{"id":1263,"date":"2021-11-09T02:41:51","date_gmt":"2021-11-09T02:41:51","guid":{"rendered":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/?p=1263"},"modified":"2022-02-27T07:48:41","modified_gmt":"2022-02-27T07:48:41","slug":"tekan-cyberbullying-m-fitra-rizki-kembangkan-sistem-berbasis-website","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/2021\/11\/09\/tekan-cyberbullying-m-fitra-rizki-kembangkan-sistem-berbasis-website\/","title":{"rendered":"Tekan Cyberbullying, M Fitra Rizki Kembangkan Sistem Berbasis Website"},"content":{"rendered":"\n<p><em><i>M Fitra Rizki lulusan terbaik Teknik Informatika S-1 ITN Malang, pada wisuda ke-66 periode II tahun 2021. (Foto: Yanuar\/humas)\u00a0<\/i><\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Tekan Cyberbullying, M Fitra Rizki Kembangkan Sistem Berbasis Website<\/strong><\/p>\n<p>Malang,\u00a0<a href=\"http:\/\/itn.ac.id\/\" data-saferedirecturl=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=http:\/\/ITN.AC.ID&amp;source=gmail&amp;ust=1635470455961000&amp;usg=AFQjCNHWQgn2kU33FtRoNeqTeS5N2ZkDFA\">ITN.AC.ID<\/a>\u00a0\u2013 Media sosial menjadi sarana bergaul secara\u00a0<em>online<\/em>. Selain menjalin pertemanan, media sosial juga digunakan orang untuk berbagai alasan. Seperti untuk mencari informasi dengan cepat, mengekspresikan diri, bersenang-senang, menyampaikan pendapat sekaligus kritik, dan masih banyak lagi. Salah satu media sosial yang tergolong cepat dalam merespon berita dan informasi adalah Twitter.<\/p>\n<p>Namun sayangnya, Twitter tidak hanya berdampak positif, tetapi juga berdampak negatif bagi pengguna maupun non pengguna. Salah satunya adalah fenomena\u00a0<em>cyberbullying<\/em>.\u00a0<em>Cyberbullying<\/em>\u00a0(perundungan maya) merupakan bentuk bullying\/perundungan atau intimidasi untuk melecehkan korban melalui media digital.\u00a0<em>Cyberbullying<\/em>\u00a0ini jugalah yang diteliti Muh. Fitra Rizki lulusan terbaik Teknik Informatika S-1, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.<\/p>\n<p>Menurutnya, korban yang mengalami\u00a0<em>cyberbullying<\/em>\u00a0akan mengalami gangguan fisik hingga psikologis seperti kesepian, kegelisahan, depresi yang lebih tinggi, dan merasa harga dirinya rendah. Selain itu korban yang mengalami\u00a0<em>cyberbullying<\/em>\u00a0juga akan merasakan tekanan sehingga menunjukkan keinginan untuk bunuh diri karena depresi.<\/p>\n<p>\u201cSaya memilih Twitter, karena Twitter di Indonesia menunjukkan peningkatan jumlah penggunaan dan jumlah interaksi. Banyak sekali berita dan informasi yang dapat direspon dengan cepat dan tepat dari berbagai sudut pandang. Twitter juga memudahkan pengguna untuk mengakses berita nasional dan politik terbaru, serta opini publik yang tidak dimuat di koran maupun televisi. Di Twitter orang (acap ditemui) menggunakan kata-kata kasar dan menghina, tanpa mempertimbangkan kesopanan, dan etika profesi. Dampak dari kebebasan ini menjadi celah\u00a0<em>cyberbullying<\/em>,\u201d jelas Fitra saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Pemilik IPK 3.77 ini mengatakan, di Indonesia masih sulit ditemukan data\u00a0<em>cyberbullying<\/em>\u00a0secara menyeluruh pada platform media sosial Twitter. Namun, baru-baru ini pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Polri mulai tertanggal 24 Februari 2021 telah meresmikan beroperasinya polisi\u00a0<em>virtual<\/em>. Tugasnya melacak dan memberikan peringatan kepada pengguna yang mengunggah postingan baik berupa teks maupun gambar yang berpotensi melanggar pidana UU ITE.<\/p>\n<p>Dalam penelitiannya pria asal Lombok Tengah ini melakukan proses analisis sentiment\u00a0<em>cyberbullying<\/em>\u00a0yang disampaikan oleh pengguna pada media sosial Twitter dengan mengembangkan sistem berbasis website. Untuk mengklasifikasikan sentimen menggunakan metode support vector machine (SVM).<\/p>\n<p>\u201cDari masalah tersebut, maka sistem aplikasi yang saya kembangkan memiliki beberapa fitur, yaitu fitur\u00a0<em>crawling<\/em>\u00a0data dari Twitter. Kemudian memproses data yang nantinya akan menghasilkan klasifikasi tweet\u00a0<em>cyberbullying<\/em>\u00a0atau\u00a0<em>non<\/em>\u00a0<em>cyberbullying<\/em>. Sistem ini bertujuan untuk mendeteksi opini netizen Twitter yang menggunakan kata-kata kasar, menghina, dan mengandung sara yang berpotensi unsur\u00a0<em>cyberbullying<\/em>,\u201d lanjut putra pasangan H. Rohaidi, dan Rohaini Puspita ini.<\/p>\n<p>Cara kerja aplikasi dengan menginputkan file data tweet netizen berupa konten tweet dengan memasukkan\u00a0<em>keyword<\/em>\u00a0<em>hashtag<\/em>\u00a0yang berpotensi menimbulkan\u00a0<em>cyberbullying,<\/em>\u00a0seperti #cebong atau #kadrun, dan tidak melebihi 100 data tweet. Bisa berformat excel maupun CSV, atau melakukan\u00a0<em>crawling<\/em>\u00a0data langsung dari Twitter dengan menginputkan\u00a0<em>hashtag.\u00a0<\/em>Selanjutnya, data tersebut akan diproses menggunakan metode support vector machine yang merupakan salah satu metode kecerdasan buatan atau\u00a0<em>machine learning<\/em>. Sedangkan\u00a0<em>output<\/em>-nya berupa klasifikasi sentiment\u00a0<em>cyberbullying<\/em>\u00a0atau\u00a0<em>non-cyberbullying<\/em>\u00a0dari setiap tweet yang sudah melewati proses\u00a0<em>text preprocessing<\/em>\u00a0dan pembobotan teks dengan TF-IDF.<\/p>\n<p>Sehingga, aplikasi mampu membedakan opini negatif dan positif, dengan menggunakan variabel kata-kata kasar, menghina, dan atau mengandung sara. Setelah diproses aplikasi ini akan menyajikan\u00a0<em>output<\/em>\u00a0data yang sudah dilabeli positif atau negatif. Atau, data yang sudah dilabeli tersebut apakah merupakan\u00a0<em>cyberbullying<\/em>\u00a0atau\u00a0<em>non<\/em>\u00a0<em>cyberbullying<\/em>.<\/p>\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-10376\" src=\"https:\/\/itn.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Contoh-analisis-sentiment-cyberbullying-dari-tweet-yang-dikembangkan-oleh-M-Fitra-Rizki.jpg\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" srcset=\"https:\/\/itn.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Contoh-analisis-sentiment-cyberbullying-dari-tweet-yang-dikembangkan-oleh-M-Fitra-Rizki.jpg 900w, https:\/\/itn.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Contoh-analisis-sentiment-cyberbullying-dari-tweet-yang-dikembangkan-oleh-M-Fitra-Rizki-300x146.jpg 300w, https:\/\/itn.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Contoh-analisis-sentiment-cyberbullying-dari-tweet-yang-dikembangkan-oleh-M-Fitra-Rizki-768x373.jpg 768w, https:\/\/itn.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Contoh-analisis-sentiment-cyberbullying-dari-tweet-yang-dikembangkan-oleh-M-Fitra-Rizki-600x291.jpg 600w\" alt=\"\" width=\"900\" height=\"437\" \/>\n<figcaption><em>Contoh\u00a0<\/em>analisis sentiment\u00a0<em>cyberbullying dari tweet pada halaman data latih yang dikembangkan oleh\u00a0M Fitra Rizki. (Foto: Istimewa)<\/em><\/figcaption>\n<\/figure>\n<\/div>\n<p>\u201cKeunggulan aplikasi yang saya kembangkan adalah sudah menerapkan kecerdasan buatan dan berbasis website dengan tingkat akurasi sebesar 75% yang dapat diakses secara\u00a0<em>realtime<\/em>\u00a0oleh siapapun.\u00a0Di mana nanti secara tidak langsung sistem ini dapat membangun mindset berpikir sebelum bertindak di media sosial Twitter,\u201d katanya yang membutuhkan waktu 6 bulan untuk menyelesaikan aplikasi tersebut.<\/p>\n<p>Rencananya proyek aplikasi ini akan ditawarkan sebagai model\u00a0<em>on job training<\/em>\u00a0(OJT) untuk bergabung dengan startup bidang\u00a0<em>natural language processing<\/em>\u00a0(NLP)\u00a0yang menerapkan kecerdasan buatan dalam aplikasi bahasa.<\/p>\n<p>\u201cSaya berharap kedepannya semakin banyak mahasiswa dari Prodi Teknik Informatika yang tertarik mengembangkan kecerdasan buatan bidang\u00a0<em>natural language processing<\/em>. Baik untuk tujuan skripsi maupun ajang kompetisi,\u201d aku Fitra sebagai mahasiswa perdana yang mengangkat bidang NLP. Fitra lulus dengan memuaskan dibawah bimbingan Karina Auliasari, ST M Eng\u00a0 dan Renaldi Primaswara Prasetya, S Kom M Kom. (me\/Humas ITN Malang)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>M Fitra Rizki lulusan terbaik Teknik Informatika S-1 ITN Malang, pada wisuda ke-66 periode II tahun 2021. (Foto: Yanuar\/humas)\u00a0 Tekan Cyberbullying, M Fitra Rizki Kembangkan Sistem Berbasis Website Malang,\u00a0ITN.AC.ID\u00a0\u2013 Media&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1265,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-1263","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1263","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1263"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1263\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1784,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1263\/revisions\/1784"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1265"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1263"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1263"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fakultas.itn.ac.id\/FTI\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1263"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}