POLAR 2023 mahasiswa Arsitektur ITN Malang mempertandingkan cabor bola basket

POLAR, Pekan Olahraga Arsitektur Pertandingkan Sports dan E-Sport

POLAR 2023 mahasiswa Arsitektur ITN Malang mempertandingkan cabor bola basket. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Penyelenggaraan POLAR (Pekan Olahraga Arsitektur) 2023 telah usai digelar. Kegiatan ini merupakan ajang kompetisi olahraga tahunan yang melibatkan mahasiswa Arsitektur S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dari perwakilan angkatan 2019-2022. POLAR 2023 memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkompetisi dalam dua kategori lomba, yakni sports dan e-sports. Kegiatan berlangsung cukup lama, mulai tanggal 26 Mei – 18 Juni 2023.

Menurut ketua panitia M. Choirul Rozikin, kegiatan yang bertujuan untuk mendukung minat dan bakat mahasiswa arsitektur di bidang olahraga ini berlangsung meriah. POLAR juga digagas untuk meningkatkan kreativitas dan kebugaran jasmani serta menambah relasi sesama mahasiswa Arsitektur ITN Malang.

“POLAR merupakan agenda tahunan dari program kerja HMA (Himpunan Mahasiswa Arsitektur). Event tahunan ini terselenggara karena kami ingin menumbuhkan jiwa kompetisi dari para peserta, dan juga untuk meningkatkan kebugaran fisik dan kreativitas mereka,” papar Ozi sebagaimana M. Choirul Rozikin biasa disapa.

Baca juga : Mahasiswa Arsitektur Gelar “Nata Karya” Pameran Perdana Perancangan Arsitektur

Dari kategori lomba sport ada 3 cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu basket, bulutangkis, dan futsal. Namun karena terkendala tempat maka ketiga cabor futsal, bulutangkis, dan basket dilaksanakan di luar kampus ITN Malang. Untuk cabor bulutangkis dilaksanakan dari Minggu, 28 Mei – 1 Juni 2023 bertempat di gedung Serbaguna Mahkota Wulung. Sedangkan cabor futsal dilaksanakan di Zona SM Futsal pada Sabtu-Minggu, 03-04 Juni 2023. Cabor Basket dilaksanakan di L8 pada tanggal 10,11, dan 17 Juni 2023.

Penuh kompetisi suasana pertandingan cabor futsal pada gelaran POLAR 2023 mahasiswa Arsitektur ITN Malang. (Foto: Istimewa)

Sedangkan untuk kategori e-sport yang dinamai Arcfunsport pesertanya berasal dari seluruh Indonesia, termasuk dalam rangkaian POLAR 2023. Arcfunsport adalah tipe kompetisi yang memasukkan unsur fun namun juga membutuhkan konsentrasi tinggi. Yang dipilih adalah game online Mobile Legend yang dilangsungkan dalam 4 hari, 6-9 Juni 2023.

Sementara itu para pemenang untuk kategori sport adalah Tim ANARSI 2020 dari cabor bulutangkis  (ganda dan tunggal), cabor futsal dimenangkan oleh Tim Arsi 2019, sedangkan basket dimenangkan oleh mahasiswa angkatan 2022. Dalam kompetisi basket juga diselingi 3 on 3 contest yang dimenangkan oleh Evanboli Frederik. Untuk e-sport masing-masing dimenangkan oleh Texasniboy, Anak Pan8, dan Texasnomercy.

Baca juga : Britic Teknik Elektro ITN Malang Gelar Dies Natalis dengan Berbagai Lomba

Lebih lanjut Ozi menjelaskan Arcfunsport adalah gabungan dari proker olahraga & e-sport. Proker ini diadakan untuk menyeimbangkan kegiatan mahasiswa di tengah-tengah padatnya jadwal perkuliahan antara akademik dan non akademik.

“Dengan proker ini dapat memberikan wadah yang berbentuk komunitas untuk lebih mengembangkan atau sekedar sharing dan melakukan kegiatan bersama. Sekaligus mempererat solidaritas antar sesama mahasiswa khususnya jurusan arsitektur,” paparnya saat dihubungi lewat sambungan whatsapp. (Rini Anjarwati/Humas ITN Malang)




Bakti Desa Teknik Sipil ITN Malang Satu Langkah Kecil untuk Keselamatan

Bakti Desa Teknik Sipil, Satu Langkah Kecil untuk Keselamatan

Bakti Desa Teknik Sipil ITN Malang Satu Langkah Kecil untuk Keselamatan. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kabupaten Malang kerap memakan korban. Hal ini membawa keprihatinan mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Melalui program bakti desa, mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS), ITN Malang membuatkan palang pintu perlintasan kereta api di Desa Jatirejoyoso, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada pertengahan Juni 2023 lalu.

Program tersebut juga merupakan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi dari tri dharma perguruan tinggi. Sebelum bakti desa mahasiswa melakukan survei ke lokasi. Informasi adanya perlintasan tanpa palang pintu mereka dapatkan dari sesama mahasiswa yang tinggal dekat lokasi tersebut. Setelah survei, di hari berikutnya sekitar 20 mahasiswa Teknik Sipil S-1 ITN Malang bergotong royong memasang palang pintu kereta api.

Baca juga : Inovasi Campuran Aspal Spectra Bawa Pulang Dua Juara

“Kami membaca berita tingginya angka kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Khususnya di Kabupaten Malang. Karena mungkin pengendara tidak mengetahui saat kereta api akan melintas. Jadi kami berinisiatif membuatkan palang pintu perlintasan kereta api,” ujar I Putu Sugiantara, koordinator kegiatan saat ditemui di ruang rumas ITN Malang Selasa (25/7/2023).

Mahasiswa Teknik Sipil S-1 ITN Malang membuat palang pintu perlintasan kereta api di Desa Jatirejoyoso, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

Palang pintu perlintasan kereta api terbuat dari baja hollow yang di cat, dengan panjang sekitar 2-2,5 meter. Material baja dipilih karena lebih awet. Selain itu juga praktis dan mudah dipasang.

“Palang pintunya sederhana dan manual. Tapi sangat dinantikan oleh warga sekitar untuk menjaga keselamatan pengendara yang melintas. Bersyukur karena sudah ada dua warga yang bersedia menjaga untuk buka tutup palang pintu,” lanjut mahasiswa semester 6 ini.

Menurut Putu, warga sekitar sangat mensupport bakti desa. Terbukti selama kegiatan mereka mendapat konsumsi dari warga. Pihak desa juga merespon dengan baik. Apalagi pengerjaan, dan penyerahan palang pintu ke warga dilakukan dengan cepat dalam satu hari.

Baca juga : Bina Desa Aktari 2023, Mahasiswa Teknik Kimia Olah Potensi Desa Pesanggrahan

“Dari program bakti desa harapan kami bisa memfasilitasi desa dengan kebutuhan tepat. Memang selama ini yang diinginkan pihak desa dan warga adanya palang pintu perlintasan kereta api dapat mengurangi angka kecelakaan. Sesuai dengan tema Satu Langkah Kecil untuk Keselamatan,” tuntasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Direktur PT Geotronix Pratama Indonesia, Ady Yuda Irawan, ST, (baju batik) dan Kaprodi Teknik Geodesi S-1 ITN Malang Silvester Sari Sai, ST., MT.,

Hibah Software EIVA Dukung Kompetensi Dosen dan Mahasiswa Teknik Geodesi

Direktur PT Geotronix Pratama Indonesia, Ady Yuda Irawan, ST, (baju batik) dan Kaprodi Teknik Geodesi S-1 ITN Malang Silvester Sari Sai, ST., MT., memegang plakat hibah software survei EIVA didampingi oleh Wakil Rektor 3 ITN Malang Dr. Hardianto, ST., MT., (kanan) dan Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTSP) ITN Malang Dr. Ir. Hery Setyobudiarso, M.Sc. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Program Studi Teknik Geodesi S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN) Malang menerima hibah software survei EIVA. Total ada 15 buah lisensi EIVA Navisuite Nardoa, dan satu langganan gratis ke situs e-learning EIVA, dan akses gratis ke dukungan EIVA. Hibah yang dapat mendukung kegiatan perkuliahan mahasiswa teknik geodesi ini diserahkan langsung oleh Ady Yuda Irawan, ST, Direktur PT Geotronix Pratama Indonesia kepada Wakil Rektor 3 ITN Malang Dr. Hardianto, ST., MT., yang disaksikan oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTSP) ITN Malang Dr. Ir. Hery Setyobudiarso, M.Sc., serta Kaprodi Teknik Geodesi S-1 ITN Malang Silvester Sari Sai, ST., MT., di Ruang Sidang FTSP, Selasa (25/7/2023).

EIVA merupakan perangkat lunak untuk pengambilan data dan survei batimetri. Batimetri adalah ukuran dari tinggi rendahnya dasar laut. EIVA NaviSuite Nardoa adalah solusi perangkat lunak 3D mutakhir dan terintegrasi sepenuhnya untuk akuisisi dan pemrosesan data selama inspeksi pipa bawah laut dan rute kabel.

Wakil Rektor 3 ITN Malang Dr. Hardianto, ST., MT., mewakili pimpinan memberi apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PT Geotronix atas pemberian software EIVA. “Semoga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung dan membantu kelancaran mata kuliah di teknik geodesi. Bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa, harapannya bisa berkelanjutan,” ujar Hardianto.

Baca juga : Persiapan Pemberlakukan LAM Teknik, Teknik Geodesi Gandeng Unitomo

Direktur PT Geotronix Pratama Indonesia Ady Yuda Irawan, ST, menyatakan, perusahaannya memang berkomitmen memajukan pendidikan Indonesia khususnya di bidang pemetaan. Dimana misi Geotronix untuk mendekatkan gap antara dunia perkuliahan dan industri. Dengan adanya software EIVA dapat meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa, sehingga saat lulusan masuk dunia kerja tidak lagi gagap teknologi.

Dosen Teknik Geodesi ITN Malang bersama Tim PT Geotronix Pratama Indonesia. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

“Di industri (dunia kerja) teknologi maju sekali. Ada gap yang sangat jauh antara teknologi di kampus dan teknologi di industri. Gap ini yang akan kami dekatkan,” ujarnya.

Menurut Ady, software EIVA berlaku satu tahun. Namun untuk dunia pendidikan bisa diperbaharui lagi secara gratis. Untuk mendukung pemakaian EIVA, Geotronik memberikan training instalasi software dan pengenalan EIVA kepada mahasiswa selama tiga hari, Senin-Rabu (24-26/7/2023). Mahasiswa yang ikut training adalah mahasiswa pilihan mulai angkatan angkatan 2019, 2020, dan 2022.

“Harapannya saat adik-adik (lulusan) masuk ke dunia survei hidrografi batimetri, dan ditanya pernah mengerjakan software apa, mereka bisa menjawab pernah menggunakan EIVA,” harap Ady yang merupakan alumnus Teknik Geodesi ITN Malang.

Baca juga : ITN Malang Bekali Mahasiswa dengan Kuliah Tamu Technopreneurship

Kaprodi Teknik Geodesi S-1 ITN Malang, Silvester Sari Sai, ST., MT., turut memberikan ucapan terima kasih atas diterimanya hibah EIVA. Menurutnya software EIVA sebagai sumber pembelajaran di bidang survei batimetri, dan alat bantu pemrosesan data hasil survei batimetri. Bagi mahasiswa juga sangat membantu dalam pemrosesan data terkait skripsi. Dalam program inipun materi batimetri juga bisa diakses secara online.

“Kekuatan Teknik Geodesi ITN Malang adalah pada alumni yang turut serta memberikan sumbangsih pada prodi. Khususnya dalam hal memberikan masukan ide dan gagasan. Hari ini kami sangat gembira sekali. Harapannya dengan hibah software ini bisa meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, dan mahasiswa. Sehingga mahasiswa bisa terserap dalam bidang survei khususnya batimetri,” tuntasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Pameran karya arsitektur ITN Malang diikuti oleh karya terbaik mahasiswa tiap angkatan

Bersore di Nyore Café Mahasiswa Arsitektur ITN Malang Gelar Pameran Karya

Pameran karya arsitektur ITN Malang diikuti oleh karya terbaik mahasiswa tiap angkatan. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Menghabiskan sore, menikmati kudapan, dan segelas minuman sembari mengamati pameran karya arsitektur sungguh sebuah keniscayaan. Visualisasi itu yang menginspirasi pameran Karya Arsitektur (PAKAR) 2023 yang kembali dihelat oleh Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA), Prodi Arsitektur S-1, Institut Teknologi Nasional (ITN Malang). Event tahunan yang sebelumnya bertempat di Aula Kampus 1 ITN Malang, tahun ini untuk kali pertama diselenggarakan di Café Nyore, Tunggulwulung, Lowokwaru, Kota Malang, pada Kamis-Jumat (13-14/72023).

Hadir dalam acara pembukaan, Sekprodi Arsitektur S-1 ITN Malang, Dr. Debby Budi Susanti, ST., MT., pembina HMA Amar Rizky Afdholy, ST., MT., para dosen, mahasiswa Arsitektur ITN Malang serta mahasiswa arsitek dari kampus lain seperti UB, UIN, STT, dan UNMER.

Sekprodi Arsitektur S-1 ITN Malang, Dr. Debby Budi Susanti, ST., MT., mengapresiasi pameran karya yang tidak hanya digelar di luar kampus, namun juga karya-karya yang dipamerkan. Karya yang dipamerkan bukan saja karya dari mahasiswa angkatan lama, namun juga karya mahasiswa semester dua.

Baca juga : Jaring Talent Baru UKM Format ITN Malang Pamerkan Foto Navdeep

“Hari ini kita ke luar dari ‘kandang’ ya. Dan saya sangat mengapresiasi sekali bahwa kalian semangat memamerkan karya kalian meskipun baru semester awal. Saya acungi empat jempol untuk kalian. Jangan pernah berkecil hati dan harus bangga pada karya sendiri, yang bisa bersaing dengan kakak-kakak tingkat maupun dengan kampus lain,” ucap Debby memberi semangat.

Sementara itu, menurut dosen pembina HMA Amar Rizky Afdholy, ST., MT., materi yang dipamerkan adalah kumpulan beragam tugas kearsitekturan pilihan yang meliputi estetika bentuk, perancangan arsitek, sketsa, tugas akhir (skripsi), poster, maket MBKM, dan tugas struktur lanjut.

Mahasiswa Arsitektur ITN Malang menggelar pameran karya “Tanpa Batas”, di Café Nyore, Tunggulwulung, Lowokwaru, Kota Malang, Kamis-Jumat (13-14/72023). (Foto: Mita/Humas ITN Malang)

“Sebelumnya kami sudah pameran karya untuk yang PA 1 (perancangan arsitektur) di kampus. Nah, ini (karya) yang bagus-bagus kami pilih kembali untuk dipamerkan di sini. Jadi kami ambil karya-karya yang mewakili tugas perangkatan,” papar Amar.

Seperti dinyatakan oleh ketua panitia, Simeon Rosario Jaka Busa Wedhu, pameran karya diberi nama “Tanpa Batas”. Filosofis dari nama ini adalah melahirkan karya yang menafikan aturan dan batasan, sehingga mahasiswa bebas berkreasi out of the box. Pun dengan tempat penyelenggaraan di luar kampus. Jika diselenggarakan di dalam kampus maka pengunjung tidak akan bebas, karena dibatasi oleh aturan yang ditetapkan pihak kampus.

“Kami gelar karya di luar kampus harapannya bisa lebih banyak menjangkau pengunjung dari luar ITN Malang. Kalau di dalam kampus beberapa pengunjung merasa enggan dengan batasan dan aturan. Misalnya jam berkunjung, kesopanan, dll,“ papar Rio ketika ditemui di tengah kesibukannya menyiapkan pameran.

Baca juga : Mahasiswa Arsitektur Gelar “Nata Karya” Pameran Perdana Perancangan Arsitektur

Lebih lanjut mahasiswa semester 6 ini menjelaskan, acara pameran juga diwarnai dengan gelar wicara (talk show) dimana pematerinya adalah alumni ITN Malang, yaitu, Ar. Rahmad Zuhdi, dan Rena Felani. Mereka merupakan arsitek profesional yang tergabung dalam IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) dan IAAI (Ikatan Alumni Arsitektur Institut Teknologi Nasional malang). Dengan pembawaan yang santai namun serius keduanya memberikan paparan tentang bagaimana menjadi seorang professional architect dengan menampilkan beberapa project yang mereka kerjakan. Mahasiswa juga mengikuti sesi gelar wicara yang mengambil tema Changing the Concept of Thinking to be Futuristic dengan melontarkan beberapa pertanyaan.

Selain gelar wicara, panitia juga menggelar acara sketch on the spot bagi pengunjung. Sembari mendengarkan diskusi dan sharing pengalaman, beberapa pengunjung tampak sibuk membuat coretan coretan tentang segala object ruang di café. (Rini Anjarwati/Humas ITN Malang)




Wahyu Putra Sanjaya, mahasiswa Teknik Sipil S-1, ITN Malang sabet Juara 3 Tournament 9 Ball Pelajar & Mahasiswa 2023, Three Brothers Billiard, Sidoarjo, Jawa Timur

Pebiliar ITN Malang Juara 3 Tournament 9 Ball Pelajar & Mahasiswa 2023

Wahyu Putra Sanjaya, mahasiswa Teknik Sipil S-1, ITN Malang sabet Juara 3 Tournament 9 Ball Pelajar & Mahasiswa 2023, Three Brothers Billiard, Sidoarjo, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Wahyu Putra Sanjaya, mahasiswa Teknik Sipil S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) sabet Juara 3 Tournament 9 Ball Pelajar & Mahasiswa 2023. Diadakan oleh Three Brothers Billiard, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Minggu (09/7/2023). Turnamen non juara ini diikuti 64 peserta dari kota dan kabupaten se-Jawa Timur, seperti dari Jember, Kediri, Malang, Jombang, Surabaya dan lain-lain.

Pada debut pertamanya meraih juara, Wahyu bermain lima kali. Masing-masing, pada babak penyisihan 64 peserta, kemudian mengerucut menjadi 32 peserta, lalu 16 peserta, sampai pada babak semifinal 8 peserta. Pada semifinal ia bermain dua kali hingga memperebutkan posisi ketiga.

“Turnamen ini bertujuan untuk menjaring atlet-atlet biliar Jawa Timur, serta mengeratkan ikatan silaturahmi. Jadi kemarin yang menang empat besar semua dari kalangan mahasiswa,” ujarnya saat ditemui di kampus 1 ITN Malang, Rabu (12/7/2023)

Menurut mahasiswa angkatan 2019 ini, lawan paling berat ketika memasuki 8 besar melawan pebiliar asal Kediri. Saat itu posisi skor Wahyu tertinggal 3-1. Padahal untuk kemenangan pertandingan harus mengantongi 4 kali kemenangan. Sementara saat 3 besar Wahyu berhasil mengalahkan mahasiswa asal Universitas Kristen Petra Surabaya. Namun ia juga harus mengakui kekalahan saat melawan Universitas Muhammadiyah Jember sebagai juara 2.

“Alhamdulillah saya bisa comeback 4-1. Memang saat itu lawannya merupakan atlet biliar. Sebenarnya secara pukulan saya kalah. Tapi saya masih unggul dalam mengelola emosi. Jadi emosi lawan saya permainkan dengan permainan bola, hingga akhirnya dia tidak sabaran,” ungkapnya.

Baca juga : Richard Elber Barends Atlet Karate ITN Malang Juara 1 Karate Piala Panglima Divif 2 Kostrad

Ketertarikan Wahyu dalam dunia biliar sejak ia duduk di bangku SMP. Menurutnya olahraga biliar sangat mengasikkan. Biliar atau bola sodok merupakan olahraga yang masuk dalam kategori cabang olahraga konsentrasi. Melansir wikipedia, olahraga ini sangat membutuhkan ketahanan dan pemahaman mental yang benar serta harus ditunjang oleh kemampuan fisik yang prima agar mampu berprestasi lebih tinggi dan stabil.

Wahyu Putra Sanjaya, mahasiswa Teknik Sipil S-1, ITN Malang unjuk kebolehan saat bertanding di turnamen biliar di Sidoarjo, Jatim. (Foto: Istimewa)

Dalam permainannya, biliar dimainkan di atas meja dengan peralatan dan peraturan khusus. Permainan biliar terbagi dari beberapa jenis, antara lain jenis Carom, English Billiard dan Pool. Dapat dimainkan secara perorangan maupun tim.

“Olahraga ini memang lebih mengedepankan konsentrasi, kontrol emosi, dan adrenalin. Dengan memperkuat kecakapan akurasi, teori-teori, dan lain-lain,” lanjutnya.

Olahraga indoor ini memiliki manfaat bagi tubuh yang jarang diketahui. Seperti, meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh, meningkatkan konsentrasi dan meningkatkan kecerdasan, menghilangkan stres dan mengelola emosi, serta membentuk otot.

Di Indonesia sendiri olahraga biliar belum menjadi olahraga rumah. Pasalnya meja biliar lumayan mahal dan membutuhkan tempat yang luas, serta biliar adalah permainan sosial yang membutuhkan lawan untuk bermain. Maka, arena biliar menjadi alternatif tempat yang pas untuk olahraga sekaligus berkumpul.

Baca juga : Mahasiswa PWK ITN Malang Best Video Profil Duta Pariwisata Jawa Timur 2023

“Memang harga meja biliar lumayan mahal, puluhan hingga ratusan juta. Saran saya sih, sewa saja. Per jamnya di Kota Malang rata-rata maksimal 35 ribu rupiah, itu malam hari. Kalau siang hanya hanya 25 ribu rupiah. Ini masih terjangkau oleh mahasiswa,” kata Wahyu. Mahasiswa asal Jombang ini juga bekerja sampingan disalah satu rumah biliar di Kota Malang. Bahkan dari tempat kerjanya saat turnamen Wahyu disponsori dengan stik biliar berbahan carbon fiber.

Wahyu memberikan saran bagi pemula yang ingin mencoba olahraga biliar untuk sabar dalam berlatih. Karena olahraga ini membutuhkan waktu lama untuk bisa mahir. ”Latihannya sendiri seperti memukul satu bola berulang-ulang sampai hafal teknik memukul. Kelancaran latihan bergantung kemampuan motorik masing-masing,” tuntasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)