Alumni Planologi ’85 ITN Malang mengenang kebersamaan dengan menyanyikan lagu-lagu lama (1)

Bangkit dan Terus Berkarya, Reuni Planologi ’85 ITN Malang Dihadiri PJ. Wali Kota Malang dan Sekda Kota Samarinda

Pj. Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., (tengah-kiri) dan Sekretaris Daerah Kota Samarinda Ir. Hero Mardanus Satyawan, MT saat menghadiri reuni Planologi ’85 ITN Malang. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Merekatkan dan membangun silaturahmi terus dilakukan oleh alumni Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Tidak hanya dengan kampus, namun dengan sesama alumnus mereka juga saling membangun relasi. Eratnya ikatan emosional ini tercermin pada alumni Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) S-1 ITN Malang yang sebelumnya bernama Planologi.

Alumni planologi angkatan 1985 baru-baru ini menggelar temu kangen sekaligus membentuk dan memilih ketua adat alumni planologi ‘85. Temu kangen bertajuk Bangkit dan Terus Berkarya dihelat di Taman Indie Resto Kota Malang, Sabtu (16/12/2023). Dihadiri kurang lebih 19 alumnus dari berbagai kota, seperti Malang, Surabaya, Balikpapan, Jakarta dan Banjarmasin. Sementara jumlah alumnus planologi angkatan ’85 sebanyak 35 orang, empat diantaranya sudah meninggal. Dengan begitu ada alumnus yang tidak hadir dikarenakan kesibukan masing-masing yang tidak bisa ditinggalkan.

“Acara ini kami konsep dengan temu kangen. Untuk membentuk dan memilih ketua adat alumni planologi ’85, karena ketua adat sebelumnya telah meninggal dunia,” ujar Dwi Agus ketua panitia saat dihubungi lewat sambungan Whatsapp, Selasa (19/12/2023). Dwi Agus yang biasa disapa “Lare Osing” ini kemudian terpilih sebagai ketua adat planologi ’85 yang baru.

Baca juga : 20 Tahun Bermitra, ITN Malang-Kabupaten Sumbawa Kembali Perpanjang Kemitraan untuk Tingkatkan SDM

Temu kangen Planologi ’85 ITN Malang ini menjadi momen spesial. Pasalnya turut dihadiri oleh orang penting dari Kota Malang dan Kota Samarinda, yakni Penjabat (Pj.) Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., dan Sekretaris Daerah Kota Samarinda Ir. Hero Mardanus Satyawan, MT. Selain itu juga turut hadir Wakil Dekan 3 FTSP ITN Malang, Ida Soewarni, ST., MT., Sekretaris Prodi PWK S-1 ITN Malang, Ir. Titik Poerwati, MT., dan Kaprodi PWK ITN Malang Periode 2019-2023, Dr. Agung Witjaksono, ST., MT, dimana ketiganya merupakan alumni planologi ’85.

Pada kesempatan tersebut selain temu kangen mereka juga membahas data base khusus alumni Planologi/PWK ITN Malang. Sehingga bisa dimanfaatkan sebagai market ITN Malang ketika promosi ke masyarakat.

Alumni Planologi ’85 ITN Malang mengenang kebersamaan dengan menyanyikan lagu-lagu lama. (Foto: Istimewa)

“Kami juga membahas peran serta alumni planologi untuk institusi sebagai wujud peran serta kami ikut andil dalam pembangunan di Indonesia. Ini agar bergeraknya tidak individu, namun dalam satu naungan. Bagaimanapun juga fungsi alumni bisa membantu adik-adik dalam berkarya dimanapun untuk lebih berkembang,” bebernya.

Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Ir. Hero Mardanus Satyawan, MT dan Pj. Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM yang hadir turut bersama seluruh peserta reuni mengenakan kaos merah bertulis ’85 yang menandakan angkatan 1985.

Ir. Hero Mardanus Satyawan, MT yang jauh-jauh hadir sangat bersyukur akhirnya bisa ikut berkumpul dengan rekan seangkatan. “Untuk bertemu baru bisa direalisasikan sekarang. Diharapkan angkatan planologi ‘85 bisa saling menjaga, serta menyepakati hal-hal yang sudah disampaikan guna saling mendukung (antar alumnus dan dengan institusi),” kata Hero singkat.

Baca juga : Wagub Kaltim Bangga Alumni ITN Malang Berkontribusi Membangun Kaltim

Sementara Pj. Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM menyampaikan, alumni planologi ’85 merupakan satu keluarga. Mereka ada yang menjabat, menjadi pengusaha, dosen dan lain sebagainya. Semuanya saling mendukung dan membantu.

“Tidak hanya alumni angkatan ’85, dengan alumni angkatan lainnya kami juga saling mendukung. Semoga reuni tidak hanya berlangsung di Kota Malang saja, namun juga bisa dilaksanakan di kota lainnya, seperti Samarinda, Surabaya atau Bali,” katanya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat menyapa peserta Seminar Nasional ITN Malang.

Seminar Nasional ITN Malang Mengkaji Signifikansi Sinergitas Era Digital 5.0 dengan Sustainable Green Technology

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat menyapa peserta Seminar Nasional ITN Malang.


Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional (ITN Malang) menggelar seminar nasional tahunan dari dua fakultas sekaligus. Yakni Semsina (Seminar Nasional Teknik Sipil dan Perencanaan) dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan Seniati (Seminar Nasional Inovasi dan Aplikasi Teknologi di Industri) dari Fakultas Teknologi Industri (FTI), pada Sabtu (09/12/2023).

Wakil Rektor 3 ITN Malang, Dr. Hardianto, ST., MT., mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak atas segala upaya yang telah dikerahkan dalam pelaksanaan Semsina dan Seniati yang diselenggarakan secara daring lewat zoom meeting, dan disiarkan secara langsung di platform Youtube ITN Malang Official.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberi kontribusi signifikan terhadap sinergitas di era digital 5.0, dalam teknologi hijau berkelanjutan di Indonesia,” ujar Hardianto, dalam sambutannya.

Pembukaan seminar nasional ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Dalam sambutannya Wagub Jatim ini menyapa segenap sivitas akademika ITN Malang dan seluruh peserta seminar. Ia mengungkapkan dukungannya terhadap kegiatan seminar nasional, dan melihatnya sebagai upaya untuk mengubah pola hidup masyarakat ke arah sustainable development yang berwawasan lingkungan.

“Kita harus mereorientasi pola pikir kita bahwa pembangunan berwawasan hijau kedepannya justru menjadi potensi pertumbuhan ekonomi yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan. Salah satunya lapangan kerja yang tercipta akan semakin besar, serta mencegah malapetaka ekonomi,“ paparnya.

Baca juga : Wicha Power Bank Wireless yang Ramah Lingkungan Buatan Mahasiswa Teknik Elektro ITN Malang

Lebih lanjut ia mengungkapkan, era digital 5.0 ini juga menyoal tentang bagaimana perkembangan teknologi membuat ecological footprint manusia semakin terbatas. Dimana semua orang mampu berkegiatan secara ekonomi, sosial, tanpa berdampak terlalu besar pada lingkungan hidup, seperti teknologi sensor misalnya.

Sementara itu ketua panitia seminar, Dr. Maria Christina Endarwati, ST., MIUEM mengatakan, kegiatan seminar bertujuan mensinergikan teknologi dengan pembangunan di segala sektor. Seminar nasional diikuti 132 peserta dari Malang Raya, dan berbagai daerah dari seluruh Indonesia, seperti Jakarta, bahkan ada yang dari Papua.

Peserta zoom meeting Seminar Nasional ITN Malang.

“Dari sini diharapkan akan semakin kuat sinergi yang dibangun di semua sektor. Seperti bagaimana melibatkan teknologi dalam perencanaan kota. Contohnya sistem transportasi dengan transit oriented development (TOD) seperti di Jakarta. Moda transportasi satu terhubung dengan moda yang lainnya,” ungkapnya.

Seminar nasional yang bertajuk Sinergitas Era Digital 5.0 dalam Pembangunan Teknologi Hijau Berkelanjutan menghadirkan tiga keynote speaker yang satu diantaranya dari internal kampus. Mereka adalah Muhammad Yusef Tiansyah, SE., M.MT., Perekayasa Madya Lab TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) Badan Riset dan Inovasi Nasional. Satriyo Krido Wahono, Ph.D., Head of Research Center for Food Technology and Processing of BRIN. Serta Dr. Ir. Agustina Nurul Hidayati, MT., yang merupakan Dosen Prodi PWK S-1 ITN Malang.

Melalui penelitiannya, Muhammad Yusef Tiansyah SE., MMT., mengusung kontribusi teknologi modifikasi cuaca (TMC) terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) sektor listrik dan air minum. Serta mendukung produksi energi terbarukan.

“TMC merupakan teknologi murah. Dua banding sepuluh dengan penyemaian hujan buatan menggunakan pesawat. Kemudian dapat menambah curah hujan sebesar 20 hingga 30 persen,” papar Yusef.

Sementara Satriyo Krido Wahono Ph.D memaparkan adaptasi dalam menghadapi industri 4.0 dan society 5.0, fokus utama revolusi industri 4.0, shorten time to market, increase flexibility dan boost inefficiency. Menurutnya, era society 5.0 penolakan terhadap industri, yaitu manusia sebagai pusat teknologi. Ia juga menjabarkan pekerja saat ini diharapkan memiliki skill abad 21, diantaranya cara berpikir, bekerja, sarana bekerja, dan cara hidup.

Baca juga : Ikut Peduli Terhadap Kualitas Air Sungai Brantas, ITN Malang Dukung Brantas Project Clean Industry Initiative

Sebagai pembicara terakhir Dr. Ir. Nurul Hidayati MT mengusung transformasi ekonomi-infrastruktur berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Ekonomi Indonesia pasca covid-19 dianggap sebagai wake up call akan pentingnya transformasi ekonomi.

“Untuk mempercepat transformasinya beberapa hal bisa kita lakukan. Investasi dan perdagangan luar negeri, industri dan pariwisata, ekonomi maritim, ketahanan pangan, dan ekonomi sirkular,” terang Dosen Prodi PWK ITN Malang ini. (Rini Anjarwati/Internship Humas ITN Malang)




Widiyanto Hari Subagyo Widodo, ST., MSc dosen PWK ITN Malang menjadi pemateri pada Bimbingan Teknis Dasar-Dasar Perencanaan Tata Ruang dan Pelatihan Sistem Informasi Geografis, Pemkab Sorong

Pemkab Sorong Belajar Perencanaan Tata Ruang dan GIS di ITN Malang

Widiyanto Hari Subagyo Widodo, ST., MSc dosen PWK ITN Malang menjadi pemateri pada Bimbingan Teknis Dasar-Dasar Perencanaan Tata Ruang dan Pelatihan Sistem Informasi Geografis, Pemkab Sorong. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Badan Perencanaan Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Pemerintah Kabupaten Sorong mengirimkan 13 stafnya belajar di Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Selama sehari mereka mengikuti Bimbingan Teknis Dasar-Dasar Perencanaan Tata Ruang dan Pelatihan Sistem Informasi Geografis, di Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN Malang, pada Jumat (08/13/2023).

Rombongan Pemkab Sorong yang dipimpin langsung oleh Kepala Bapelitbang Kabupaten Sorong, Ir. Maritje Wattimena diterima langsung oleh Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto ST., MT., Ph.D. “Terima kasih atas kepercayaan Pemkab Sorong kepada ITN Malang. Kami berkomitmen membantu daerah dalam meningkatkan tata ruang khususnya di Kabupaten Sorong,” ujar rektor di Ruang Sidang Kampus 1 ITN Malang.

Menurut rektor, potensi Papua Barat Daya khususnya Kabupaten Sorong luar biasa. Maka perlu ditata dengan ranah kebijakan yang baik. Tidak dapat dipungkiri, perkembangan kota jika tidak diikuti dengan tata ruang yang baik akan menjadi tidak terkendali.

“Dengan adanya bimtek penataan ruang diharapkan dapat menggali sumber daya alam Kabupaten Sorong yang nantinya bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat Sorong. Kami berkomitmen untuk selalu mensupport dalam mewujudkan Kabupaten Sorong menjadi kabupaten dengan penataan ruang yang baik, dan terarah,” tegas rektor. Kedepannya rektor berharap kerja sama dapat ditingkatkan menjadi jalinan nota kesepahaman bersama (NKB).

Kabupaten Sorong menjadi salah satu kabupaten termaju di Papua Barat. Memiliki 30 kecamatan, 26 kelurahan, dan 226 desa. Kepala Bapelitbang Kabupaten Sorong, Ir. Maritje Wattimena mengungkapkan, pembangunan di Kabupaten Sorong sudah berjalan, namun dalam beberapa tahun ini pemkab sedang memperdalam tata ruang.

Baca juga : Dukung Pembangunan Mahulu, ITN Malang adakan Workshop Penyelenggaraan dan Retribusi Bangunan Gedung

“Kami berharap pertemuan kali ini sebagai perencanaan tata ruang, sehingga kami bisa belajar dan mengambil manfaatnya,” harapnya. Bapelitbang mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan daerah.

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto ST., MT., Ph.D saat menerima rombongan bimtek dari Pemkab Sorong. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Sementara itu Widiyanto Hari Subagyo Widodo, ST., MSc dosen sekaligus pemateri bimtek mengatakan, dalam bimtek kali pertama ini Pemkab Sorong ingin meningkatkan kemampuan dalam bidang GIS dan tata ruang. GIS dan tata ruang merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang yang bergelut di bidang tata ruang. Tujuannya untuk memberikan rekomendasi kepada pemkab terkait kesesuaian tata ruang.

Bimtek yang diselenggarakan di Laboratorium GIS PWK ITN Malang ini menyajikan tiga materi. Yakni, dasar-dasar tata ruang dan cara melakukan evaluasi advice planning (AP), dasar-dasar dan mengajarkan penggunaan sistem informasi geografis (GIS), serta pemahaman dasar rencana tata ruang terkait rencana tata bangunan dan lingkungan (RTBL), dan pelatihan sketchup. Sistem informasi geografis (GIS) sendiri adalah sistem yang membuat, mengolah, menganalisis, dan memetakan semua jenis data.

“Untuk pemahaman RTBL dan pelatihan sketchup kami berkolaborasi dengan Prodi Arsitektur ITN Malang,” kata Hari akrab disapa.

Bimtek kali pertama dengan Pemkab Sorong ini berpotensi menghasilkan Software Siap Tarung, atau Sistem Informasi Aktualisasi Pemanfaatan Tata Ruang untuk transparansi pelayanan publik. Dengan Siap Tarung proses advice planning otomatis bisa dikeluarkan. Advice planning merupakan surat keterangan kesesuaian penggunaan lahan dengan rencana tata ruang kota atau kabupaten. Agar bangunan yang dibangun berada dalam kawasan yang sesuai dengan peruntukannya.

Baca juga : ITN Malang Dukung Pemerintah Tingkatkan SDM untuk Percepatan Tata Ruang

Prodi PWK ITN Malang kerap mengadakan bimtek tata ruang bagi pemerintah daerah. Pasalnya Laboratorium PWK ITN Malang sudah mumpuni untuk melakukan pelatihan guna menambah kompetensi bagi aparatur sipil negara (ASN).

“Kedepan, kami akan lebih meningkatkan kinerja laboratorium, sehingga PWK ITN Malang bisa lebih banyak menjalin kerja sama atau pelatihan. Tidak hanya dengan pemda, tetapi juga dengan para pihak terkait penataan ruang. Semoga nanti dengan Pemkab Sorong juga terjalin MoU lebih jauh,” harapnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

 

 

 




Eglantyne Lidya Subnafeu, mahasiswa PWK, ITN Malang meraih Juara Favorit Karya Tulis Esai, Lomba Sewindu Proyek Strategis Nasional

Angkat Labuan Bajo Mahasiswa PWK ITN Malang Raih Honorable Mention Lomba Esai Sewindu Proyek Strategis Nasional

Eglantyne Lidya Subnafeu, mahasiswa PWK, ITN Malang meraih Juara Favorit Karya Tulis Esai, Lomba Sewindu Proyek Strategis Nasional (PSN), KPPIP (Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Eglantyne Lidya Subnafeu, mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) meraih Juara Favorit (Honorable Mention) Karya Tulis Esai, Lomba Sewindu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diselenggarakan oleh KPPIP (Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, pada akhir November 2023 lalu.

Sewindu PSN Competition, melombakan 4 cabang lomba, yakni photography competitionvideo competition, infographic poster competition, dan essay writing competition/lomba karya tulis (bagi masyarakat dan pelajar/mahasiswa). Kegiatan berskala nasional ini diselenggarakan mulai Agustus – Oktober 2023, sedangkan Malam Apresiasi Penutupan Sewindu PSN diselenggarakan di Jakarta (24/11/2023).

Lomba ini menjadi pengalaman kali pertama bagi Eglan sapaan akrab Eglantyne Lidya Subnafeu. Atas kesukaannya menulis artikel ilmiah akhirnya mahasiswa angkatan 2022 ini berhasil mendapat Apresiasi Juri (favorit) Lomba Sewindu PSN 2023. Lomba tingkat nasional ini diikuti mahasiswa dari berbagai kampus ternama seperti, UGM, UI, ITB, Unpad, ITS, dan lain-lain.

“Rasanya cukup kaget juga, dan sulit dipercaya (mendapat juara). Awalnya tidak banyak berharap esai saya bisa menang. Masalahnya saya merasa belum maksimal dan masih merasa kurang, karena esai tersebut saya tulis kurang lebih hanya 5 hari di sela-sela kuliah dan mengerjakan tugas,” kata Eglan akrab disapa. Ia sangat bersyukur akhirnya bisa menjadi salah satu pemenang.

 Baca juga : Dukung Pembangunan Mahulu, ITN Malang adakan Workshop Penyelenggaraan dan Retribusi Bangunan Gedung

Menurutnya, tema lomba linier dengan jurusan PWK dengan pembahasan masalah cukup urgen dan happening di masa sekarang. Tema yang ia angkat adalah Peran PSN untuk Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi Covid-19 dengan judul PSN dan Bangkitnya Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo.

Sebagai generasi muda yang berasal dari Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), Eglan ingin melihat Proyek Strategis Nasional (PSN) di Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Secara khusus Eglan ingin menyorot PSN yang diusahakan oleh pemerintah saat ini dapat mendukung Labuan Bajo sebagai salah satu kawasan Program Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang merupakan bagian dari PSN.

PSN dan Bangkitnya Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo karya tulis dari Eglantyne Lidya Subnafeu, mahasiswa ITN Malang mendapat nominasi Apresiasi Juri, Lomba Sewindu Proyek PSN.  

Dalan esainya ia membahas PSN dalam mendukung pariwisata Labuan Bajo melalui berbagai program yang dijalankan. Seperti pembangunan Terminal Wae Kelambu, dan pembangunan serta pemeliharaan Bandar Udara Komodo. Eglan mengupas dan mengkaji proyek strategis nasional tersebut, dan peran keduanya dalam mendukung kegiatan pariwisata dan ekonomi pasca covid 19. Ia juga mencari potensi dan masalahnya sehingga dapat dirumuskan sebagai strategi pengembangan.

Dikatakan Egla, saat ini yang terjadi pada kedua PSN tersebut belum secara optimal mendukung pariwisata Labuan Bajo. Sehingga perlu adanya pengembangan dengan mengoptimalkan layanan pariwisata, seperti pusat informasi turis yang komprehensif, dan fasilitas pendukung. Fasilitas pendung ini bisa ruangan tourist information center sebagai upaya promosi, serta optimalisasi keamanan bandara yaitu layanan aviation security.

“Karena ini masih menjadi tantangan dalam operasionalisasi Bandara Komodo. Juga peran pemerintah yang masih minim dalam melakukan promosi. Dengan begitu diharapkan pemerintah dapat lebih memperhatikan kebutuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan sebagai upaya promosi terhadap turis yang datang,” bebernya.

 Baca juga : Bertolak ke Kalimantan, Tim PWK ITN Malang Menangi Lomba Penghargaan Karya Studio Perencanaan 2023

Dari hal-hal tersebut PSN diharapkan dapat mendukung bangkitnya pariwisata Labuan Bajo sebagai salah satu kawasan DPSP, dan dapat memberikan multiplier effect dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi Kabupaten Manggarai Barat, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Event ini melatih saya beradaptasi dengan atmosfer baru. Dimana saya belajar untuk mempersiapkan karya dengan maksimal, dan memperhatikan syarat-syarat yang diberikan. Itu menjadi pengalaman baru yang saya harapkan bisa terus saya kembangkan dan tingkatkan,” tuntasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Mahasiswa Teknik Lingkungan S-1 ITN Malang foto bersama usai menanam salah satu bibit bambu di Embung Mata Air Kehati.

Hari Menanam Pohon Indonesia Mahasiswa Lingkungan Ikut Tanam Bambu

Mahasiswa Teknik Lingkungan S-1 ITN Malang foto bersama usai menanam salah satu bibit bambu di Embung Mata Air Kehati. (Foto: HMTL ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Mahasiswa Teknik Lingkungan S-1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) turut memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2023. Perwakilan Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) ITN Malang ikut menanam bibit bambu, dan peresmian Embung Mata Air Kehati di Maliki Biodiversity Forest, Hutan Kampus UIN Malang, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada Sabtu, (25/11/23).

Ketua HMTL ITN Malang, Hani Bagus Firnanda mengatakan, kegiatan yang diikuti berbagai elemen masyarakat ini bertujuan untuk menjaga ekosistem, dan restorasi sungai. Seperti tema yang diusung River Revival, Reviving The Lifelines and Nature Restoration.

“Kami semua ikut merawat sumber mata air kehati sebagai hilir sungai Sumber Brantas. Juga melestarikan tanaman bambu, dan melepas bibit kembang ikan pada embung mata air kehati,” kata Hani.

Baca juga : Ikut Peduli Terhadap Kualitas Air Sungai Brantas, ITN Malang Dukung Brantas Project Clean Industry Initiative

Selain mahasiswa Teknik lingkungan ITN Malang kegiatan dihadiri oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Dinas Potensi Dirgantara (Kadispotdirga) Lanud Abd Saleh, PUPR Kota Batu, Komunitas Alamku Hijau, Dirut Perum Jasa Tirta, HMPS UIN Malang, HMJ Pengairan UB, HIMASOS UMM, Komunitas Donor Pohon, dan masih banyak yang lainnya.

Kegiatan diawali dengan Apel Hijau, serah terima bantuan dan foto bersama, peresmian Embung Mata Air Kehati, penanaman bibit pohon bambu secara simbolis, dan persemaian keanekaragaman bambu.

Perwakilan HMTL ITN Malang mengikuti kegiatan memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2023 di Maliki Biodiversity Forest. (Foto: HMTL ITN Malang)

Menurut Hani, kurang lebih ada 50 – 70 pohon bambu yang ditanam. Pohon bambu memang memiliki manfaat ekologi untuk konservasi air, dan tanah khususnya di daerah aliran sungai. Akar bambu mampu menahan erosi dan dapat meningkatkan volume air dalam tanah, dengan begitu mampu meningkatkan cadangan air di embung mata air kehati.

“Bambu dapat tumbuh dengan cepat, juga dapat menyerap karbon dioksida yang baik, sekaligus melestarikan keanekaragaman pohon bambu,” jelasnya.

Dikatakan Hani, menjaga dan melestarikan lingkungan menjadi kewajiban bersama. Sebagai pemuda, mahasiswa bisa menjaga lingkungan dimulai dari hal kecil. Seperti menjadi panutan dalam berperilaku sehari-hari. Misalnya membuang sampah secara terpilah pada tempatnya, ke kampus naik sepeda atau jalan kaki bagi yang kosnya dekat, dan lain-lain.

Baca juga : Bersama PPK Ormawa ITN Malang, Desa Sumberejo Buat Biobriket Potensi Ekspor

“Kedepannya semoga embung mata air kehati terus lestari, dan tanaman bambu tersebut bisa tumbuh subur sehingga kelak bisa bermanfaat,” harapnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)