{"id":4146,"date":"2026-05-22T11:43:00","date_gmt":"2026-05-22T11:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/?p=4146"},"modified":"2026-05-25T04:45:09","modified_gmt":"2026-05-25T04:45:09","slug":"kreatif-warga-binaan-lapas-perempuan-malang-sukses-bikin-ecoprint-mug-bersama-itn-malang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/2026\/05\/22\/kreatif-warga-binaan-lapas-perempuan-malang-sukses-bikin-ecoprint-mug-bersama-itn-malang\/","title":{"rendered":"Kreatif! Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Sukses Bikin Ecoprint Mug Bersama ITN Malang"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><em>Teknik Kimia ITN Malang melatih warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Malang membuat\u00a0ecoprint\u00a0pada media mug keramik, dan tumbler. (Foto: Istimewa)<\/em><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\" \/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Malang,&nbsp;<a href=\"http:\/\/itn.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">ITN.AC.ID<\/a>&nbsp;\u2013 Kreativitas warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang terbukti tidak ada batasnya. Jika biasanya teknik&nbsp;<em>ecoprint<\/em>&nbsp;diaplikasikan pada media kain, kali ini sebanyak 21 warga binaan sukses menyulap mug keramik, dan tumbler menjadi kerajinan tangan estetik bermotif daun alami.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aksi kreatif ini terwujud lewat Kegiatan Pengabdian Masyarakat pada pelatihan pembuatan&nbsp;<em>ecoprint<\/em>&nbsp;pada media mug, dan tumbler dari Tim Abdimas Program Studi Teknik Kimia S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), di ruang bimbingan kerja Lapas, pada Rabu (20\/05\/2026).<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"677\" src=\"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Teknik-Kimia-ITN-Malang-melatih-warga-binaan-Lapas-Perempuan-Kelas-IIA-Malang-membuat-ecoprint-pada-media-mug-keramik-dan-tumbler-2.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4147\" srcset=\"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Teknik-Kimia-ITN-Malang-melatih-warga-binaan-Lapas-Perempuan-Kelas-IIA-Malang-membuat-ecoprint-pada-media-mug-keramik-dan-tumbler-2.jpeg 900w, https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Teknik-Kimia-ITN-Malang-melatih-warga-binaan-Lapas-Perempuan-Kelas-IIA-Malang-membuat-ecoprint-pada-media-mug-keramik-dan-tumbler-2-768x578.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Teknik Kimia ITN Malang melatih warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Malang membuat\u00a0ecoprint\u00a0pada media mug keramik, dan tumbler. (Foto: Istimewa)<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kaprodi Teknik Kimia S-1 ITN Malang, Ir. Rini Kartika Dewi, ST., MT., IPM., menceritakan, kolaborasi ini bermula dari pemberitaan kegiatan pengabdian masyarakat mengenai&nbsp;<em>ecoprint<\/em>&nbsp;di ITN Malang melalui medsos. Pihak Lapas yang melihat hal tersebut kemudian tertarik untuk menggandeng ITN Malang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Membuat&nbsp;<em>ecoprint<\/em>&nbsp;di media mug, dan tumbler ini sebenarnya punya tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibanding kain. Namun, pihak Lapas ingin memberikan edukasi sekaligus bekal keterampilan yang konkret agar nantinya para warga binaan punya modal mandiri setelah bebas,&#8221; ujar Rini saat ditemui di ruangannya pada Kamis (21\/05\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Antusiasme para peserta yang rata-rata berusia di atas 25 tahun ini begitu tinggi. Dibagi ke dalam enam kelompok, mereka langsung mempraktekkan teori dan berinovasi dengan kreativitas masing-masing. Terlebih lagi, semua karya yang mereka buat hari itu langsung berhasil diaplikasikan dengan sempurna.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mengunci Warna Daun Jati di Atas Keramik<\/strong><strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dwi Ana Anggorowati, ST., MT., dosen Teknik Kimia ITN Malang yang bertindak sebagai pelatih, membeberkan rahasia di balik proses pembuatan&nbsp;<em>ecoprint<\/em>&nbsp;unik ini. Pada pelatihan perdana tersebut, mereka memanfaatkan daun jati muda yang kandungan taninnya lebih tinggi dari pada daun jati tua dan bisa menghasilkan rona warna oranye cerah yang khas.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/itn.ac.id\/seputar-kampus\/berita\/bawa-kecap-ikan-dan-alat-lab-kampus-hmtk-itn-malang-sukses-bikin-siswa-smk-muhammadiyah-1-kepanjen-penasaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Bawa Kecap Ikan dan Alat Lab Kampus, HMTK ITN Malang Sukses Bikin Siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Penasaran<\/a><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prosesnya butuh ketelitian. Menurut Dwi Ana, tidak semua jenis mug bisa dipakai, melainkan harus yang memiliki lapisan&nbsp;<em>coating<\/em>&nbsp;khusus. Langkah awal dimulai dengan menempelkan daun pada mug dan tumbler, lalu dibungkus dengan kain yang telah direndam larutan mordant (campuran 200 ml air dan 1 sendok makan cuka) sebagai pengikat warna. Hal tersebut dilakukan dalam upaya membantu kain menekan daun agar kontak langsung dengan mug sehingga pigmen alami bisa berpindah lebih merata ke permukaan mug<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Setelah itu, mug dibungkus rapat lagi dengan lakban dan plastik agar air kukusan tidak masuk saat mug dikukus. Itu dilakukan agar warnanya tidak pudar. Proses pengukusan memakan waktu sekitar 1,5 jam untuk mentransfer pigmen warna dari daun ke lapisan luar mug dan tumbler. Terakhir, ada proses aging atau penuaan dengan cara didinginkan agar warna dan motif&nbsp;<em>ecoprint<\/em>&nbsp;menjadi lebih kuat, lebih cerah serta tidak mudah luntur,&#8221; papar Dwi Ana secara detail.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/bisnisdigital.itn.ac.id\/rahasia-healing-aman-cuan-tetap-jalan-strategi-affiliate-marketing-untuk-gen-z\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Rahasia &#8220;Healing Aman, Cuan Tetap Jalan&#8221;: Strategi Affiliate\u00a0Marketing\u00a0untuk Gen Z<\/a><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melihat keberhasilan ini para peserta langsung penasaran dan tidak sabar untuk mengeksplorasi bahan alam lainnya. Agar kreativitas mereka tidak terhenti, seluruh sisa bahan pelatihan sengaja ditinggalkan oleh tim Abdimas ITN Malang di Lapas. Ke depan, mereka berencana mencoba jenis daun lain seperti daun jambu, ketapang, rambutan, kenikir, hingga daun telang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Usulan Gandeng Bisnis Digital untuk Solusi Pemasaran<\/strong><strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama ini, warga binaan Lapas Perempuan Malang sebenarnya sudah sangat produktif. Mereka telah menghasilkan berbagai produk makanan seperti cake dan keripik yang sudah mengantongi izin PIRT, bahkan terampil menjahit jaket hingga selimut pesanan perusahaan. Sayangnya, masalah klasik yang kerap dihadapi adalah urusan pemasaran yang kurang maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Merespons kendala tersebut, ITN Malang berencana memperluas jangkauan kerja sama mereka. Tidak hanya berhenti pada aspek produksi bersama Teknik Kimia, tapi juga membuka peluang kolaborasi baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Harapan ke depan, kerja sama ini bisa terus berlanjut. Kami ingin menggandeng tim dosen dari Prodi Bisnis Digital ITN Malang untuk membantu memberikan ilmu digital marketing mengenai manajemen dan strategi pemasaran bagi produk unggulannya warga binaan di sini. Jadi, setelah pintar produksi, mereka juga paham bagaimana cara memasarkan produknya,&#8221; pungkas Dwi Ana. (Mita Erminasari\/Humas ITN Malang)<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"675\" src=\"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Ecoprint-pada-media-mug-keramik-dan-tumbler-karya-warga-binaan-Lapas-Perempuan-Kelas-IIA-Malang.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4148\" srcset=\"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Ecoprint-pada-media-mug-keramik-dan-tumbler-karya-warga-binaan-Lapas-Perempuan-Kelas-IIA-Malang.jpeg 900w, https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Ecoprint-pada-media-mug-keramik-dan-tumbler-karya-warga-binaan-Lapas-Perempuan-Kelas-IIA-Malang-768x576.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ecoprint\u00a0pada media mug keramik, dan tumbler karya warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Malang. (Foto: Istimewa)<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teknik Kimia ITN Malang melatih warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Malang membuat\u00a0ecoprint\u00a0pada media mug keramik, dan tumbler. (Foto: Istimewa) Malang,&nbsp;ITN.AC.ID&nbsp;\u2013 Kreativitas warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":4149,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4146","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4146","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4146"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4146\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4150,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4146\/revisions\/4150"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4149"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4146"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4146"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4146"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}