{"id":2093,"date":"2022-06-14T10:59:15","date_gmt":"2022-06-14T10:59:15","guid":{"rendered":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/?p=2093"},"modified":"2022-06-14T10:59:16","modified_gmt":"2022-06-14T10:59:16","slug":"dosen-itn-malang-petakan-teknologi-tepat-guna-di-malang-selatan%ef%bf%bc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/2022\/06\/14\/dosen-itn-malang-petakan-teknologi-tepat-guna-di-malang-selatan%ef%bf%bc\/","title":{"rendered":"Dosen \u00a0ITN Malang Petakan Teknologi Tepat Guna di Malang Selatan\ufffc"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Dr. Aladin Eko Purkuncoro, ST, MT, dosen Program Studi Teknik Mesin, ITN Malang menjadi narasumber FGD, Pemetaan Teknologi Tepat Guna (TTG) di Kawasan Malang Selatan, di Ruang Rapat Kertanegara, Pemkab Malang, Jumat, (25\/03\/2022). (Foto: Istimewa)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Malang,&nbsp;<a href=\"http:\/\/itn.ac\/\">ITN.AC<\/a>. ID \u2013 Dosen Teknik Mesin D-3, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD), Pemetaan Teknologi Tepat Guna (TTG) di Kawasan Malang Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda), Kabupaten Malang, Dr. M. Hidayat, M.M., M.Pd., kepala dinas terkait, camat, dan lurah, di Ruang Rapat Kertanegara, Pemkab Malang, pada Jumat, 25 Maret 2022 lalu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adalah Dr. Aladin Eko Purkuncoro, ST, MT, dosen sekaligus Ketua Program Studi Teknik Mesin D-3, ITN Malang. Pemetaan TTG merupakan program dari Balitbangda, Kabupaten Malang. Dan, Aladin berperan sebagai tenaga pendukung penyusunan pemetaan TTG di kawasan Malang Selatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">FGD pemetaan teknologi tepat guna tersebut sebagai kelanjutan dari pemetaan TTG tahun 2021. Sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing daerah, serta upaya mendukung implementasi Sistem Inovasi Daerah (SIDa), Kabupaten Malang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Aladin, salah satu pemetaan SIDa adalah teknologi tepat guna di 33 kecamatan se-Kabupaten Malang. Pemetaan TTG sudah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Desember 2021. Sedangkan sisanya dilanjutkan mulai bulan April sampai Juli 2022, dan tahun depan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDari 33 kecamatan tidak mungkin dilakukan sekaligus. Selama sekian bulan tidaklah cukup. Maka, 13 kecamatan dilakukan pemetaan di 2021, 10 kecamatan di 2022, dan sisanya tahun depan,\u201d ujar Aladin saat ditemui di ruang Humas ITN Malang, Kamis (14\/4\/2022).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aladin menjelaskan, fungsi pemetaan TTG adalah untuk memperoleh data lengkap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tiap kecamatan. Untuk kelancaran dan kesuksesan pemetaan Aladin bersama tim mengusung tagline \u201ctepat sasaran\u201d. Dengan memprogramkan pemetaan tahun 2022 akan mengacu pada rekomendasi pemetaan tahun 2021.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKarena program yang sudah di launching tahun 2021 di pertengahan tahun sampai akhir tahun. Sedangkan dari Balidbangda keluarnya adalah rekomendasi. Bukan membuat alat. Rekomendasi tersebut diberikan kepada instansi terkait sebagai programnya dia (Balitbangda),\u201d jelas alumnus doktoral UB ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/itn.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Dr.-Aladin-Eko-Purkuncoro-ST-MT-dosen-Program-Studi-Teknik-Mesin-ITN-Malang-bersanding-dengan-Kepala-Badan-Penelitian-dan-Pengembangan-Daerah-Balidbangda-Kabupaten-Malang-Dr.-M.-Hidayat-M.M.-M.Pd_.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-11483\"\/><figcaption><em>Dr. Aladin Eko Purkuncoro, ST, MT, dosen Program Studi Teknik Mesin, ITN Malang (batik kuning) bersanding dengan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balidbangda), Kabupaten Malang, Dr. M. Hidayat, M.M., M.Pd., pada kegiatan FGD Teknologi Tepat Guna (TTG). (Foto: Istimewa)<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada tiga usulan yang disampaikan Aladin. Yakni, tepat sasaran, rekomendasi produk, dan peran serta akademisi sebagai wujud tri dharma perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dikatakan Aladin, dari FGD 10 kecamatan kemarin banyak terungkap kearifan lokal masing-masing kecamatan. Harapannya, kearifan lokal betul-betul bersumber dari masing-masing kecamatan. Bukan ikut-ikutan wilayah lain. Dari kearifan lokal tersebut pemetaan dilakukan untuk menggali kebutuhan teknologi tepat guna.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDari FGD pertama ternyata ada masukan (program sebelum-sebelumnya) kurang tepat sasaran. Jadi perlu fokus!\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aladin mencontohkan, misalnya produksi jenang harus dikonversi dengan jenis alat yang tepat. Sekaligus perlu dipikirkan juga alat yang efektif dan efisien untuk produksi secara masal. Karena, ini akan berkaitan dengan nilai jual dari produk itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJadi, selain tepat sasaran impact (<em>outcome<\/em>) ada capaian pemetaan, ada produknya. Kami rekomendasikan itu. Di beberapa kecamatan kami harapkan ada komunitas atau bengkel. Jadi bisa meningkatkan perekonomian. Ada sharing profit di masyarakat setempat,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai akademisi Aladin paham betul hasil pemetaan TTG akan membuka jalan bagi kampus untuk ikut serta berpartisipasi mengembangkan daerah. Lewat pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPerguruan tinggi bisa berkolaborasi dengan kecamatan yang bersangkutan. Dengan mengundang lurah, BUMDES, UMKM bisa sharing teknologi tepat guna. Jadi, kampus bisa bersinergi dengan masyarakat,\u201d tandas dosen asal Pacitan ini dengan yakin. (Mita Erminasari\/Humas ITN Malang)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dr. Aladin Eko Purkuncoro, ST, MT, dosen Program Studi Teknik Mesin, ITN Malang menjadi narasumber FGD, Pemetaan Teknologi Tepat Guna (TTG) di Kawasan Malang Selatan, di Ruang Rapat Kertanegara, Pemkab&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2094,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-2093","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"gutentor_comment":4,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2093","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2093"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2093\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2095,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2093\/revisions\/2095"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2094"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2093"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2093"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2093"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}