Kaprodi Arsitektur S-1, Ir. Gaguk Sukowiyono, MT., saat memberi sambutan pada acara Kuliah Tamu Sustainable Building and Comfortable Living

Kuliah Tamu: Prodi Arsitektur Berikan Wawasan Sustainable Building dan Comfortable Living

Kaprodi Arsitektur S-1, Ir. Gaguk Sukowiyono, MT., saat memberi sambutan pada acara Kuliah Tamu Sustainable Building and Comfortable Living. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Sambutan Prodi Arsitektur S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) kepada mahasiswa baru adalah dengan menyelenggarakan kuliah tamu. Kali ini Prodi Arsitektur menggandeng Elephant WoodPlank dalam gelaran acara ber-tagline “Perzpective”. Tak kurang dari 200 mahasiswa yang diantaranya adalah mahasiswa baru, dan mahasiswa aktif arsitektur, dosen, serta mahasiswa arsitektur dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) memadati Aula Kampus 1 ITN Malang pada Selasa (26/09/2023).

Mengusung tema Sustainable Building and Comfortable Living, Sari Yuliana Marketing Manager Elephant Woodplank mengajak mahasiswa untuk peduli lingkungan dengan mengenal produk-produk inovatif yang ramah lingkungan.

Baca juga : Lakukan Lawatan ke ITN Malang, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia Agendakan Benchmarking

Ia menyampaikan, dunia industri material bangunan tidak pernah lelah mencari solusi untuk keberlangsungan peradaban yang dituntut harus selalu mengedepankan green living. Inovasi produk yang tangguh namun ramah lingkungan menjadi goal dari setiap peluncuran produk baru. Oleh karena itu, semua pihak khususnya generasi muda harus lebih kritis dalam menyikapi perubahan iklim global.

“Saya rasa tema kami Sustainable Building and Comfortable Living sangat relevan dengan kondisi bumi saat ini,” kata Sari Yuliana.

Prodi Arsitektur S-1 ITN Malang menggandeng Elephant WoodPlank menggelar kuliah tamu ber-tagline “Perzpective”. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Ia menambahkan, selaku pelaku industri yang sudah eksis selama lebih dari 25 tahun, mereka melihat adanya kebutuhan untuk menjembatani mahasiswa agar lebih mengenal dunia profesional dari industri. “Semoga ini menjadi jembatan komunikasi antar dunia kampus dan dunia profesional untuk bersinergi membangun bangsa Indonesia yang lebih baik. Sejalan dengan program kampus merdeka untuk Indonesia tangguh, dan untuk Indonesia maju,” tuturnya.

Demikian juga menurut Kaprodi Arsitektur S-1, Ir. Gaguk Sukowiyono, MT. Dalam sambutannya Gaguk menjelaskan, mahasiswa harus memiliki kecakapan digital untuk mengulik sebanyak-banyaknya informasi terkait kearsitekturan. Perkembangan arsitektur yang sangat cepat menuntut mahasiswa untuk selalu update dengan segala hal baru di dunia industri material bangunan.

“Dengan belajar bersama seperti ini akan membuka wawasan anda sekalian tentang dunia material. Ini akan jadi cerminan dari dunia arsitektur yang akan anda geluti nantinya,” ujar Gaguk.

Baca juga : Green Economy, Manajemen Pemanfaatan Sumber Daya Alam Sebagai Instrumen Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Ia juga berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkesinambungan mengingat Prodi Arsitektur selalu berupaya membekali skill kearsitekturan mahasiswanya dengan berbagai wawasan. Dengan wawasan yang memadai maka diharapkan mahasiswa akan lebih kritis dalam berkarya.

Sementara itu ada dua pemateri yang mengisi acara yakni Ar. Livie Sukma, T. IAI seorang founder dan principal dari AAA Studio, dan Aditya Tri Ranggaruri, ST., sebagai Product Development, Digital Communication, and Lead Strategist of PT Siam-Indo. (Rini Anjarwati/Humas ITN Malang)




Dr. Debby Budi Susanti, ST., MT., memberikan cendera mata kepada Mohammad Fadli Faiza Bin Rosyad, salah satu dosen UTHM

Lakukan Lawatan ke ITN Malang, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia Agendakan Benchmarking

Dr. Debby Budi Susanti, ST., MT., memberikan cendera mata kepada Mohammad Fadli Faiza Bin Rosyad, salah satu dosen UTHM. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Intitut Teknologi Nasional Malang (ITN) Malang mendapat kunjungan dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Ini adalah kali pertama perwakilan dari UTHM bertandang ke ITN Malang setelah rombongan dari ITN Malang lebih dulu melakukan lawatan pada Februari 2023 lalu. Kunjungan kali ini berlangsung selama dua hari di Kampus 1 ITN Malang, pada Senin-Selasa (25-26/9/2023).

Kegiatan ini merupakan implementasi dari kerja sama yang terjalin baik antara ITN Malang dengan UTHM. Kedua belah pihak telah membuat kesepakatan untuk bisa saling belajar. Bila memungkinkan kedua perguruan tinggi akan melakukan tidak hanya kolaborasi join research namun juga student exchange. Untuk menuju kesana maka dilakukan dulu benchmarkingBenchmarking dilakukan dengan mengunjungi perguruan tinggi lain sebagai studi banding untuk mengetahui kinerja perguruan tinggi.

Begitu tiba di ITN Malang rombongan disambut hangat oleh Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D.,  beserta jajarannya untuk beramah tamah sebelum mereka diarahkan mengikuti kuliah tamu yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur S-1 ITN Malang. Usai mengikuti kuliah tamu sekitar 2 jam di Aula ITN Malang mereka beranjak ke Gedung FTSP. Tampak hadir jajaran dekanat mendampingi Dekan FTSP ITN Malang  Dr. Debby Budi Susanti, ST., MT., yang menyambut tamu dari negeri asal Upin Ipin ini.

Baca juga : Visiting Lecturer UTHM Malaysia Ajarkan Architectural Design Process

Ketika ditemui di tempat terpisah Debby mengatakan, rombongan yang datang adalah dosen dan mahasiswa arsitektur, maka yang menyambut selain FTSP juga Prodi Arsitektur ITN Malang. Dihari pertama selain mengikuti kuliah tamu, rombongan UTHM juga mendapatkan pemaparan tentang kurikulum di Prodi Arsitektur S-1 ITN Malang. Sedang di hari kedua mereka diajak untuk melihat kondisi dan mengikuti kelas Perancangan Arsitektur. Benchmarking ini selain dimaksudkan untuk mendorong program pertukaran mahasiswa antar perguruan tinggi, juga bisa menjadi acuan untuk penyusunan kurikulum yang baru.

FTSP ITN Malang menerima kunjungan mahasiswa UTHM. (Foto: Istimewa)

“Jadi pihak UTHM ingin mengetahui sistem kurikulum di ITN, cara kerja, dan kondisinya, kemudian dibandingkan dengan pihak sana. Dan ini juga support untuk penyusunan kurikulum. Kami di ITN sekarang sedang running evaluasi untuk penyusunan kurikulum yang baru, jadi kami juga ingin mendapat masukan dari mitra kami seperti UTHM,” ungkap Debby.

Sementara itu, ikut bersama rombongan kali ini dua orang dosen dan 28 mahasiswa yang semuanya adalah mahasiswa tingkat akhir. Mohammad Fadli Faiza Bin Rosyad, salah satu dosen UTHM mengatakan, tujuan dari program ini adalah pertukaran pengetahuan tentang sistem pendidikan antara Indonesia dan Malaysia.

Baca juga : Kunjungi Tiga Negara, ITN Malang Siapkan Kerja Sama di Berbagai Bidang

The objective of this program is actually a bit kind of exchange of the system or maybe the tradition of architecture system of Indonesia and Malaysia, specifically in ITN. So, ITN is like the reference or benchmark for the difference between the system of architecture in Indonesia and also Malaysia,“ terang Fadly dosen muda yang tinggal di Johor dan mengaku suka makanan Indonesia ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan salah satu perbedaan sistem pendidikan Indonesia dan Malaysia adalah lamanya studi. Berbeda dari Indonesia, lama studi bagi mahasiswa Malaysia untuk jenjang S-1 adalah 3 tahun yang kemudian disebut part 1. Part 2 adalah jenjang master yang hanya boleh ditempuh setelah bekerja setidaknya enam bulan. (Rini Anjarwati/Humas ITN Malang)




Nurul Afni Hanifa pecatur ITN Malang sabet tiga medali Porprov VIII Jatim 2023, dan Best Lady, Kejuaraan Catur Piala Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH., 2023 (1)

Penuh Prestasi, Pecatur Putri ITN Malang Raih 3 Medali di Porprov Jatim

Nurul Afni Hanifa pecatur ITN Malang sabet tiga medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Jawa Timur 2023, dan Best Lady, Kejuaraan Catur Piala Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH., 2023. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) kembali menambah daftar atlet berprestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Jawa Timur 2023. Kali ini Nurul Afni Hanifa mahasiswa Teknik Sipil S-1 ITN Malang berlaga pada cabang olahraga (cabor) catur mewakili kontingen dari Kabupaten Lumajang. Cabor catur digelar di Arayanna Hotel and Resort, Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Nurul Afni Hanifa turun pada tiga kategori catur yang masing-masing kategori meraih medali. Yakni, medali perak catur kilat perorangan putri, medali perak catur cepat perorangan putri, dan medali perunggu catur standar perorangan putri.

“Persaingan catur tahun ini sangat ketat. Dari Lumajang ada 13 pecatur, tapi saya bermain di perorangan. Di Porprov saya sempat melawan atlet catur dari Sidoarjo, Lamongan, Bangkalan, Pasuruhan, Banyuwangi,” kata Hani akrab disapa saat ditemui di Ruang Humas ITN Malang beberapa waktu lalu.

Pada perebutan medali perak Hani bermain enam kali di catur kilat dan cepat. Dimana rangking 1 sampai 4 dinyatakan lolos masuk final dan semifinal. Pada semifinal rangking 1 bertemu rangking 4, dan rangking 2 bertemu dengan rangking 3. Bagi pemenang nantinya akan saling dipertemukan.

“Lawan paling berat dari Lamongan di catur kilat, dan cepat, dan akhirnya saya kalah di final,” kata mahasiswa semester 5 ini.

Baca juga : Atlet Arung Jeram ITN Malang Kantongi 3 Medali Porprov Jatim 2023

Menurut Hani, pada kategori catur yang membedakan adalah pada durasi bermain. Catur kilat 3 menit dengan tambahan 2 detik. Catur cepat 15 menit dengan tambahan 10 detik, dan catur klasik memakan waktu 3 jam atau diatas 60 menit.

Dari sekian kategori menurutnya Hani lebih unggul bermain pada catur kilat. Baginya lebih gampang meraih medali di kategori tersebut. Ada faktor hoki di sana, karena tidak semua pemain catur bisa berpikir cepat.

Nurul Afni Hanifa pecatur ITN Malang saat menerima medali perak di Porprov VII Jawa Timur 2023. (Foto: Istimewa)

Untuk mempersiapkan Porprov Jatim 2023 ini Hani diharuskan mengikuti karantina dan latihan selama tiga minggu di Lumajang. Latihannya seharian bisa sampai 12 jam. Baik latihan teori maupun sparing. Dalam sparing diperlukan partner atau rekan yang dijadikan lawan bertanding.

“Jadi saya harus ijin tiga minggu untuk tidak kuliah. Alhamdulillah para dosen di teknik sipil sangat men-support aktivitas saya di catur,” ujarnya yang mengaku tidak sempat bermain medsos, dan tidak punya akun Instagram.

Untuk menghadapi kejuaraan, di karantina Hani juga memperhatikan staminanya. Tidur dimulai pukul 9 malam, rutin minum susu, dan vitamin setiap hari. “Kalau kami tidak minum vitamin, dan tidurnya larut, maka besoknya tidak kuat main, tidak kuat mikir,” ungkapnya.

Meskipun begitu saat kejuaran catur Porprov VIII Jatim Hani sempat sakit. Ia merasa mual dan muntah. Menurutnya itu disebabkan tekanan berfikir yang mengakibatkan asam lambung naik.

Sebelum berprestasi di Porprov VIII Jatim 2023, Hani juga sempat mendulang prestasi sebagai Best Lady, Kejuaraan Catur Piala Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH., 2023. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Pengurus PERCASI Kabupaten Sidoarjo di Kedai Tepi Teras (KTT) Sidoarjo pada Minggu (3/9/2023) lalu.

Baca juga : Nurul Afni Hanifa, Pecatur Putri ITN Malang Raih Emas dan Perak Porprov Jawa Timur

Saat ini Hani tengah bersiap mengikuti POMNAS XVIII 2023 (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional) di Kalimantan Selatan pada November mendatang, dan Pra Pon pada Oktober 2023.

“Alhamdulillah lolos ikut seleksi Pomnas di Surabaya kemarin hari Sabtu (23 September 2023). Jadi awal November besok insyaallah bersiap main di Banjarmasin,” tandasnya penuh harap. Hani merupakan atlet perwakilan Kabupaten Lumajang ke Porprov, perwakilan Jawa Timur ke PON, dan sekarang perwakilan ITN Malang menuju POMNAS. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., berkalung syal batik Mahulu, bersebelahan dengan Wakil Ketua I DPRD Mahulu, Tiopilus Hanye, S.A.B., M.Si, foto bersama dengan Tim Peserta workshop

Dukung Pembangunan Mahulu, ITN Malang adakan Workshop Penyelenggaraan dan Retribusi Bangunan Gedung

Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., berkalung syal batik Mahulu, bersebelahan dengan Wakil Ketua I DPRD Mahulu, Tiopilus Hanye, S.A.B., M.Si, (baju batik) foto bersama dengan Tim Peserta workshop. (Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Mendukung pembangunan Kabupaten Mahakam Ulu, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) melakukan pendampingan penyusunan rancangan peraturan daerah tentang bangunan gedung dan peraturan bupati tentang retribusi gedung. Pada implementasi regulasi ITN Malang memfasilitasi Pemkab Mahakam Ulu dengan menyelenggarakan Workshop Penyelenggaraan dan Retribusi Bangunan Gedung, di Ruang Amphi Kampus 2 ITN Malang, Senin (04/9/2023).

Workshop yang dibuka oleh Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., ini diikuti kurang lebih 30 peserta terdiri dari unsur anggota DPRD dan OPD Teknis Pemkab Mahakam Ulu. Hadir pula Wakil Ketua I DPRD Mahulu, Tiopilus Hanye, S.A.B., M.Si, dan narasumber dari Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)., Alfi Syahriana Anshar, SST., MT, dan Winni Sharfina, ST., MT.

Rektor menyampaikan, Kabupaten Mahulu banyak memiliki potensi daerah yang bisa dikembangkan dan dioptimalkan yang hilirnya berguna untuk pemberdayaan masyarakat dan perekonomian. Melalui kerja sama ini tim dosen dan mahasiswa ITN Malang bisa mendukung percepatan pembangunan di Mahulu. ITN Malang sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi di Jawa Timur memiliki komitmen yang sangat tegas, dan konsisten dalam pengembangan dan implementasi teknologi untuk kemajuan bagi kabupaten dan pemberdayaan masyarakat.

“Ada baiknya perkembangan mulai dari awal diarahkan dengan tepat. Sehingga nantinya perkembangan Mahulu lebih terarah dan optimal. Mengingatkan beberapa kota di Jawa sudah tidak bisa dikembangkan karena dari awal perencanaannya mungkin tidak tepat,” ujar rektor.

Rektor berharap kerja sama tersebut bisa dikembangkan lebih lanjut terutama pada pengembangan sumber daya manusia di Mahulu. Saat ini ITN Malang telah beberapa kali menerima mahasiswa baru dari Mahakam Ulu. Kedepannya bisa ditingkatkan tidak hanya untuk mahasiswa baru dari SMA/SMK, tapi juga untuk jenjang magister sebagai peningkatan kompetensi dan kapasitas ASN di Mahulu.

Baca juga : ITN Malang Bantu Mahakam Ulu Wujudkan Pembangunan Berbasis Green Energy

“Kerja sama ini nantinya bisa diwujudkan secara berkelanjutan. Kami berkomitmen menyediakan SDM baik dosen maupun mahasiswa untuk membantu pembangunan dan peningkatan infrastruktur di Mahulu,” tuntasnya.

Sementara Wakil Ketua I DPRD Mahulu, Tiopilus Hanye, S.A.B., M.Si, mengatakan, DPRD sebagai lembaga representasi dari masyarakat Mahulu memiliki bertanggung jawab terhadap regulasi penyelenggaraan dan retribusi bangunan gedung yang memberikan rasa aman dan melindungi masyarakat. Harapannya program pembangunan yang dilakukan mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat.

Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., (kiri) memberikan cendera mata kepada Wakil Ketua I DPRD Mahulu, Tiopilus Hanye, S.A.B., M.Si. (Yanuar/Humas ITN Malang)

“Kami di DPRD bertanggung jawab besar terhadap regulasi yang bertujuan melindungi masyarakat, memberikan rasa aman pada suatu program pembangunan. Sebagai fungsi legislasi yang dimiliki DPRD, maka kami harus membuat peraturan pemerintah yang disesuaikan dengan tata ruang dan tata wilayah Mahakam Ulu,” ujarnya.

Dikatakan Tiopilus, penyelenggaraan pembangunan gedung sudah sepatutnya dilaksanakan sebagai daya dukung lingkungan hidup sesuai dengan keadaan dan kehidupan masyarakat Mahulu. Dengan tidak mengesampingkan topografi lahan, kondisi tanah, ketersediaan SDM, serta potensi bencana. Oleh karena itu, hal yang patut diperhatikan dalam hal tertib bangunan adalah keselamatan bangunan, ini menjadi hal yang perlu diprioritaskan.

“Sesuai slogan berbudaya yang dianut di Mahulu, penyelenggaraan pembangunan gedung harus mempertimbangkan kearifan lokal atau adat istiadat yang merupakan harta yang tidak ternilai bagi Mahakam Ulu sebagai kabupaten yang Berbudaya. Untuk itu DPRD berharap pembangunan gedung termasuk rumah tinggal dilaksanakan sesuai karakter Mahalu,” jelasnya.

Tiopilus mengingatkan, workshop sebagai ajang diskusi, dan tukar pikiran harus dapat merumuskan suatu kebijakan terbitnya peraturan daerah dan surat edaran terkait penyelenggaraan dan retribusi bangunan gedung.

Baca juga : Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Ikuti Bimtek Kontrol Kualitas Bahan Beton di ITN Malang

Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., MSi., Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITN Malang menambahkan, tahun ini ITN Malang juga mendapat kepercayaan dalam hal penyusunan tata ruang, perancangan pusat perkantoran, peraturan bangunan gedung, rencana induk penyediaan air minum, penilaian Nilai Jual objek Pajak (NJOP), serta pengembangan energi baru terbarukan.

“Kami (LPPM) dalam kerja sama berusaha mengoptimalkan SDM yang ada di ITN. Semua kompetensi kemampuan kami dorong untuk mensupport,” katanya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Mahasiswa PWK S-1 ITN Malang Juara 2 Lomba Penghargaan Karya Studio Perencanaan 2023 kategori Rencana Rinci

Bertolak ke Kalimantan, Tim PWK ITN Malang Menangi Lomba Penghargaan Karya Studio Perencanaan 2023

Tim PWK S-1 ITN Malang Juara 2 Lomba Penghargaan Karya Studio Perencanaan 2023 kategori Rencana Rinci. Kika: Ichsan Fathurahman, Aflah Mahesa Agni, Sahwa Nadia Fajar Rizki, Angelly Taruli Emmanuella, Reyvaldi Febrian Putra Nugroho. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Mendulang prestasi di kancah nasional kembali ditorehkan oleh mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Kali mahasiswa PWK ITN Malang menyabet Juara 2 Pemenang Karya Studio Perencanaan, Kategori Rencana Rinci Tata Ruang Tahun 2023. Lomba Karya Studio Perencanaan dibagi menjadi 2 kategori, yaitu Rencana Umum dan Rencana Rinci, diselenggarakan oleh Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI), pada Kongres XII ASPI 2023 di Kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Kamis, (14/09/2023).

Menurut ketua tim, Aflah Mahesa Agni mahasiswa PWK angkatan 2020, keikutsertaan Tim PWK ITN Malang berawal dari informasi di media sosial. Setelah diskusi dipilihlah tugas besar Rencana Detail Tata Ruang “RDTR Wilayah Perkotaan Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar 2022-2042” yang telah disusun pada mata kuliah Studio Perencanaan Kota II yang di buat di tahun 2022.

“Setelah berdiskusi kami memutuskan menggunakan tugas besar pada Studio Perencanaan Kota II, yaitu RDTR WP (Wilayah Perencanaan) Perkotaan Ponggok. Setelah berdiskusi dan berkoordinasi dengan dosen pengampu Studio Perencanaan Kota Ibu Nurul dan Pak Heltra kami sepakat untuk mendaftar dengan mengirimkan poster produk RDTR pada batas akhir pengumpulan poster akhir Juli kemarin,” jelas Aflah.

Setelah menunggu lebih dari lima minggu akhirnya pada awal September 2023 lalu Tim PWK ITN Malang dinyatakan lolos menjadi salah satu dari empat finalis yang semuanya berasal dari perguruan tinggi negeri. Menjadi satu-satunya finalis dari PTS membuat Tim PWK ITN Malang bangga. Apalagi banyak kendala yang dihadapi selama mengikuti alur perlombaan. Salah satunya adalah seluruh Tim PWK ITN Malang tidak berada di satu wilayah yang sama dikarenakan menjalankan kegiatan yang berbeda-beda.

“Iya, sebagian anggota sedang mengikuti program magang MSIB (Magang dan Studi Independen) INSPIRING Batch 5, di instansi Kementerian ATR/BPN. Ada yang sedang di kampung halaman, dan lain-lain. Sehingga semua koordinasi persiapan untuk presentasi lomba kami lakukan secara daring,” lanjutnya saat dihubungi lewat sambungan Whatsapp.

Baca juga : Pererat Persaudaraan Antar Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa PWK Adakan Specta Planet 3.0

Masih menurut Aflah, Tim PWK ITN Malang mendapatkan giliran presentasi terakhir setelah tim dari Universitas Diponegoro (Undip), ITK, serta Universitas Sebelas Maret (UNS). Tiap tim diberikan waktu presentasi sekitar 15-20 menit, dan dilanjutkan sesi tanya jawab sekitar 10-15 menit. Dewan juri pada Kategori Rencana Rinci beranggotakan Mula Pralampita N., S.T., M.A., dari instansi Kementerian ATR/BPN, Charmarijaty, S.T., M.Si., dari IAP, serta Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D., dari ASPI.

Tim PWK ITN Malang mempresentasikan RDTR Wilayah Perencanaan Perkotaan Ponggok, Kabupaten Blitar untuk Periode 2022-2042. Tujuan perencanaan diusung untuk mewujudkan Perkotaan Ponggok sebagai Pusat Agroindustri pada 2042, dengan berfokus pada kata kunci industri, pertanian, dan peternakan.

Perwakilan Tim PWK ITN Malang menerima plakat juara 2 Penghargaan Karya Studio Perencanaan 2023 kategori Rencana Rinci dari ASPI. (Foto: Istimewa)

“Kondisi fisik Perkotaan Ponggok cocok untuk pertanian tanaman pangan dan hortikultura, pengembangan permukiman perkotaan, perdagangan dan jasa, serta industri. Selain itu, sebagai pusat pertanian dan peternakan Perkotaan Ponggok juga memiliki komoditas khas berupa jagung, nanas, belimbing, ayam petelur, itik petelur, dan penggemukan sapi potong,” bebernya.

Selain survei langsung dan tinjauan pustaka, mahasiswa PWK ITN Malang ini juga melakukan tinjauan kebijakan terhadap dokumen rencana tata ruang, rencana pembangunan, dan rencana sektoral di lingkup nasional, provinsi, dan kabupaten. Hal ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang kedudukan Perkotaan Ponggok terhadap wilayah sekitarnya maupun pada wilayah dengan hirarki lebih tinggi.

Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan hasilnya dianalisis lalu dirumuskan menjadi potensi dan masalah. Kemudian dikembangkan menjadi isu strategis yang mengandung nilai kekuatan dan kelemahan dari internal perkotaan, serta peluang dan ancaman dari eksternal perkotaan.

“Isu strategis inilah yang menjadi dasar penyusunan tujuan dan kebijakan yang kemudian diterjemahkan secara spasial atau keruangan melalui rencana struktur ruang dan rencana pola ruang,” tambahnya.

Baca juga : Mahasiswa Arsitektur Gelar “Nata Karya” Pameran Perdana Perancangan Arsitektur

Meskipun banyak kendala teknis dan non teknis yang dialami oleh tim, mereka sangat bersyukur akhirnya TIM PWK ITN Malang berhasil mendapat juara 2 pada ajang lomba tingkat nasional. Hasil ini di luar prediksi. Apalagi jika mengingat kembali proses yang telah dijalani sejak mata kuliah Perencanaan Perkotaan I pada tahun 2021, Perencanaan Perkotaan II pada 2022. Hingga akhirnya yakin mendaftarkan diri mengikuti lomba.

“Kami berlima tidak pernah membayangkan dapat mewakili ITN Malang pada lomba tingkat nasional di Kalimantan. Apalagi bisa bersaing dengan finalis lain yang sepenuhnya berasal dari perguruan tinggi negeri,” tandas Aflah.  (Rini Anjarwati/Humas ITN Malang)