ITN-Malang-jadi-Tuan-Rumah-IMGI-Education-Day-Ikatan-Mahasiswa-Geodesi-Indonesia-2-732x549

ITN Malang jadi Tuan Rumah ‘IMGI Education Day’ Ikatan Mahasiswa Geodesi Indonesia

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menjadi tuan rumah kegiatan Ikatan Mahasiswa Geodesi Indonesia (IMGI), Sabtu (16/2/19). Kegiatan yang digelar di kampus II ini dihadiri oleh perwakilan hampir seluruh mahasiswa geodesi se-Indonesia. Diantaranya ITENAS (Institut Teknologi Nasional Bandung), UGM (Universitas Gajah Mada), Undip (niversitas Diponegoro), ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember ), dan ITN Malang sebagai tuan rumah.

Bertajuk ‘IMGI Education Day’ kegiatan IMGI tahun ini berusaha memberikan edukasi tentang teknologi foto udara. Pasalnya teknologi foto udara dapat mempercepat pelaksanaan pembangunan dan perencanaan daerah. “Kita menghadapi revolusi industri 4.0, untuk itu perlu ada pembaharuan teknologi,” kata M Habil Yusuf, ketua pelaksana saat ditemui di lokasi acara.

Pembahasan tentang foto udara tersebut panitia menghadirkan pembicara Fransisca Agustina, ST., dari ITN Malang. Menariknya, setelah peserta mendapatkan teori mereka juga mempraktekkan langsung di lapangan. “Untuk pemetaan foto udara saat ini bisa menggunakan pesawat UAV dan drone, karena lebih cepat, luas jangkauannya, dan efisien,” tambahnya.

Sementara itu, Krisna Fitranto Nugroho, Sekjen IMGI mengatakan, tujuan kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenali dan mempelajari isu yang sedang berkembang. “Mempelajari lagi teknologi yang berbeda (dari sebelumnya). Mari kita belajar bersama, harapannya usai kegiatan ini apa yang kita dapat bisa dibawa ke institusi masing-masing untuk di bagikan,” ujar mahasiswa asal UGM ini.

ITN-Malang-jadi-Tuan-Rumah-IMGI-Education-Day-Ikatan-Mahasiswa-Geodesi-Indonesia-1

Menanggapi kegiatan IMGI, Kepala Program Studi Teknik Geodesi, Hery Purwanto, ST, MSc., menyatakan apresiasinya. Sejak awal pembentukan IMGI sampai sekarang persahabatan antara mahasiswa geodesi se-Indonesia tetap terjalin. Hery juga mengingatkan pentingnya organisasi bagi mahasiswa. “Organisasi adalah suatu wadah untuk membentuk networking. Networking itulah yang bisa menjadi jalan saudara untuk sukses,” ujar Hery.

Hery berharap, adanya revolusi industri 4.0 peranan Teknik Geodesi semakin meningkat. Dimana aplikasi online sudah banyak menggunakan data maping, seperti gojek, grab dan sebagainya. Maka mahasiswa perlu membuka wawasan dan mengembangkan suatu keilmuwan yang sesuai dengan perkembangan jaman agar tetap eksis.

“Semangatnya adalah bahwa saudara berorganisasi, mempunyai semangat yang luar biasa. Harapannya bisa survive di masa mendatang meski banyak hambatan,” tandasnya. (mer/humas)




Haris-Wibisono-Arsitek-Malang-yang-Peduli-Pembangunan-Kota

Haris Wibisono, Arsitek Malang yang Peduli Pembangunan Kota

Ir. Haris Wibisono tidak asing lagi namanya dalam kancah arsitek Malang Raya, begitu juga dalam lingkungan pemerintahan Kota Malang. Nino akrab disapa pernah ikut berkontribusi menjadi anggota Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) Kota Malang pada tahun 2013—2016. TABG mempunyai tugas membantu pemerintah daerah untuk mengatasi pertumbuhan gedung di Kota Malang sebagai kota pariwisata, industri, dan pendidikan. Tim tersebut terdiri dari unsur akademik/perguruan tinggi, asosiasi profesi, dan masyarakat ahli. Nino yang kala itu menjabat sebagai Ketua Kehormatan IAI Cabang Malang didapuk sebagai wakil dari unsur asosiasi profesi arsitek dengan masa bakti tiga tahun.

Di temui di kediamannya di Perumahan Griyashanta Kota Malang pada akhir Januari 2019 yang lalu, owner biro arsitek ‘Onino.co’ (Onino Architect) ini menceriterakan debutnya sebagai arsitek. Menjadi arsitek merupakan cita-cita Nino selepas lulus dari Teknik Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Alumni angkatan 1997 ini bahkan semasa kuliah sudah terlibat dibeberapa proyek. “Saya waktu itu sambil kuliah belajar juga di lapangan. Ada beberapa masjid dan bangunan yang saya tangani, bahkan sampai di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah,” ujar Nino.

Merasa lulus dengan nilai yang ‘biasa’ meski masih di atas IPK 3, Nino nekat membuka biro jasa arsitektur dengan memanfaatkan jaringan, teman, kolega, serta tenaga ahli dalam bidang yang menunjang usahanya. Menurutnya kerja arsitek tidak bisa sendiri, perlu kerjasama dengan tenaga ahli di bidang yang lain, seperti sipil, elektrikal, orang yang ahli estimasi dalam bangunan dan lain-lain. “Kolaborasi kuncinya, hingga akhirnya (Studio Onino Architect) berkembang sampai hari ini,” kata pemilik CV Colektif Desain Architect yang didirikan tahun 2009.

Sibuk di dunia arsitek tidak membuat pria yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum STIH Sunan Giri Kota Malang ini lupa akan sekitar. Kurun waktu tahun 2005 – 2009 Nino diberi amanat sebagai Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Cabang Malang. Masa jabatan ia emban selama dua periode kepengurusan. IAI sendiri merupakan organisasi yang menampung para arsitek profesional. Aktif berkomunikasi antar arsitek dan masyarakat yang peduli pembangunan kota.

Berakhir masa jabatan sebagai Ketua IAI Cabang Malang tidak menyusutkan kepercayaan organisasi arsitek kepada Nino. Ia pun masih diminta untuk menjadi Ketua Kehormatan IAI Cabang Malang sampai sekarang. Tanggung jawab Nino bertambah dengan menjadi anggota Komite Ekonomi Kreatif Kota Malang. Nino turut meluangkan pemikirannya untuk perkembangan asritektur dari sisi industri kreatif.

“Komite Ekonomi Kreatif dibentuk oleh pemerintah Kota Malang berdasarkan SK walikota. Tugasnya membahas road maps industri kreatif yang mampu membangkitkan dan menumbuhkan ekonomi kreatif Kota Malang. Ini, agar antar dinas tidak saling tumpang tindih dalam mengembangkan industri kreatif, sehingga pemerintah bisa berkembang bersama, berkolaborasi dengan pelaku industri kreatif,” bebernya.

Menurut Nino, menjadi arsitek tidak hanya menghadirkan bangunan secara estetik visual. Membangun bangunan juga tidak asal membangun, namun harus sesuai dengan undang-undang bangunan gedung, undang-undang jasa kontruksi, undang-undang arsitek. Semuanya akan mempengaruhi kualitas pembangunan kota, termasuk di dalamnya pemahaman heritage.

Haris-Wibisono-Arsitek-Malang-yang-Peduli-Pembangunan-Kota-1-732x751

Arsitek yang namanya masuk dalam “100+ Indonesian Architecture Firms & Emergings” ini dengan keprofesiannya berharap bisa terus terlibat dalam pembangunan kota secara luas. “Bagaimanapun saat (pemerintah) melibatkan arsitek dalam pembangunan kota pasti akan lebih baik,” katanya.

Sebagai arsitektur sekaligus alumni ITN Malang Nino menitipkan pesan kepada calon arsitek. Menurutnya yang pinter secara akademik belum tentu bisa berkarya dengan baik, maka belajar arsitektur di kampus saja tidak cukup. “Pola pikir mahasiswa harus berkembang, membuka wawasan, dan selalu mengamati perubahan pembangunan kota. Dari situ akan terlatih ketajaman pikiran, dan critical thinking (berpikir kritis) perlu latihan,” pungkasnya. (mer/humas)




IMG-20190215-WA0050-732x1036

MA.Karya Sahwahita “Antara Karya” Himpunan Mahasiswa Arsitektur ITN Malang

IMG-20190215-WA0051-723x1024 IMG-20190215-WA0052-724x1024

MA.Karya Sahwahita mengambil konsep berkarya dengan tema “Antara Karya”. Mengajak mahasiswa arsitektur se-Indonesia kreatif berkarya dengan mengikuti lomba sketsa dan talkshow yang ditutup dengan live musik serta pameran karya mahasiswa arsitektur ITN Malang sebagai wujud abdi seorang akademisi.

Acara yang berbasis pendidikan arsitektur ini akan dikemas unik dan kreatif dengan mewadahi segala ide, kreasi, inovasi, dan karya arsitektur. Kegiatan terbuka untuk mahasiswa dan umum.

Kegiatan:

1. Talkshow
Tema : Arsitektur Nusantara
Pemateri : Gayuh Budi Utomo, ST.MT. (Owner Gursiji Studio)
Mifta Syahrudin, ST (Owner Midun and Partners Architect)
Tanggal : 15-16 Maret 2019
Waktu : 13.00 WIB – 16.30 WIB
Tempat : DILO (Digital Lounge) Jl. Jenderal Basuki Rahmat No. 7-9, Kauman, Klojen, Malang
Registrasi : Presale I 65K, Presale II 75K, Presale III 85K, Umum 100K,
Narahubung : Rizky 085246058855

2. Lomba Sketsa
Tema : Urban Skersa
Tanggal : 15-16 Maret 2019
Waktu : 13.00 WIB – 16.30 WIB
Tempat : DILO (Digital Lounge) Jl. Jenderal Basuki Rahmat No. 7-9, Kauman, Klojen, Malang

Registrasi : 20K
Registrasi : 10 Feb – 8 Maret 2019
Proses Sketsa : 10 Februari – 8 Maret 2019
Pengumpulan : 10 Februari – 8 Maret 2019
Penilaian : 12 Maret – 14 Maret 2019
Pengumuman : 15 Maret 2019
Narahubung : Rifal 081907050593

Syarat:
Mahasiswa aktif
Satu orang ,aksimal mengumpulkan 2 karya
Satu karya dikenakan biaya Rp. 20.000,-
Pendaftaran melalui email sketchschwahita@gmail.com
Peserta wajib mem-follow akun instagram @ma.karyasahwahita

3. Pemaran & Live Musik Free