sama di Ruang LPPM, ITN Malang, Rabu (26/06/2024). (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) membuka kran kerja sama dengan Ikatan Surveyor Indonesia (ISI). Penandatangan dilakukan Langsung oleh Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., dan Ketua Umum Ikatan Surveyor Indonesia (ISI), Viviani Suhar, ST., di Ruang  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITN Malang, Rabu (26/06/2024).

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., menyatakan, ITN Malang sedang giat-giatnya menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri serta lembaga sertifikasi profesi/kompetensi. Upaya ini untuk membekali lulusan dengan sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional sehingga siap bersaing di dunia kerja.

“Kami membutuhkan kerja sama dengan pihak profesional untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Harapan kedepan selain dengan teknik geodesi ISI juga bisa berkolaborasi dengan jurusan yang lain. Sehingga bisa menambah value added tentang pemetaan. Kami ingin lulusan kami dikenal memiliki kelebihan dengan kompetensi yang mereka punya,” ujar rektor.

Menurut rektor, lulusan teknik geodesi memiliki banyak peluang dan prospek kerja yang menjanjikan. Surveyor memiliki peran penting dalam survey dan pemetaan untuk proyek konstruksi dan peta. Tentunya peralatan, teknologi, dan kompetensi yang mumpuni sangat mendukung bagi seorang surveyor.

ITN Malang melalui Teknik Geodesi baru-baru ini telah digandeng Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk mendukung dan mensukseskan program ATR/BPN dalam Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Penandatanganan kerja sama dengan Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, dilakukan pada Maret 2024 lalu.

Baca juga : ITN Malang Digandeng Kementerian ATR/BPN Sukseskan Program PTSL

“Saat ini kami juga sedang menyiapkan pusat kajian unggulan (centre of excellence/COE) khususnya pada teknologi survey dan pemetaan. Pengolahan data dan servernya sedang kami lengkapi. Mungkin Juli (2024) siap di launching. Peluang surveyor di Indonesia terbuka luas, semoga kedepan semakin banyak yang bisa dikerjasamakan baik pelatihan-pelatihan atau lainnya,” imbuhnya.

ITN Malang dan Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) resmi kerja sama di berbagai bidang, khususnya penguatan kompetensi mahasiswa ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Ruang lingkup kerja sama antara ITN Malang dan Ikatan Surveyor Indonesia memuat beberapa bidang. Seperti, peningkatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan dan peningkatan peran serta sivitas akademika dan sumber daya manusia, Program MBKM, pendidikan lanjutan, pengembangan karir (career center), riset and development (R&D), magang (internship), dan kegiatan lain yang menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) merupakan asosiasi profesi bidang survey dan pemetaan yang didirikan pada tahun 1972. ISI berperan aktif dalam pengembangan profesi surveyor di Indonesia dan mendukung peran profesi surveyor dalam pembangunan nasional. ISI menjadi satu-satunya asosiasi profesi di bidang survey dan pemetaan di Indonesia yang merupakan anggota dari Federation Internationale des Geometres (FIG) atau Federasi Asosiasi Profesi Surveyor tingkat Internasional, serta The ASEAN Federation of Land Surveying and Geomatics (ASEAN FLAG) atau Federasi Asosiasi Profesi Surveyor tingkat Asia Tenggara.

Ketua Umum Ikatan Surveyor Indonesia, Viviani Suhar, ST., mengatakan, ISI berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia surveyor profesional yang kompeten. “Terima kasih kepada ITN Malang atas kerja samanya. ISI membantu menyiapkan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa yang akan lulus. Sehingga lulusan tidak hanya membawa ijazah dan nilai, namun juga membawa kompetensi,” katanya.

Sertifikasi merupakan suatu penetapan yang diberikan oleh LSP Survey Pemetaan ISI (LSP-ISI) terhadap seseorang untuk menunjukkan bahwa individu tersebut memiliki kompetensi untuk melakukan kegiatan bidang survey dan pemetaan sesuai bidang dan kualifikasinya. LSP Survey Pemetaan adalah lembaga sertifikasi profesi di bidang survey dan pemetaan/ informasi geospasial yang terpercaya resmi melengkapi kompetensi sertifikasi survey konstruksi LPJK, survey non konstruksi BNSP dan KKPK.

“Kami akan mensupport ITN Malang. Kita bisa menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi untuk mahasiswa dan bisa untuk umum. Materi uji kompetensi akan disesuaikan dengan SKK (Sertifikat Kompetensi Kerja). Skema yang dipilih disesuaikan dengan dunia kerja yang paling bisa menerima,” jelasnya.

Baca juga : ITN Malang Berperan Serta Susun Dokumentasi Dokumen Perencanaan dan Pengadaan Tanah untuk Indonesian Islamic Science Park

Penandatanganan kerja sama dihadiri juga oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), ITN Malang, Martinus Edwin Tjahjadi, ST., MGeomSc., Ph.D., Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Kerjasama (LP2K), Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., Prodi Teknik Geodesi S-1 ITN Malang, dan para asesor dari Ikatan Surveyor Indonesia (ISI). (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB) ECIVE, National Civil Fest 2024 ITN Malang

Lomba Kuat Tekan Beton ITN Malang Loloskan 10 Tim Masuk Final

Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB) ECIVE, National Civil Fest 2024 ITN Malang. (Foto: HMS ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Kebutuhan dan perkembangan sektor kontruksi yang semakin besar dan pesat semestinya diimbangi dengan efisiensi penggunaan bahan tanpa mengorbankan kualitas dan kekuatan konstruksi. Upaya tersebut sangat perlu untuk mengatasi dan mengurangi limbah yang dihasilkan dari sektor konstruksi. Berbagai inovasi telah dikembangkan oleh engineer dalam menanggapi tantangan keberlanjutan di industri konstruksi.

Menilik hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menggelar Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB) ECIVE, National Civil Fest 2024. Lomba kuat tekan beton mutu tepat mengusung tema “Mengoptimalkan Material dan Desain Campuran Beton yang Lebih Ramah Lingkungan”. Final day digelar di Kampus 1 ITN Malang, Sabtu (15/06/2024), diikuti oleh 10 finalis dari 25 tim mahasiswa teknik sipil dari berbagai universitas yang mendaftar.

Grivandi Umbu, sekretaris pelaksana mengatakan, sebelumnya ke-25 peserta telah diminta mengirimkan dua buah benda uji beton berbentuk silinder dengan diameter 15 dan tinggi 30 cm. Setelah melewati testing day, akhirnya terpilihkan 10 finalis yang akan mempresentasikan proposalnya.

“Dengan LKTB diharapkan peserta dapat mengoptimalkan penggunaan material dalam merencanakan beton mutu tinggi. Di sini peserta juga diminta membuat beton yang kuat dengan mutu tepat rencana,” katanya.

Peserta diminta mengintegrasikan material-material daur ulang ke dalam campuran beton sehingga dapat meminimalkan kebutuhan akan bahan baru. Adanya inovasi-inovasi dari mahasiswa tidak hanya berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan, tetapi juga menciptakan pondasi untuk industri konstruksi yang lebih efisien, inovatif, dan ramah lingkungan.

Baca juga : National Civil Fest 2024 Ajang Mahasiswa Sipil Berinovasi dan Mengembangkan Keorganisasian

Kompetisi LKTB Ecive 2024 ITN Malang dimanfaatkan oleh Tim Eljatar Athena, dari Universitas Tidar (Untidar) Magelang untuk melakukan efisiensi semen dan fly ash untuk menghasilkan kuat tekan beton mutu tepat. Beranggotakan Avel Aditya Ananta, Rimba Sugandhi, dan Enzo Arliansyach Alharitz, ketiganya mengaku baru kali pertama lolos menjadi finalis dalam lomba LKTB. Menurutnya banyak pengalaman yang didapat dalam mix design beton secara langsung dan manual.

Tim Eljatar Athena, dari Universitas Tidar (Untidar) Magelang sabet Juara 2 LKTB Nasional Ecive 2024 ITN Malang. (Foto: HMS ITN Malang)

“Baru kali pertama presentasi lomba rasanya berdebar. Dengan menjadi finalis kami jadi banyak tahu misal tentang admixture dan lain-lain,” kata Avel. Admixture adalah zat yang ditambahkan pada beton untuk mencapai sifat tertentu atau menambahkan suatu sifat beton tersebut.

Avel mengaku untuk menghasilkan benda uji timnya melakukan tiga kali trial di Magelang hingga mendapatkan proporsi yang diyakini. Mereka merencanakan menghasilkan benda uji dengan perhitungan kuat beton 40 Mpa, dan berhasil membuat benda uji 3,9 Mpa. Dari hasil kerjanya Tim Eljatar Athena meraih Juara 2 LKTB Ecive 2024 ITN Malang.

Sementara Tim Antares 65 dari ITS Surabaya melakukan mix design beton dengan melakukan efisiensi penggunaan semen dan fly ash. Antares 65 beranggotakan Muhammad Alfin Febriansyah, Valent Dita Wardoyo, dan Ananda Rizki Pramono. Mereka menentukan rancangan beton dengan dua metode, yakni metode American Concrete Institute (ACI), dan metode Department of Environment (DoE).

“Kami memilih metode ACI dengan mempertimbangkan persyaratan penggunaan semen. Menggunakan metode ACI lebih bisa menghemat penggunaan semen. Dalam perhitungan ACI memperhitungkan kadar perekat adukan beton (binder), komposisi antara semen dan fly ash. Setelah diketahui kami merencanakan beton dengan presentasi tersebut,” jelasnya.

Baca juga : Kompetisi Jembatan Teknik Sipil ITN Malang Undang Pakar Praktisi dan Akademisi

Mengikuti LKTB nasional baru kali pertama bagi anggota Tim Antares 65. Kurangnya pengalaman menjadikannya kurang beruntung pada penilaian benda uji. Karena ternyata ada yang kurang tepat pada campuran mixing gradasi antara agregat kasar dengan mortar, sehingga nilai beton kurang maksimal.

“Nilai beton tidak maksimal, ini mempengaruhi seluruh penilaian LKTB. Tapi cukup senang juga bisa lolos menjadi finalis. Kami banyak mendapat pengalaman terkait mix design, fly ash, dan admixture,” ujar mahasiswa semester 4 ini. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Tim juri Bridge Design Competition (BDC), National Civil Fest 2024, ITN Malang. Ainul Mustafid, dari PT Hutama Karya Infrastruktur

Kompetisi Jembatan Teknik Sipil ITN Malang Undang Pakar Praktisi dan Akademisi

Finalis Bridge Design Competition (BDC), Ecive, National Civil Fest 2024, ITN Malang datang dari berbagai universitas. (Foto: HMS)


Malang, ITN.AC.ID – Jembatan merupakan suatu konstruksi pelengkap dalam sistem transportasi jalan. Bagi mahasiswa teknik sipil pastinya sangat akrab dengan konstruksi jembatan. Mendesain jembatan inilah yang lombakan dalam Bridge Design Competition (BDC), Education of Civil Engineering (Ecive), pada gelaran National Civil Fest 2024, Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMS), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang).

Sebanyak 5 tim mahasiswa teknik sipil dari berbagai kampus adu kebolehan presentasi di depan juri, di Kampus 1 ITN Malang, Sabtu (15/06/2024). Mengusung tema “Iconic, Optimum, and Efficient Bridge Design with Modern Innovation for Sustainable Development”. BDC diharapkan menjadi wadah mahasiswa untuk merancang jembatan yang ikonik, optimum, serta efisien untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagai tim juri adalah dari pakar praktisi dan akademisi. Yakni, Ainul Mustafid, dari PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), dan Ir. Hadi Surya Wibawanto Sunarwadi, ST., MT., IPP dosen Teknik Sipil S-1 ITN Malang.

Ainul Mustafid mengatakan, sejauh penilaiannya secara keseluruhan tim BDC cukup baik dalam menyampaikan presentasi. Menurutnya dalam kompetisi mahasiswa harus melek dengan metode pelaksanaan, dan penerapannya. “Kalau di kampus yang diajarkan teori, padahal praktek di lapangan sangat diperlukan. Disini mereka menemukan masalah yang harus mereka pecahkan. Secara overall untuk penyajian presentasi hari ini sudah cukup bagus,” katanya.

Baca Juga : National Civil Fest 2024 Ajang Mahasiswa Sipil Berinovasi dan Mengembangkan Keorganisasian

Sebagai praktisi Afid panggilan akrab Ainul Mustafid memberi saran bagi tim mahasiswa yang ingin ikut kompetisi khususnya desain jembatan untuk memperhatikan beberapa hal. Seperti, memilih model dan jenis jembatan harus melalui kajian terhadap pemahaman lokasi jembatan yang dimodelkan. Termasuk menganalisa secara detail struktur bawah dan atas, serta dampak dari desain.

Tim juri Bridge Design Competition (BDC), National Civil Fest 2024, ITN Malang. Ainul Mustafid, dari PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) (tengah), bersama Ir. Hadi Surya Wibawanto Sunarwadi, ST., MT., IPP dosen Teknik Sipil S-1 ITN Malang (kiri), dan panitia. (Foto: HMS)

“Yang terpenting dan harus diperhatikan di awal adalah metode pelaksanaan, karena akan berujung pada keseluruhan pemilihan analisa. Dari konsep pemilihan desain, pemahaman terhadap situasi, dan pelaksanaanya juga harus jelas,” ungkapnya.

Ir. Hadi Surya Wibawanto Sunarwadi, ST., MT., IPP., dosen Teknik Sipil S-1 ITN Malang sebagai pakar akademisi menambahkan, lomba BDC menjadi simulasi nyata perencanaan jembatan. Di sini juri tidak hanya menilai, namun juga terjadi diskusi komprehensif (luas, menyeluruh, teliti dan meliputi banyak hal) dengan peserta. Sebagai tim juri mereka tidak hanya menuntut dan mengoreksi hasil kerja dan karya peserta lomba. Tim juri berharap munculnya ide-ide inovatif dari segi analisis atau justifikasi teknis terkait teori, visibilitas metode konstruksi di lapangan, dan kendala yang mungkin dihadapi.

“Kami selaku tim juri sangat puas terhadap karya seluruh tim. Untuk menjadi pemenang dalam kompetisi kami mengharapkan tim tidak hanya mampu menguasai teori, namun juga mampu menguasai metode kerja serta peka terhadap Kesehatan Keselamatan Kerja (K3), dan dampak lingkungannya,” harap Hadi yang juga memberi apresiasi kepada dosen pembimbing dari masing-masing tim.

Salah satu tim yang lolos final BDC adalah Tim Gama Vincent dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan anggota Roy Rinatza Zain, Ghulam Ruchdin, dan Vinsensius Ivan Raditya. Mereka membuat jembatan yang diberi nama Widya Kerta, yang bermakna jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan dan kebaikan antar warga. Tipe jembatannya adalah truss (jembatan rangka batang), terdiri dari struktur atas, bawah, dan tengah.

Vinsensius Ivan Raditya atau akrab disapa Radit mengatakan, inovasi jembatannya terbagi tiga, struktural, metode konstruksi, dan metode perawatan. Struktural menggunakan aplikasi sambungan baut dan las, untuk efisiensi biaya dan waktu. Sambungan titik menggunakan Metode Elemen Hingga merupakan salah satu metode numerik. Serta metode sliding dimana secara metode konstruksi belum umum digunakan di Indonesia. Untuk Metode perawatan salah satu inovasi yang ditonjolkan ada pada bagian sensor-sensor struktural. Dimana menurutnya banyak orang yang tidak memiliki data harga sensor.

Baca juga : National Civil Fest 2024 Ajang Mahasiswa Sipil Berinovasi dan Mengembangkan Keorganisasian

“Kebetulan dosen pembimbing kami punya data tersebut, sehingga kami dapat harga spesifikasi sensor. Jadi tidak asal menaruh sensor, tapi sesuai konstruksi dan tempat yang tepat. Dengan adanya sensor performa jembatan bisa dipantau secara real time. Sehingga dengan metode ini kami mengefisienkan harga sensor menjadi 2,4 persen dari total harga jembatan 26,7 Miliar,” jelasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Akl Kamali Hidayat, BIM Officer PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) saat memberikan kuliah tamu bertema “Digitalisasi Konstruksi” di ITN Malang

National Civil Fest 2024 Ajang Mahasiswa Sipil Berinovasi dan Mengembangkan Keorganisasian

Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS), Teknik Sipil S-1 ITN Malang sukses menggelar National Civil Fest 2024. (Foto: HMS)


Malang, ITN.AC.ID – Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menggelar berbagai kompetisi pada ajang National Civil Fest 2024. Setidaknya ada tiga kegiatan besar yang diusung. Yakni, Dies Natalis Teknik Sipil, Glam Vaganza, dan Education of Civil Engineering (Ecive).

Gunawan Julianto, ketua pelaksana mengatakan, rangkaian Dies Natalis ke-55 Teknik Sipil S-1 ITN Malang, Himpunan Mahasiswa Sipil mengadakan kuliah tamu yang dihadiri oleh alumni, sivitas Teknik Sipil S-1 ITN Malang, dan purna dosen. Sementara untuk Glam Vaganza, panitia menyelenggarakan mobile legend competition, dan badminton untuk internal mahasiswa teknik sipil.

Sedangkan Ecive merupakan perlombaan tingkat nasional skala akademik. Ecive 2024 melombakan tiga bidang, yakni Balsa Bridge Competition (BBC) untuk tingkat SMA/SMK sederajat, sementara Bridge Design Competition (BDC) dan Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB) diperuntukkan untuk mahasiswa. Final day dari ketiga kompetisi dilaksanakan secara serempak di Kampus 1 ITN Malang pada Sabtu (15/06/2024) lalu.

“Tujuan kompetisi untuk meningkatkan sumber daya manusia terutama pelajar dan mahasiswa. Di sini peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat, menyalurkan ide, dan berinovasi sesuai dengan bidang lomba,” kata Gunawan.

Baca juga : Dies Natalis Teknik Sipil S-1, Rektor Berharap Teknik Sipil Semakin Cepat dalam Melangkah

Kegiatan National Civil Fest 2024 sekaligus sebagai sarana untuk mengenalkan Teknik Sipil S-1 ITN Malang ke kalangan siswa SMK/SMA, mengeratkan hubungan mahasiswa Teknik Sipil ITN Malang dengan mahasiswa teknik sipil kampus lain, dan sarana mengembangkan diri bagi anggota kepanitiaan.

“Kegiatan ini merupakan program kerja tahunan bagi HMS. Sengaja kami gabung kegiatannya untuk melatih kepanitian, karena kebanyakan panitianya dari mahasiswa angkatan 2022-2023. Secara tidak langsung melatih keorganisasian dan pemahaman terhadap organisasi bagi mahasiswa,” imbuhnya.

Akl Kamali Hidayat, BIM Officer PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) saat memberikan kuliah tamu bertema “Digitalisasi Konstruksi” di ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Grivandi Umbu, sekretaris pelaksana menambahkan, Balsa Bridge Competition (BBC) untuk tingkat SMA/SMK menandingkan 5 tim yang lolos finalis dari 35 tim yang mendaftar. Pendaftar sebelumnya membuat prototype jembatan dan membuat video perakitan. Setelah menyelesaikan pembuatan jembatan, prototype dikirimkan ke panitia di Kampus 1 ITN Malang.

“Untuk BBC pendaftar ada yang dari Bandung, Semarang. Sistem perlombaannya merakit jembatan dari kayu balsa. Tiap tim ditempatkan di site (arena) perlombaan masing-masing untuk merakit jembatan sesuai waktu yang ditentukan. Setelah perakitan, jembatannya langsung diuji,” jelasnya.

Untuk Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB) diikuti 10 finalis dari 25 tim yang mendaftar. Pada final day masing-masing tim akan melakukan presentasi. Begitupun pada Bridge Design Competition (BDC), hanya saja pada BDC dari 30 tim yang mendaftar hanya diambil 5 finalis.

“LKTB dan BDC pada final day hanya presentasi dari proposal yang dibuat. Untuk LKTB sebelumnya peserta sudah mengirimkan dua benda uji berbentuk silinder dengan berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, sudah melewati testing day, dan terakhir presentasi,” kata Grivandi.

Menyemarakkan National Civil Fest 2024, HMS juga bekerja sama dengan Prodi Teknik Sipil S-1 ITN Malang menyelenggarakan kuliah tamu dengan menghadirkan dua narasumber. Yakni Achmad Farikhin, S.Si., Technical Sales Manager East Area, PT Kimia Konstruksi Indonesia, Consol yang menyampaikan materi “Teknologi Kimia Konstruksi”, dan Akl Kamali Hidayat, BIM Officer PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) dengan tema “Digitalisasi Konstruksi”.

Baca juga : Kuliah di Teknik Mesin S-1 Bisa Bantu Identifikasi dan Analisa Kegagalan Melalui Forensik Material

“Sebelumnya kami juga mengadakan workshop dengan tema Self Development with Building Information Modeling untuk pembelajaran autodesk revit. Workshop ini sangat cocok untuk pemula, karena diajarkan step by step oleh ahlinya,” imbuhnya. Workshop menghadirkan Yuli Kurniawan Engineer PT Andaruka KJ, Irvan Zamawi BIM Engineer PT PP, dan Cealvin Iriyanto R. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Moh. Syahrul Romadhon Sholeh, ST., M.Ars., (atas) menyampaikan materi Architecture Presentation Board pada Trial Class Arsitektur ITN Malang.

Pentingnya Architecture Presentation Board Bagi Arsitektur

Moh. Syahrul Romadhon Sholeh, ST., M.Ars., (atas) menyampaikan materi “Architecture Presentation Board” pada Trial Class Arsitektur ITN Malang. (Foto: Tangkapan layar zoom meeting)


Malang, ITN.AC.ID – Poster menjadi media penting dalam menyampaikan informasi visual. Poster adalah karya seni grafis yang berisi gambar, dan teks. Lewat poster inilah ide dan gagasan seorang arsitek dituangkan. Pentingnya poster bagi arsitek di bahas dalam Trial Class Prodi Arsitektur S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Rabu (11/06/2024).

Trial class bertajuk “Architecture Presentation Board” yang digelar secara online ini diikuti sekitar 37 peserta. Antusiasme peserta tidak hanya datang dari siswa SMK/SMA, tapi juga guru, bahkan ada mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi. Selain dari Malang Raya, peserta juga berasal dari Kota Blitar, Nganjuk, Sidoarjo, Tuban, Kota Kuningan Jabar, Batam, Kepulauan Riau, Kota Medan, Mataram, Kota Palangka Raya, Banjarmasin, Kota Baru Kalsel, Soe NTT, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Sekprodi Arsitektur S-1 ITN Malang, Hamka, ST., MT., menyampaikan, trial class menjadi sarana mendekatkan Prodi Arsitektur ITN Malang kepada khalayak khususnya lulusan dan siswa SMK/SMA. “Semoga ilmu yang diberikan dalam trial class ini bisa memberi manfaat dan motivasi adik-adik untuk belajar arsitektur. Kedepannya setelah kelas uji coba (trial class) bila ada yang tertarik bisa bergabung dengan kelas sesungguhnya di Prodi Arsitektur ITN Malang,” kata Hamka.

Hamka menyebutkan, Arsitektur ITN Malang juga akan membuka trial class offline pada 2-3 Juli 2024 mendatang. Waktunya bertepatan dengan acara Nata Karya Pameran Arsitektur ITN Malang. “Nata Karya diadakan di akhir semester. Memamerkan tugas dari mahasiswa arsitektur. Jadi nanti adik-adik belajar sekalian bisa melihat hasilnya,” imbuhnya. Dalam trial class ini Prodi Arsitektur ITN Malang juga memberikan benefit berupa e-sertifikat, dan potongan DPP 3 juta rupiah bagi peserta yang memutuskan kuliah di ITN Malang.

Baca juga : Angkat Dampak Proyek Arsitektur Pedagogis Berbasis Komunitas, Dosen Arsitektur ITN Malang Raih 2 Penghargaan di University of Sheffield, Inggris

“Architecture Presentation Board” disampaikan oleh Moh. Syahrul Romadhon Sholeh, ST., M.Ars., yang akrab disapa Adhon. Ia menyebutkan, pengertian arsitektur secara simpel adalah ilmu tentang rancang bangun. Dimana ilmu rancang bangun tidak hanya belajar seni, tapi juga teknik, serta banyak hal.

“Secara komplek di arsitektur mempelajari banyak hal. Salah satunya architecture presentation board,” katanya.

Sekprodi Arsitektur S-1 ITN Malang, Hamka, ST., MT., (kanan) menyampaikan sambutan pada trial class dari Studio Arsitektur. (Foto: Tangkapan layar zoom meeting)

Menurutnya, seorang arsitek tugasnya tidak hanya menggambar saja, tapi juga memberikan value dari gambar yang dibuat. Hal tersebut fungsinya untuk menunjukkan bahwa gambarnya memiliki makna. Untuk itu seorang arsitek perlu mengasah kemampuan menggambar/ mendesain dengan terus berlatih.

Dalam arsitektur juga membutuhkan creative thinking atau kemampuan berpikir kreatif. Kekritisan berpikir ini menjadi modal dalam arsitektur untuk menghasilkan sesuatu yang baru, merancang cara-cara baru untuk melaksanakan tugas, menyelesaikan masalah, dan menghadapi tantangan.

Architecture presentation board adalah alat untuk memamerkan karya yang berisi ringkasan keseluruhan terhadap visi projek. Digunakan untuk beberapa tujuan yang berbeda bagi student, profesional, dan lainnya.

Architecture presentation board dapat menunjukkan latar belakang projek kita. Bagi student untuk menjelaskan apa saja yang dipelajari selama 1 semester. Sebagai profesional untuk komunikasi ke khalayak umum dengan pameran, serta secara umum untuk menyampaikan banyak hal tentang ide arsitek,” jelasnya.

Baca juga : Angkat Labuan Bajo Mahasiswa PWK ITN Malang Raih Honorable Mention Lomba Esai Sewindu Proyek Strategis Nasional

Adhon menyarankan bagi mahasiswa arsitektur untuk membuat skema architecture presentation board mulai dari awal kuliah hingga skripsi. Presentation board bisa digabungkan menjadi portofolio yang bisa digunakan untuk melamar pekerjaan.

“Kalau kita sudah punya kemampuan desain yang bagus kita harus bisa menyampaikannya dengan cara yang bagus pula. Jangan sampai menjual ide dengan komunikasi yang tidak baik. Architecture presentation board dapat memberikan dampak positif pada diri,” tuntasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)