Dorong-Infrastruktur-Berkelanjutan-ITN-Malang-Gelar-Seminar-Nasional-1-732x549

Dorong Infrastruktur Berkelanjutan, ITN Malang Gelar Seminar Nasional

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi ikut mendukung pemerintah dalam pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan. Lewat Seminar Nasional Teknik Sipil dan Perencanaan, ITN mengumpulkan para peneliti, akademisi, praktisi, masyarakat pemerhati di bidang infrastruktur, pemerintah, dan industri.

“Kami berkumpul untuk ‘sharing’ perkembangan infrastruktur yang berkelanjutan. Karena saat ini hampir di semua daerah terkendala kurangnya peta. Padahal pihak tata ruang saat membuat rencana tata ruang harus detail dan berdasar peta,” jelas Dr.Ir. Agustina Nurul Hidayati, MT., ketua pelaksana Seminar Nasional, Kamis (29/11/12).

Mengusung tema “Infrastruktur Berkelanjutan” seminar kali ini mengundang pembicara
Prof.Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc., (Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat DRPM Ristekdikti); Ir. Hadi Sucahyono, MPP,Ph.D. (Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) serta Prof.Dr.Ir. Hasanuddin Z Abidin, M.Sc.Eng. (Kepala Badan Informasi Geospasial /BMG).

“Para peneliti, kita ajak bergabung di sini (seminar). Tidak hanya dari Dikti saja, namun juga lembaga-lembaga pemerintahan dan swasta. Harapannya bisa bersinergi antara Dikti, lembaga, dan perguruan tinggi sebagai leadernya. Selanjutnya hasil dari penelitian juga bisa dimanfaatkan dan membantu pemerintah,” tutur Nurul biasa disapa.

Seminar nasional merupakan kegiatan yang rutin dilakukan di ITN Malang. Apa lagi saat ini spesial bertepatan dengan HUT ITN Malang ke-50, sehingga dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Rektor ITN Malang Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., menegaskan untuk materi yang diangkat dalam seminar disesuaikan dengan kondisi negara saat ini.

Dorong-Infrastruktur-Berkelanjutan-ITN-Malang-Gelar-Seminar-Nasional-2

“Menjadi hal penting dimana infrastruktur menjadi bagian pokok dalam penyelesaian permasalahan di Indonesia. Maka pengembangan infrastruktur seyogyanya mengarah pada infrastruktur yang berkelanjutan” kata rektor.

Rektor berharap hasil dari seminar ini nantinya bisa dibawa oleh para anggota seminar untuk mengembangkan daerah masing-masing. “Pengembangannya tentunya disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing, karena tiap daerah tentunya berbeda,” tandasnya dihadapan 118 peserta seminar dari berbagai latar belakang. (me/humas)