

ITN Malang Teken MoU Dengan LPJK
Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Jawa Timur. Melalui nota kesepahaman ini kampus biru ingin memberikan nilai lebih pada mahasiswa melalui sertifikat keahlian yang dikeluarkan LPJK. “Kerjasama ini ingin membangun mahasiswa agar memiliki nilai plus. Kalau Cuma ijazah dan transkrip rasa-rasanya kok belum handal,” terang Dr. Ir. Lalu Mulyai, MT, Rektor ITN Malang dalam sambutannya, Senin (13/8).
Dalam acara yang diselenggarakan di ruang sidang rektorat tersebut, Lalu menyatakan pihaknya telah membuat Lembaga Bisnis dan Diklat (LBD) untuk membawahi proses sertifikasi ini. Malah, untuk memudahkan dan mempercepat proses, pria asal Lombok itu berencana membuat sertifikasi online. Dimana pihak yang ingin disertifikasi mengirimkan datanya secara online lalu diverifikasi oleh LBD. “Setelah berkas dinyatakan cukup akan dicarikan asesor yang kompeten oleh LBD, baru dapat sertifikat. Tapi rencana ini jika disepakati oleh LPJK,” tutur alumni Universitas Teknologi Malaysia (UTM) itu.
Menurut Lalu model online ini sudah trend saat ini. ITN Malang sendiri juga sudah membuat beberapa pelayanannya berbentuk online, beberapa tahun ke depan diharapkan semuanya sudah online. Dia sangat berharap proses sertifikasi macam ini menjadi nilai tambah bagi para lulusan ITN Malang. “Lewat online pelayanan lebih cepat dan tidak menghabiskan waktu,” kata dia.
Tutur hadir dalam acara tersebut, Wakil Rektor I, Dr. Ir. Kustamar, MT, Wakil Rektor II, Dr. Ir. Julianus Hutabarat, MSIE, Wakil Rektor III, Dr. Eng. Ir. I Made Wartana, MT, Dekan FTSP, Dr. Ir. Nusa Sebayang, MT, dan Kepala Humas, Elizabeth Catur Yulia, SH.

Dosen Teknik Sipil ITN Malang Kembangkan Bambu Sebagai Alternatif Pengganti Tulangan Baja
Beton bertulang sebagai struktur bangunan masih banyak digunakan di masyarakat. Sedangkan tulangan baja yang digunakan selain harganya mahal juga lambat laun makin terbatas ketersediaannya karena baja dari bijih besi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Padahal ada alternatif pengganti baja yang mudah ditemukan di Indonesia, yaitu bambu. Pemanfaatan bambu sebagai tulangan lebih ramah lingkungan dari pada baja yang bisa menimbulkan kerusakan. Bambu selain murah juga memiliki kekuatan tarik yang cukup memadai.
Konsistensi ITN Malang dalam penerapan green technology inilah yang mendorong Ir. Ester Priskasari, MT., berhasil meneliti penggunaan bambu sebagai pengganti tulangan baja pada kontruksi beton. Penelitian ini sejalan dengan beberapa peneliti yang meneliti dan membuat bambu sebagai tulangan, namun penelitian sebelumnya masih terdapat kekurangan yang perlu perbaikan. “Kekurangannya terutama di daya lekat, karena bambu mempunyai sifat hidrokopis, kadar air di bambu bisa naik turun. Kalau turun bisa menyusut yang mengakibatkan rongga. Jadi kerjasama antara tulangan dan beton tidak bagus,” tutur dosen Teknik Sipil ini saat ditemui di ruang humas ITN Malang, Rabu (14/6).

Kembang susut yang cukup besar pada bambu akan mempengaruhi lekatan antara bambu dengan beton. Oleh sebab itu dosen sekaligus Ketua Lab. Mekanika Tanah ini meneliti dan mengembangkan usaha mengatasi kelemahan tersebut dengan melakukan perlakuan khusus pada bambu sebagai tulangan beton. “Selama ini saya mengamati kekurangan dari bambu yang sudah diaplikasikan di lapangan. Dari kelemahan itu kemudian saya teliti dan saya buat perbaikan,” akunya.
Uniknya penelitian yang dilakukan sejak 2014 ini tidak hanya melakukan perlakuan khusus seperti memilih bambu yang tua usianya, melapisi bambu dengan bahan kedap air seperti epoksi, vernis, cat, dll. Mengingat perlakuan tersebut masih sebanding dengan baja polos bahkan kurang, maka Ir. Ester melakukan perlakuan lebih dari itu. Ia memakai bambu kering yang dililiti kawat, dengan adanya kawat maka bila bambu mengembang tidak akan banyak. Begitu juga akan minim penyusutan karena bambu sudah terlebih dahulu dikeringkan.

Lebih jauh ia menjelaskan, bambu mempunyai kuat tarik yang cukup tinggi. Selain itu juga ringan, delapan kali lebih ringan dari baja. Bambu yang digunakan bisa dari semua jenis bambu, baik itu bambu utuh atau belahan. Proses pengerjaannyapun sederhana. Pertama-tama bambu dipilih yang usianya tua kemudian dikeringkan dengan jalan diangin-anginkan. Di sini bambu tidak boleh dijemur karena akan pecah. Selanjutnya bambu dioven selama 24 jam untuk mengurangi kadar airnya. Kadar air yang diperbolehkan 10%, rumusnya :
{(BERAT DIANGIN-ANGIN – BERAT OVEN) : (BERAT OVEN)} X 100%
Bambu dengan pengasaran permukaan ini setelah di epoksi kemudian dikekang dengan menggunakan lilitan kawat. Sedangkan uji yang diterapkan memakai uji tarik. Fungsi pengasaran untuk menambah lekat tulangan bambu dan beton.
“Awal penelitian saya menggunakan bambu yang dioroti dengan diameter penampang 1mm. Panjangnya sesuai kebutuhan. Kawat 1mm kita lilitkana pada bambu. Kalau bambu kurang panjang bisa disambung dengan lilitan kawat. Untuk spasi/jarak antar lilitan harus 2,5mm,” ungkapnya.

Lilitan kawat ini menurutnya untuk mempermudah dalam aplikasi. Sebenarnya bisa saja lilitan menggunakan tampar rami atau plastik. “Saya ingin beton ini lilitannya sebanding dengan baja ulir. Maka pengasarannya terispirasi dari baja ulir. Kawat yang digunakan tidak harus baru, bisa juga kita manfaatkan limbah kawat yang tidak terpakai,” imbuhnya.
Dan ternyata setelah diteliti kekuatan bambu ulir ini sebanding dengan baja ulir. Kalau tanpa uliran dan perlakuan maka bambu tidak bisa digunakan sebagai tulangan. Bambu ulir bisa diaplikasikan pada struktur balok kolom, bisa juga pada bangunan bertingkat dua lantai. Jangan khawatir, karena menurut alumni ITN Malang ini bambu di dalam beton tidak bisa keropos karena tidak ada oksigen, sedangkan bambu sendiri sudah kering dan diepoksi.
Penelitian tulangan baja pada kontruksi beton ini mendapat dana hibah bersaing dari Dikti tahun pelaksanaan 2015-2016. Ke depannya Ir. Ester Priskasari, MT., akan terus mengeksplorasi potensi bambu yang diaplikasikan untuk berbagai hal.

PENDAFTARAN MABA PRODI TEKNIK LINGKUNGAN 2017
Berikut kami informasikan Brosur Pendaftaran Mahasiswa Baru Prodi Teknik Lingkungan ITN Malang Tahun Ajaran 2017, untuk informasi lebih lengkap silahkan download attachments dibawah ini.

PENDAFTARAN MABA PRODI TEKNIK SIPIL 2017
Berikut kami informasikan Brosur Pendaftaran Mahasiswa Baru Prodi Teknik Sipil ITN Malang Tahun Ajaran 2017, untuk informasi lebih lengkap silahkan download attachment dibawah ini.