{"id":166,"date":"2017-02-17T23:10:24","date_gmt":"2017-02-17T23:10:24","guid":{"rendered":"http:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/?p=166"},"modified":"2017-02-17T23:10:24","modified_gmt":"2017-02-17T23:10:24","slug":"berbekal-pernah-juara-nasional-itn-malang-optimis-terbaik-di-singapura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/2017\/02\/17\/berbekal-pernah-juara-nasional-itn-malang-optimis-terbaik-di-singapura\/","title":{"rendered":"Berbekal Pernah Juara Nasional, ITN Malang Optimis Terbaik di Singapura"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-167\" src=\"http:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Berbekal-Pernah-Juara-Nasional-ITN-Malang-Optimis-Terbaik-di-Singapura.jpg\" alt=\"Berbekal-Pernah-Juara-Nasional-ITN-Malang-Optimis-Terbaik-di-Singapura\" width=\"609\" height=\"289\" \/><\/p>\n<p>Meskipun baru yang pertama kali ikut kontes mobil irit Shell Eco Marathon tingkat Internasional di Singapura, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang optimis dapat menjadi yang terbaik. Optimisme ini mengacu pada capaian kampus biru selama ini yaitu pernah menjadi juara III di level nasional. \u201cKriteria lomba kali kami sangat menguasai, karena kami pernah juara III di level nasional pada 2014 laludan berkali-kali lolos. Untuk itu kami sangat optimis terbaik nanti di Singapura,\u201d terang Anissatul Karimah, manajer tim UART G-UV (Uber Allies Racing Team Gasoline Urban Vehicle) saat diwawancara dalam acara Grand Launching Kreativitas Mahasiswa Mesin S-1 ITN Malang 2017 di aula kampus I.<\/p>\n<p>Pengalaman tingkat nasional inilah yang terus dikembangkan oleh tim UART G-UV dengan melakukan penelitan lanjutan di beberapa bidangnya sehingga dapat disempurnakan. Menurut, Anissatul secara umum tidak ada perubahan dengan mobilnya kali ini, tetapi telah dilakukan pengembangan sehingga performa mobilnya akan lebih baik. \u201cPenelitian kita sudah tahunan, sejak ikut lomba tingkat nasional. Tetapi untuk pembuatan mobil ini kami mulai sejak pertengahan 2016 lalu,\u201d kata dara asal Kepanjen Malang itu.<\/p>\n<p>Sayangnya, Anissatul belum bisa meceritakan spesifikasi pengembangannya lebih teknis lagi karena itu bagian dari rahasia kekuatan mobil. Namun dia mengatakan bahwa pada lomba 2014 mobilnya menghabiskan satu liter premium untuk jarak sejauh 83 kilometer. Kemungkinan kali ini akan lebih efisein lagi. \u201cMaaf ya, nanti setelah lomba bisa kami ceritakan lebih detail lagi,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Menurut mahasiswi 20 tahun itu, dalam lomba yang akan digelar pada 15 hingga 19 Februari mendatang akan menilai dua hal yaitu efisiensi bahan bakar dan kecepatan laju mobil. \u201cJadi nanti kalau kita menang diadu kecepatan, maka akan dikirim ke ajang selanjutnya di London. Doakan ya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Irvan Yulian Mahardika, sopir mobil bernomor 1817 menceritakan bahwa pertama mencoba ada sedikit kesulitan dikarenakan ban kecil padahal pemuda yang suka cross itu biasanya menggunakan mobil ban normal. Namun setelah mecoba beberapa kali sudah terasa meyatu dengan mobil berwarna merah itu. \u201cSelain itu, ada beberapa kendala lain saat uji coba seperti bautnya copot dan pernah nabrak juga. Tapi sekarang sudah biasa,\u201d lanjut mahasiswa asal Kalimantan itu.<\/p>\n<p>Irvan juga menceritakan kecepatan puncak mobil ini adalah 90 kilometer per jam dengan berat 215 kilogram. Namun nanti dalam lomba hanya akan dipacu pada kecepatan 60 kilometer per jam.<\/p>\n<p>Tim UART G-UV terdiri dari 7 orang di antaranya: Anissatul Karimah, Irvan Yulian Mahardika, Sholekhudin, Handrianus Hibur Janu, Muhammad Imron, Maolana Waliyul Amri, dan Wisnu Aribudiawan Rahman. Sementara dosen pendamping yaitu Eko Yohanes Setyawan, ST, MT. (her)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meskipun baru yang pertama kali ikut kontes mobil irit Shell Eco Marathon tingkat Internasional di Singapura, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang optimis dapat menjadi yang terbaik. Optimisme ini mengacu pada&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":167,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-166","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":168,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166\/revisions\/168"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/media\/167"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}